10 Makanan Terpedas di Dunia yang Bikin Ketagihan, Salah Satunya Sambal

10 Makanan Terpedas di Dunia yang Bikin Ketagihan, Salah Satunya Sambal
Ilustrasi makanan pedas. Shutterstock/wizdata
JATIM | 18 Maret 2022 10:10 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Penasarankah Anda tentang apa saja makanan terpedas di dunia? Jika iya, maka artikel ini harus Anda baca hingga selesai. Makanan pedas memang tak ada matinya. Hampir setiap negara memiliki jenis-jenis makanan pedasnya sendiri. Dan, tingkat pedas di lidah masing-masing orang pun berbeda.

Terkadang, apa yang dirasa sangat pedas oleh orang-orang kulit putih ternyata tak begitu pedas bagi orang Asia. Pun sebaliknya. Namun kembali lagi, bahwa selera dan toleransi kepedasan orang berbeda-beda. Berikut ini adalah upaya klasifikasi makanan terpedas di dunia yang bisa Anda coba sendiri untuk membuktikannya.

Mulai dari kari, hotpot, kimchi, hingga sambal, di bawah ini adalah kumpulan makanan terpedas di dunia yang menarik untuk Anda ketahui. Dilansir dari berbagai sumber, ini dia selengkapnya.

2 dari 3 halaman

1. Jjambbong

Makanan terpedas di dunia yang pertama adalah jjambbong. Imigran Cina yang menetap di Incheon, Korea, menciptakan jjambbong pada tahun 1800-an, melansir dari matadornetwork.com.

Sup mie Korea pedas ini membawa sensasi berapi-api saat dimakan. Jjambbong sarat dengan makanan laut seperti cumi dan kerang, babi, tumpukan mie, wortel, zucchini, dan kubis. Kaldu merahnya dibumbui dengan rumput laut dan gochugaru, bubuk cabai Korea yang dibuat dengan cabai merah Korea yang dikeringkan dengan sinar matahari.

Bumbu pedas merah ini adalah primadona dalam masakan Korea. Hidangan lain seperti nakji bokkeum (gurita goreng tumis pedas) dan dakbokkeumtang (dada ayam rebus pedas) juga diolesi dengan gochugaru, serta gochujang, pasta cabai merah Korea.

2. Kari Phaal

Makanan terpedas di dunia yang kedua adalah Kari Phaal. Seperti banyak kari yang dimakan orang di luar India, phaal pertama kali muncul di Inggris, khususnya di restoran milik Bangladesh di Birmingham.

Dianggap bahkan lebih pedas daripada kari vindaloo yang ikonik (yang berasal dari cabai hijau, bubuk cabai, bawang putih, dan paprika), phaal membawa rasa pedas nan panas ke tingkat yang lebih tinggi dengan tambahan habanero atau scotch bonnet peppers ke saus berbasis tomat.

Beberapa juru masak bahkan telah membuat kari phaal dengan paprika hantu, yang sekitar 400 kali lebih panas dari Tabasco tetapi memiliki rasa buah dan manis yang berbeda.

3. Camarones ala Diabla

Makanan terpedas di dunia yang ketiga adalah Camarones ala Diabla. Dalam hidangan Meksiko ini, Camarones ala Diabla adalah udang pedas berlapis saus kental yang terbuat dari guajillo kering dan cabai arbol.

Meskipun hidangan ini tergolong sederhana dan mudah dibuat, ada banyak versi berbeda yang muncul di restoran-restoran Meksiko, termasuk versi yang disiram saus barbekyu atau salsa habanero, atau dengan chipotle peppers di atasnya.

4. Chilate de Pollo

Makanan terpedas di dunia yang ke empat adalah Chilate de Pollo. Hidangan ini berupa rebusan ayam yang sederhana namun mengenyangkan. Kaldunya yang merah cerah menggambarkan rasa pedasnya yang berasal dari cabai guajillo kering dan cabai de arbol.

Namun, bahan utama makanan ini adalah epazote, ramuan pedas dengan rasa licorice. Untungnya, dasar rebusan tomat dapat membantu meredakan rasa panas dari cabai. Chilate de pollo kemungkinan berasal dari Oaxaca, yang dikenal dengan cabai pasilla berwarna merah tua dan berasap.

5. Sambal Uleg

Makanan terpedas di dunia yang kelima adalah sambal dari Indonesia. Tepatnya sambal uleg, ini adalah sajian pelengkap makanan yang menjadi favorit banyak wisatawan dari luar negeri. Tak perlu diperjelas bagaimana masyarakat Indonesia amat sangat menyukai sambal.

Rasanya, acara makan tak akan lengkap jika tak ada sambal yang mendampinginya. Sambal Indonesia dapat digunakan sebagai olesan atau dimakan sebagai hidangan itu sendiri. Sambal terbuat dari cabai rawit, bawang, tomat, dan dikreasikan dengan bahan lain seperti terasi, jeruk nipis, dan masih banyak lagi.

3 dari 3 halaman

6. Papa a la Huancaina

Makanan terpedas di dunia yang ke enam adalah Papa a la Huancaina. Sepintas, Anda tidak akan mengira hidangan Peru yang disajikan secara dingin ini memiliki rasa yang pedas. Tetapi fitur utama papa a la huancaina adalah saus kuning khasnya, dan saus ini akan membuat lidah Anda terbakar.

Hidangan dari kentang ini, yang berasal dari wilayah Huancayo di Peru, ditaburi saus keju yang terbuat dari dua bahan utama yakni cabai aji amarillo dan queso fresco. Menurut legenda, hidangan ini awalnya dibuat untuk memberi makan pekerja kereta api.

Sausnya yang kental dan pedas sangat populer sehingga digunakan sebagai saus untuk segala hal mulai dari yuca goreng hingga telur puyuh. Hidangan yang mengandung cabai sangat populer di Peru sehingga ada pepatah yang mengatakan, "El gringo que come ají, no se mueve de aquí," yang berarti, "Orang asing yang makan cabai tidak akan pernah meninggalkan Peru."

7. Sichuan Hotpot

Makanan terpedas di dunia yang ke tujuh adalah Sichuan Hotpot. Sichuan Hotpot adalah sajian semangkuk kaldu yang dalam, merah, mengepul, dan menggelegak yang diresapi dengan cabai merah dan merica Sichuan kering utuh dan dipanaskan dengan hot plate.

Hidangan mentah mulai dari tahu, irisan tipis daging sapi, hingga sayuran seperti taoge dan bok choy disuguhkan untuk menemani kuahnya yang membara. Hot pot adalah makanan komunal, dan para penikmatnya diharuskan untuk mencelupkan makanan pilihan mereka ke dalam kaldu sampai masing-masing matang.

Sichuan Hotpot adalah jenis hidangan panas yang akan membuat mata berair, mulut terbakar, dan dahi berkeringat.

8. Griot

Makanan terpedas di dunia yang ke delapan adalah Griot. Griot adalah hidangan asal Haiti, berupa potongan daging babi lezat yang direndam dalam campuran jus jeruk, lemon, dan jeruk nipis bersama dengan cabai Scotch bonnet.

Pork griot adalah tentang asam dan bau. Setelah daging babi selesai dimasak, babi disajikan bersama pikliz, sayuran khas Haiti. Rasa pedas-asam adalah rasa favorit masyarakat Haiti, di mana sajian ini disajikan di hampir setiap rumah tangga, baik di acara santai maupun acara formal.

9. Doro wat

Makanan terpedas di dunia yang selanjutnya adalah Doro Wat. Bahan rahasia dalam rebusan Ethiopia yang ikonik ini adalah debere, campuran rempah-rempah pedas yang dibuat dengan menggabungkan cabai merah kering, paprika, cabai rawit, fenugreek, dan rempah-rempah lainnya.

Niter kibbeh, mentega khas Ethiopia yang dibumbui dengan bawang putih dan rempah-rempah lainnya, menambahkan dimensi lain dari rempah-rempah. Secangkir t'ej - anggur madu Ethiopia - sering ditambahkan ke bumbunya untuk menambahkan sentuhan manis.

Potongan ayam yang empuk dan berair, yang direbus dalam tumpukan bawang karamel, disajikan bersama injera kenyal dan telur rebus. Doro wat sering disediakan untuk acara-acara khusus, seperti hari raya atau ketika kerabat datang berkunjung.

10. Gaeng Tai Pla

Makanan terpedas di dunia yang terakhir dibahas di sini adalah Gaeng Tai Pla. Hidangan Thailand ini merupakan persilangan antara kari dan sup kental yang pedas. Dicintai oleh komunitas nelayan di Thailand selatan, dasar dari Gaeng Tai Pla adalah tai pla, saus asin yang terbuat dari acar kandung kemih ikan dan usus lainnya.

Cabai kering, bawang putih, lengkuas, terasi, dan kunyit adalah rempah-rempah yang nantiya akan memberikan rasa kaldu yang pedas dan tajam. Potongan daging ikan kering kadang-kadang juga dikombinasikan dengan sayuran hangat seperti terong, rebung, dan kacang panjang untuk meringankan beberapa bumbu dalam hidangan ini.

 

(mdk/edl)

Baca juga:
Cara Membuat Tongseng Sapi yang Enak dan Lezat, Mudah Dibuat
Makanan Pedas untuk Ibu Hamil, Pahami Dampaknya Sebelum Konsumsi
4 Resep Gudeg Mercon yang Enak dan Menggugah Selera, Mudah Dibuat
Resep Dendeng Balado ala Rumahan, Enak dan Menggugah Selera
5 Bahaya Makan Pedas Terlalu Sering yang Patut Diwaspadai, Kurangi Asupannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini