Peristiwa 16 Januari: Pertemuan Pertama Liga Bangsa-Bangsa di Paris

Peristiwa 16 Januari: Pertemuan Pertama Liga Bangsa-Bangsa di Paris
Bendera PBB. ©2016 google
JATIM | 16 Januari 2022 05:00 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Tanggal 16 Januari 1920 menandai pertemuan pertama dari sebuah organisasi internasional bernama Liga Bangsa-Bangsa. Liga Bangsa-Bangsa adalah sebuah organisasi yang bergerak pada bidang kerjasama internasional.

Liga Bangsa-Bangsa didirikan pada 10 Januari 1920, atas inisiatif kekuatan Sekutu yang menang pada akhir Perang Dunia I dan secara resmi dibubarkan pada 19 April 1946. Meskipun pada akhirnya tidak dapat memenuhi harapan para pendirinya, organisasi ini berperan penting dan menentukan dalam sejarah hubungan internasional.

Tujuan Liga Bangsa-Bangsa adalah untuk memelihara perdamaian universal dalam kerangka prinsip-prinsip dasar Pakta yang diterima oleh Anggotanya, yakni “untuk mengembangkan kerja sama antar bangsa dan untuk menjamin perdamaian dan keamanan mereka.”

Berikut penjelasan selengkapnya.

2 dari 3 halaman

Sejarah Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa

Liga Bangsa-Bangsa adalah sebuah organisasi kerja sama internasional yang didirikan pada 10 Januari 1920, atas prakarsa kekuatan Sekutu yang menang pada akhir Perang Dunia I. Dilansir dari britannica.com, Perang Dunia I menghasilkan kerugian-kerugian yang mengerikan tanpa adanya janji perdamaian.

Tuntutan publik yang terus meningkat membawa pada pencarian metode untuk mencegah penderitaan dan kehancuran terjadi kembali. Liga Bangsa-Bangsa lantas dibentuk dengan misi utama untuk menjaga perdamaian dunia. Organisasi ini didirikan pada 10 Januari 1920 setelah Konferensi Perdamaian Paris yang mengakhiri Perang Dunia Pertama.

Tujuan utama organisasi, sebagaimana dinyatakan dalam Kovenannya, adalah untuk mencegah perang melalui keamanan kolektif dan perlucutan senjata dan menyelesaikan perselisihan internasional melalui negosiasi dan arbitrase. Fokus lainnya adalah kondisi tenaga kerja, perlakuan adil terhadap penduduk asli, perdagangan manusia dan narkoba, perdagangan senjata, kesehatan global, tawanan perang, dan perlindungan minoritas di Eropa.

Kovenan Liga Bangsa-Bangsa ditandatangani pada tanggal 28 Juni 1919 sebagai Bagian I dari Perjanjian Versailles, dan menjadi efektif bersama dengan sisa Perjanjian pada tanggal 10 Januari 1920. Pertemuan pertama Dewan Liga berlangsung pada tanggal 16 Januari 1920.

3 dari 3 halaman

Perjalanan dan Keruntuhannya

Dilansir dari ungeneva.org, tahun-tahun pertama keberadaan Liga Bangsa-Bangsa ditandai dengan kesuksesan besar. Sesuai dengan ketentuan Pakta, beberapa perselisihan internasional seperti antara Swedia dan Finlandia, dan antara Yunani dan Bulgaria, mampu diselesaikan secara damai.

Perjanjian Locarno yang ditandatangani pada Oktober 1925, yang menandai dimulainya rekonsiliasi Prancis-Jerman, dipercayakan kepada Liga. Akibat langsungnya, Jerman, yang dikalahkan dan dikeluarkan dari Liga oleh Perjanjian Versailles pada tahun 1919, menjadi Anggota pada tahun 1926. Pada tahun 1929, delegasi dari Prancis, Aristide Briand, mengajukan kepada Majelis proyek politik pertama dari Eropa Serikat Federal.

Terlepas dari keberhasilan awal ini, Liga Bangsa-Bangsa tidak berhasil mencegah baik invasi Manchuria oleh Jepang, maupun aneksasi Ethiopia oleh Italia pada tahun 1936, maupun invasi Austria oleh Hitler pada tahun 1938. Ketidakberdayaan Liga Bangsa-Bangsa untuk mencegah konflik dunia lebih lanjut, keterasingan sebagian dari Negara-negara Anggotanya dan timbulnya perang itu sendiri, menambah kehancurannya sejak tahun 1940.

Namun bagaimanapun, kegagalan misi keamanan kolektif Liga Bangsa-Bangsa tidak boleh membuat sejarah mengabaikan keberhasilannya, yang sejak awal merupakan aspek sekunder dari tujuannya: kerjasama teknis internasional.

Di bawah naungannya, pada kenyataannya, sejumlah besar konferensi, komite antar pemerintah dan pertemuan para ahli diadakan di Jenewa, di berbagai bidang seperti kesehatan dan urusan sosial, transportasi dan komunikasi, urusan ekonomi dan keuangan dan kerjasama intelektual.

(mdk/edl)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami