5 Fakta Unik Jemaah Al Muhdlor di Tulungagung, Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal

5 Fakta Unik Jemaah Al Muhdlor di Tulungagung, Gelar Salat Idul Fitri Lebih Awal
JATIM | 22 Mei 2020 15:28 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Mayoritas muslim di Indonesia maupun ketetapan pemerintah menentukan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020. Meskipun demikian, biasanya ada sebagian umat muslim di Indonesia yang menggelar salat Idul Fitri sebelum ketentuan resmi tersebut.

Dikutip dari Antara (22/5), Jemaah Al Muhdlor yang berpusat di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriah pada hari ini, Jumat 22 Mei 2020.

1 dari 5 halaman

Dilaksanakan di Pusat Dakwah

fitri

©2015 Merdeka.com

Salat Idul Fitri digelar di Masjid Nur Muhammad di Desa Wates, yang selama ini menjadi pusat dakwah Al Muhdlor Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, jemaah yang mengikuti salat sekitar 40 orang.

"Kami hanya memantau dan mengamankan jalannya ibadah Salat Id untuk memastikan pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan," kata Kanit Binmas Polsek Sumbergempol, Aiptu Mujito, dikutip dari Antara.

2 dari 5 halaman

Jemaah dari Luar Daerah

ilustrasi salat berjamaah

ilustrasi Pinterest ©2020 Merdeka.com

Jemaah yang turut serta dalam Salat Idul Fitri itu tidak hanya berasal dari sekitar Desa Wates. Tetapi sebagian juga berasal dari luar daerah.

Sebelumnya, Jemaah Al Muhdlor juga melaksanakan ibadah puasa Ramadan dua hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Jadi mereka melakukan puasa Ramadan dalam jumlah hari yang sama dengan mayoritas muslim di Indonesia. Yakni 30 hari.

3 dari 5 halaman

Perayaan Lebaran

fitri

©2015 Merdeka.com

Serupa dengan tradisi NU di pedesaan, para pengikut ajaran Habib Sayyid Ahmad Bin Salim Al Muhdhor ini merayakan Lebaran pertama mereka dengan menggelar kenduri bersama. Setelah sebelumnya melakukan Salat Id yang dimulai pada pukul 05.30 WIB.

Salat Idul Fitri diimami langsung oleh Habib Hamid Bin Ahmad Al Muhdhor. Pengasuh pondok pesantren sekaligus putra almarhum Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdhor. Keluarga ini mengklaim memiliki garis turun langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

4 dari 5 halaman

Bukan Putusan Sembarangan

011 tantri setyorini

©Shutterstock

Habib Hamid menegaskan pelaksanaan Salat Id maupun puasa Ramadan lebih awal itu tidak diputuskan sembarangan.

"Sudah ada hitung-hitungannya berdasar petunjuk ahli Falaq. Keyakinan ini juga sudah diikuti jemaah Al Muhdhor sejak lama, sejak masa Habib Sayyid Ahmad bin Salim Al Muhdhor masih hidup," kata Habib Hamid, dikutip dari Antara.

5 dari 5 halaman

Tidak Berkenan Diliput Media

salat idul fitri di sejumlah negara

©AFP

Dikutip dari Antara, dirinya dan para jemaah yang menggelar Salat Idul Fitri lebih awal tidak berkenan diliput media.

"Ibadah itu urusan yang sangat pribadi. Kami ingin menjalani ibadah dengan tenang dan tidak perlu menjadi sorotan yang nantinya justru memicu perdebatan di masyarakat karena kami menjalani ibadah Salat Id lebih awal dibanding umat Islam pada umumnya," terangnya.

Menurut penjelasan Habib Hamid, penganut ajaran Al Muhdhor tidak hanya ada di Tulungagung dan sekitarnya. Tetapi juga tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan berjejaring hingga di Mesir, Timur Tengah.

(mdk/rka)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami