6 Bahaya Kafein bagi Kesehatan Tubuh, Jangan Konsumsi Berlebihan

6 Bahaya Kafein bagi Kesehatan Tubuh, Jangan Konsumsi Berlebihan
Ilustrasi kopi. boldsky.com
JATIM | 30 Desember 2021 18:15 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Bahaya kafein seringkali diabaikan oleh banyak orang. Kafein adalah zat pahit yang terkandung secara alami di lebih dari 60 tanaman seperti biji kopi, daun-daun teh, kacang kola yang digunakan untuk membumbui minuman ringan cola, dan buah kakao yang digunakan untuk membuat produk cokelat.

Ada juga kafein sintetis (buatan manusia), yang ditambahkan ke beberapa obat, makanan, dan minuman. Misalnya, beberapa obat pereda nyeri, obat flu, dan obat bebas untuk meningkatkan kewaspadaan mengandung kafein sintetis. Begitu juga minuman energi dan permen karet dan makanan ringan peningkat energi.

Kafein memiliki banyak efek pada metabolisme tubuh manusia. Kafein membantu merangsang sistem saraf pusat, yang dapat membuat tubuh merasa lebih terjaga dan memberi dorongan energi tambahan. Kafein juga membantu meningkatkan pelepasan asam di perut, yang terkadang menyebabkan sakit perut atau mulas.

Selain memiliki manfaat, kafein tentu juga memiliki bahaya atau efek samping jika dikonsumsi terlalu banyak. Dilansir dari healthline.com, berikut adalah beberapa bahaya kafein yang perlu diketahui. Jaga asupannya agar tetap moderat untuk menghindari efek-efek negatifnya.

2 dari 3 halaman

1. Tingkatkan Kecemasan

Bahaya kafein yang pertama adalah dapat meningkatkan rasa cemas pada diri seseorang. 1. Hal ini karena kafein bekerja dengan menghalangi efek adenosin, zat kimia otak yang membuat Anda merasa lelah. Pada saat yang sama, ini juga memicu pelepasan adrenalin, hormon "lawan-atau-lari" yang terkait dengan peningkatan energi.

Namun, pada dosis yang lebih tinggi, efek ini dapat menjadi lebih jelas, yakni menyebabkan kecemasan dan kegugupan. Faktanya, gangguan kecemasan akibat kafein adalah salah satu dari empat sindrom terkait kafein yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association.

2. Sebabkan Insomnia

Bahaya kafein yang kedua adalah dapat menyebabkan insomnia. Kemampuan kafein untuk membantu orang tetap terjaga adalah salah satu daya tariknya yang paling populer. Di sisi lain, terlalu banyak kafein dapat membuat Anda sulit untuk mendapatkan cukup tidur.

Anda mungkin tidak menyadari bahwa terlalu banyak kafein dapat mengganggu jadwal tidur terutama jika Anda meremehkan jumlah kafein yang dikonsumsi. Dan, meskipun kopi dan teh adalah sumber kafein yang paling pekat, namun kafein juga ditemukan dalam soda, kakao, minuman energi, dan beberapa jenis obat. Maka, penting untuk memperhatikan jumlah dan waktu konsumsi kafein untuk mengoptimalkan tidur Anda.

3. Masalah Pencernaan

Bahaya kafein yang ketiga adalah dapat menimbulkan masalah pencernaan. Banyak orang yang menemukan bahwa mengonsumsi secangkir kopi di pagi hari dapat membantu memperlancar buang air. Efek pencahar kopi telah dikaitkan dengan pelepasan gastrin, hormon yang diproduksi perut yang mempercepat aktivitas di usus besar. Terlebih lagi, kopi tanpa kafein telah terbukti menghasilkan respons serupa.

Namun, kafein itu sendiri tampaknya juga merangsang pergerakan usus dengan meningkatkan peristaltik, kontraksi yang menggerakkan makanan melalui saluran pencernaan Anda. Mengingat efek ini, tidak mengherankan bahwa dosis besar kafein dapat menyebabkan mencret atau bahkan diare pada beberapa orang.

3 dari 3 halaman

4. Kerusakan Otot

Bahaya kafein yang ke empat adalah dapat menyebabkan kerusakan otot. Rhabdomyolysis adalah kondisi yang sangat serius di mana serat otot yang rusak memasuki aliran darah, menyebabkan gagal ginjal dan masalah lainnya. Penyebab umum rhabdomyolysis adalah trauma, infeksi, penyalahgunaan obat, ketegangan otot dan gigitan ular atau serangga berbisa.

Selain itu, ada beberapa laporan rhabdomyolysis terkait dengan asupan kafein yang berlebihan, meskipun ini relatif jarang. Untuk mengurangi risiko rhabdomyolysis, yang terbaik adalah membatasi asupan Anda hingga sekitar 250 mg kafein per hari, kecuali jika Anda terbiasa mengonsumsi lebih banyak.

5. Efek Ketagihan

Bahaya kafein yang kelima adalah dapat menimbulkan efek ketagihan. Terlepas dari semua manfaat kesehatan kafein, tidak dapat disangkal bahwa kafein dapat menjadi pembentuk kebiasaan.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun kafein memicu bahan kimia otak tertentu yang mirip dengan cara kokain dan amfetamin, ia tidak menyebabkan kecanduan klasik seperti yang dilakukan obat-obatan.

Namun, hal ini dapat menyebabkan ketergantungan psikologis atau fisik, terutama pada dosis tinggi. Selain itu, frekuensi asupan kafein tampaknya berperan dalam ketergantungan.

6. Jantung Berdebar-Debar

Bahaya kafein yang ke enam adalah dapat meningkatkan debaran jantung. Efek stimulasi dari asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan jantung Anda berdetak lebih cepat. Ini juga dapat menyebabkan perubahan ritme detak jantung, yang disebut fibrilasi atrium, yang banyak terjadi pada orang muda yang mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein dosis sangat tinggi.

Namun, efek ini tampaknya tidak terjadi pada semua orang. Memang, bahkan beberapa orang dengan masalah jantung mungkin dapat mentolerir kafein dalam jumlah besar tanpa efek samping. Terlepas dari hasil studi yang beragam, jika Anda melihat adanya perubahan pada detak jantung atau ritmenya setelah minum minuman berkafein, pertimbangkan untuk mengurangi asupannya.

(mdk/edl)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami