6 Nutrisi Ibu Hamil yang Penting untuk Dipenuhi, Efektif Jaga Kesehatan

6 Nutrisi Ibu Hamil yang Penting untuk Dipenuhi, Efektif Jaga Kesehatan
ilustrasi ibu hamil. © livescienceglobal.com
JATIM | 12 Mei 2022 15:53 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil adalah hal penting yang harus dilakukan. Tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk kesehatan yang baik seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak, dan serat.

Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil yang tidak dapat dibuat oleh tubuh. Selain vitamin D yang diproduksi oleh kulit dari sinar matahari, sebagian besar vitamin yang Anda butuhkan berasal dari makanan.

Suplemen makanan adalah obat pelengkap yang mengandung nutrisi yang dapat mengisi kekurangan (celah) dalam diet Anda. Contohnya termasuk multivitamin, mineral tunggal, kapsul minyak ikan dan suplemen herbal.

Pemenuhan nutrisi yang baik selama masa kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Anda perlu mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi dan juga kebutuhan Anda sendiri.

Saat hamil, Anda membutuhkan lebih banyak nutrisi, termasuk protein, folat, yodium, zat besi, dan beberapa vitamin. Berikut beberapa nutrisi ibu hamil yang wajib dipenuhi, melansir dari pregnancybirthbaby.org.au dan marchofdimes.org.

2 dari 4 halaman

1. Asam Folat

Nutrisi ibu hamil pertama yang wajib dipenuhi asupannya adalah asam folat. Asam folat adalah vitamin B yang dibutuhkan setiap sel dalam tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.

Mengonsumsi asam folat sebelum dan selama awal kehamilan dapat membantu mencegah cacat lahir pada otak dan tulang belakang yang disebut cacat tabung saraf (juga disebut NTD).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat dapat membantu mencegah cacat jantung dan cacat lahir di mulut bayi. Sebelum hamil, konsumsilah suplemen vitamin dengan 400 mcg asam folat setiap hari.

2. Zat Besi

Nutrisi ibu hamil kedua yang patut dijaga asupannya adalah zat besi. Besi adalah mineral. Tubuh menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin, protein yang membantu membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Anda membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak selama kehamilan daripada sebelum kehamilan. Tubuh juga membutuhkan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah sehingga dapat membawa oksigen ke bayi Anda. Bayi membutuhkan zat besi untuk membuat darahnya sendiri.

Selama kehamilan, Anda membutuhkan 27 miligram zat besi setiap hari. Sebagian besar vitamin prenatal memiliki kadar jumlah ini. Anda juga bisa mendapatkan zat besi dari makanan. Sumber zat besi yang baik meliputi:

  • Daging tanpa lemak, unggas, dan makanan laut
  • Sereal, roti, dan pasta yang ditambahkan zat besi (periksa dulu label kemasan)
  • Sayuran berdaun hijau
  • Kacang-kacangan, kismis dan buah kering

Makanan yang mengandung vitamin C juga dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap tubuh. Untuk itu, ada baiknya Anda makan makanan seperti jus jeruk, tomat, stroberi, dan jeruk bali setiap hari.

Sementara itu, kalsium (dalam produk susu seperti susu) dan kopi, teh, kuning telur, serat, dan kedelai dapat menghalangi tubuh Anda menyerap zat besi.

Cobalah untuk menghindari ini saat Anda sedang dalam program makan makanan kaya zat besi. Kekurangan zat besi selama masa kehamilan dapat menimbulkan infeksi, anemia, kelelahan, dan lahir prematur.

3 dari 4 halaman

3. Kalsium

Nutrisi ibu hamil ketiga yang perlu dijaga asupannya adalah kalsium. Kalsium merupakan mineral yang membantu perkembangan tulang, gigi, jantung, otot, dan saraf bayi. Selama kehamilan, Anda membutuhkan 1.000 miligram kalsium setiap harinya.

Anda bisa mendapatkan jumlah ini dengan mengonsumsi vitamin prenatal dan makan makanan yang mengandung banyak kalsium. Sumber kalsium yang baik meliputi susu, keju, yogurt, brokoli, kale, dan jus jeruk yang mengandung kalsium (periksa label kemasan).

Jika Anda tidak mendapatkan cukup kalsium selama kehamilan, tubuh akan mengambilnya dari tulang dan memberikannya kepada bayi. Hal ini dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti osteoporosis, di kemudian hari. Osteoporosis adalah penyebab utama tulang menjadi tipis dan mudah patah.

4. Vitamin D

Nutrisi ibu hamil yang kelima adalah vitamin D. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Vitamin ini juga membantu kerja saraf, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan bertugas untuk melindungi tubuh Anda dari infeksi. Vitamin D membantu pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Selama kehamilan, Anda membutuhkan 600 IU (unit internasional) vitamin D setiap hari. Anda bisa mendapatkan jumlah ini dari makanan atau vitamin prenatal. Sumber vitamin D yang baik meliputi ikan berlemak seperti salmon, serta susu dan sereal yang mengandung vitamin D (periksa dulu label kemasan).

4 dari 4 halaman

5. DHA

Nutrisi ibu hamil yang kelima dan tak kalah penting adalah DHA. Docosahexaenoic acid (DHA) adalah sejenis lemak (disebut asam lemak omega-3) yang membantu pertumbuhan dan perkembangan. Selama kehamilan, Anda membutuhkan DHA untuk membantu otak dan mata bayi agar terus berkembang.

Tidak semua vitamin prenatal mengandung DHA, jadi tanyakan kepada dokter kandungan apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen DHA atau tidak. Selama kehamilan, dianjurkan agar wanita makan 8 sampai 12 ons makanan laut rendah merkuri setiap minggu.

Sumber DHA yang baik meliputi ikan salmon, trout, teri, halibut, lele, udang, dan nila. Di samping itu, ada juga jus jeruk, susu dan telur yang mengandung DHA.

6. Yodium

Nutrisi ibu hamil yang terakhir adalah yodium. Yodium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membuat hormon tiroid, yakni hormon yang membantu tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari makanan.

Anda membutuhkan yodium selama kehamilan untuk membantu sistem saraf bayi agar berkembang. Sistem saraf (otak, sumsum tulang belakang, dan saraf) membantu bayi Anda bergerak, berpikir, dan merasakan.

Selama kehamilan, dibutuhkan 220 mikrogram yodium setiap hari. Tidak semua vitamin prenatal mengandung yodium, jadi pastikan Anda mengonsumsi makanan yang mengandung yodium.

Sumber yodium yang baik di antaranya adalah ikan, susu, keju, yogurt, sereal dan roti yang diperkaya atau diperkaya, serta garam beryodium (garam dengan yodium ditambahkan ke dalamnya). (mdk/edl)

Baca juga:
7 Makanan Penambah Darah untuk Ibu Hamil, Bantu Hindari Anemia
7 Manfaat Jagung Rebus untuk Kesehatan, Nutrisi Hebat untuk Ibu Hamil
Cara Mengatasi Morning Sickness pada Awal Kehamilan, Lakukan Hal-Hal Berikut Ini
Manfaat Gerakan Sholat untuk Ibu Hamil, Tingkatkan Kecerdasan Janin
7 Makanan yang Mengandung Kalsium untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Aman Dikonsumsi
10 Makanan Penyubur Kandungan dan Sperma, Ketahui Manfaat Kandungannya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini