Apa Itu Valentine, Berikut Sejarah dan Asal Usulnya yang Menarik Diketahui

Apa Itu Valentine, Berikut Sejarah dan Asal Usulnya yang Menarik Diketahui
Cokelat Valentine. ©pexels
JATIM | 14 Februari 2022 11:15 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Menarik untuk mengetahui apa itu Valentine karena saat ini, orang-orang di seluruh dunia sedang merayakannya. Ya, hari Valentine jatuh tepat pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Dan momen ini dirayakan dengan suka cita oleh banyak orang dari berbagai belahan bumi.

Hari Valentine identik dengan hari kasih sayang. Di berbagai tempat di seluruh dunia, permen, bunga, dan hadiah dipertukarkan antara orang yang dicintai, baik itu pasangan, sahabat, adik atau kakak, dan sanak keluarga lainnya.

Semua hal tersebut dilakukan atas nama St. Valentine. Tetapi siapakah santo misterius ini dan dari mana tradisi-tradisi hari Valentine ini berasal? Mari cari tahu tentang apa itu Valentine serta makna dan sejarahnya, dilansir dari history.com dan britannica.com.

2 dari 4 halaman

Mengenal Apa Itu Valentine

Berikut apa itu Valentine beserta sejarahnya. Hari Valentine, yang juga disebut Hari St. Valentine, adalah perayaan kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Hari Valentine identik dengan sepasang kekasih yang mengekspresikan kasih sayang mereka dengan salam serta hadiah.

Diketahui bahwa hari Valentine berasal dari festival Romawi Lupercalia, yang diadakan pada pertengahan Februari. Festival ini merayakan datangnya musim semi, termasuk upacara kesuburan dan pemasangan undian antara wanita dengan pria.

ilustrasi valentine
kcpinternational.com

Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I melarang perayaan Lupercalia dan konon menggantinya dengan Hari St. Valentine. Tetapi, asal mula sebenarnya dari hari perayaan ini masih belum terlalu jelas. Valentine tidak serta merta dirayakan sebagai hari yang romantis sampai sekitar abad ke-14. 

Lantas, apa itu Valentine yang sebenarnya dan dari mana Hari Valentine berasal? Sejarah hari ini dan kisah santo pelindungnya seolah selalu terselubung misteri. Anda pasti tahu bahwa Februari telah lama dirayakan sebagai bulan yang romantis, dan Hari St. Valentine, seperti yang dikenal sekarang, mengandung sisa-sisa tradisi Kristen dan Romawi kuno.

Tetapi siapakah Santo Valentine itu, dan bagaimana dirinya sampai dikaitkan dengan ritus kuno ini?

3 dari 4 halaman

Legenda Santo Valentine

Apa itu Valentine, berawal dari seseorang. Gereja Katolik mengakui setidaknya tiga orang kudus berbeda yang bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir. Dari beberapa martir Kristen bernama Valentine ini, hari Valentine kemungkinan besar diambil dari nama seorang imam yang menjadi martir sekitar tahun 270 M oleh kaisar Claudius II Gothicus di Roma.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang akan menjadi prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan para pria-pria muda. Valentine, menyadari ketidakadilan dekrit ini, menentang Claudius dan terus melakukan pernikahan untuk para pasangan kekasih muda secara rahasia.

Ketika tindakan Valentine yang melanggar hukum ini diketahui, Claudius memerintahkan agar Valentine dihukum mati. Menurut legenda, imam Valentine menandatangani surat dengan kata-kata "from your Valentine", sebuah ekspresi yang masih digunakan sampai sekarang, kepada putri sipir yang telah berteman dengannya.

Catatan lain menyatakan bahwa Valentine yang dimaksud adalah seorang uskup bernama St. Valentine dari Terni, meskipun ada kemungkinan bahwa kedua orang kudus ini sebenarnya adalah satu orang yang sama. Legenda umum menyatakan bahwa St. Valentine menentang perintah kaisar dan diam-diam menikahkan pasangan untuk menyelamatkan para suami dari perang. Karena alasan inilah hari Valentine lantas dikaitkan dengan hari perayaan cinta.

4 dari 4 halaman

Asal Usul Hari Valentine: Festival Pagan di bulan Februari

Selain kisah tentang St. Valentine, ada klaim lain yang lebih kuno tentang asal usul apa itu Valentine yang sebenarnya. Hari Valentine di bulan Februari adalah upaya untuk "mengkristenkan" perayaan pagan Lupercalia. Dirayakan pada ides Februari, atau 15 Februari, Lupercalia adalah festival kesuburan yang didedikasikan untuk Faunus, dewa pertanian Romawi, serta pendiri Romawi Romulus dan Remus.

Pada permulaan festival, anggota Luperci atau ordo pendeta Romawi akan berkumpul di sebuah gua suci di mana bayi Romulus dan Remus, pendiri Roma, diyakini dirawat oleh serigala betina. Para imam akan mengorbankan seekor kambing untuk kesuburan, dan seekor anjing untuk pemurnian.

Mereka kemudian akan mengupas kulit kambing menjadi potongan-potongan, mencelupkannya ke dalam darah dan turun ke jalan, dengan lembut menampar baik wanita maupun ladang tanaman dengan kulit kambing berlumuran darah tersebut. Jauh dari rasa takut, wanita Romawi akan menyambut baik sentuhan kulit kambing itu karena dipercaya bisa membuat mereka lebih subur di tahun mendatang.

Di kemudian hari, menurut legenda, semua wanita muda di kota itu akan memasukkan nama mereka ke dalam guci besar. Dan, para bujangan kota masing-masing akan memilih nama dan dipasangkan dengan wanita pilihannya pada tahun itu. Peristiwa ini seringkali diakhiri dengan pernikahan. (mdk/edl)

Baca juga:
Ucapan Valentine untuk Sahabat dalam Bahasa Inggris dan Artinya, Untuk Sesama Jomblo
Kisah Lupercalia, Perayaan Penuh Kekerasan Seksual Disebut Asal Usul Hari Valentine
Mengenal Valentine dan White Day, Tradisi Hari Kasih Sayang Unik yang Ada di Jepang
Merayakan Valentine 14 Februari bagi Umat Islam Hukumnya Haram, Pahami Sebabnya
Penampakan Hati Raksasa di Tengah Hutan Inggris

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami