Berawal dari Kepedulian Sosial, Startup Asal Jawa Timur Ini Isinya Anak Muda Semua

Berawal dari Kepedulian Sosial, Startup Asal Jawa Timur Ini Isinya Anak Muda Semua
JATIM | 15 Februari 2020 14:00 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Dua anak muda asal Jawa Timur ini perlu lebih luas lagi dikenal publik. Pasalnya, keduanya bukan anak muda biasa. Mereka mendirikan rintisan usaha atau yang lebih kita kenal dengan sebutan startup. Bermula dari keresahan masing-masing mengenai kondisi sekitar, muncullah ide untuk membuat startup.


Menariknya, startup yang mereka dirikan tidak bermotif utama untuk mencari keuntungan finansial. Di tengah tuntutan dan gaya hidup anak muda yang serba tanggung, mereka berani menempuh jalur terjal mewujudkan mimpinya. Kedua startup itu bermula dari kepedulian masing-masing terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi di masyarakat.


Reblood, sebuah aplikasi donor darah yang dilatarbelakangi oleh adanya kekurangan stok darah di PMI. Beberapa masalah teknis lain yang menyebabkan para pendonor dan PMI tidak terhubung juga menjadi motif dari digagasnya startup ini.

Sementara Riliv diciptakan atas kepedulian mengenai kesehatan mental yang sekarang ini menjadi salah satu isu yang sering dibicarakan publik. Di Indonesia sendiri, gangguan terhadap kesehatan mental tidak sedikit jumlahnya.

1 dari 2 halaman

Reblood, Menghubungkan Pendonor dengan PMI

Berdiri pada tahun 2015, startup ini digagas dengan alasan menjadikan Indonesia lebih baik dengan menyelamatkan lebih banyak nyawa melalui kegiatan donor darah. Harapannya, tidak ada lagi orang yang meninggal karena terlambat mendapat transfusi darah. Reblood berambisi menjadi jembatan penghubung antara para pendonor dengan PMI.

kampanye reblood

2020 Merdeka.com/indorelawan.org


Lahir pertama kali di Surabaya, startup ini berkantor utama di ibukota provinsi Jawa Timur itu. Surabaya juga menjadi inkubator bagi Reblood. Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bahkan menjadi salah satu mentor bagi pengembangan startup Reblood.


Kini, Reblood berkantor di Surabaya dan Jakarta. Reblood terus mengupayakan supaya tidak ada stok darah kosong di kedua kota tersebut. Ke depan, Reblood ingin bisa berada di semakin banyak kota di Indonesia guna hadir sebagai solusi atas kekurangan darah yang mungkin terjadi.


Leonika Sari Njoto Boedioetomo, 26 tahun, ialah sosok di balik berdirinya Reblood. Kombinasi antara kepeduliannya tentang keterbatasan stok darah di PMI dan latar belakangnya di bidang sistem informasi membuat ia merasa perlu menjadi salah satu penyedia solusi. Muncullah Reblood yang mengakomodasi kedua hal tersebut.

tampilan website rebloodcom

2020 Merdeka.com/reblood.com


Melalui berbagai kampanye di media sosial dan pembaruan terus menerus pada aplikasinya, Reblood berharap bisa membantu pemenuhan kebutuhan darah di Surabaya dan Jakarta. Reblood lebih fokus menyasar anak muda yang notabene tidak pernah lepas dari dunia digital.

2 dari 2 halaman

Riliv, Menuju Masyarakat Indonesia Peduli Kesehatan Mental

Isu mengenai kesehatan mental belakangan ini kian santer dibicarakan. Di tengah kehidupan yang melaju cepat berkat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, potensi gangguan kesehatan mental juga mengancam masyarakat. Gangguan kesehatan mental bisa sama berbahayanya dengan gangguan kesehatan fisik. Oleh karena itu, perlu ada perhatian dan solusi serius terhadap permasalahan ini.

para psikologi riliv

2020 Merdeka.com/riliv.co

Riliv menangkap fenomena sosial tersebut. Startup asal Jawa Timur ini berambisi menjadi one stop application kesehatan mental. Melalui aplikasi ini, diharapkan masyarakat bisa memperoleh bantuan meditasi secara online. Mulai dari pencegahan gangguan mental sampai mengatasi gangguan psikologis yang sudah dialami.

Audrey Maximillian Herli, 28 tahun, merupakan sosok di balik terciptanya Riliv. Alumnus Sistem Informasi Universitas Airlangga (Unair) itu dibantu dua rekannya, Audy Christoper Herli dan Fachrian Anugerah untuk merancang aplikasi Riliv. Ketiga pemuda itu tidak ada yang berlatar belakang psikologi, namun hal itu tidak membuat mereka menyerah.

tampilan website riliv

2020 Merdeka.com/riliv.co

Riliv dibentuk sebagai aplikasi kesehatan mental terpadu yang terdiri dari meditasi online dan konseling psikologi daring. Pengguna bisa melakukan meditasi atau konseling di mana dan kapan saja. Aplikasi ini juga menggunakan instruksi berbahasa Indonesia guna memudahkan para penggunanya.

Reblood dan Riliv menjadi bukti bahwa anak muda bisa menjadi penggerak dan turut menyumbangkan kebaikan bagi kehidupan bermasyarakat. Kuncinya ialah kepedulian sosial, selain tentu saja sinergi, baik antarorang yang memiliki keahlian tertentu maupun dengan pemerintah dan masyarakat.

(mdk/rka)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami