Bikin Kagum, Ini Prinsip Penghulu Asal Malang Viral karena Pesan Pernikahan Menyentuh

Bikin Kagum, Ini Prinsip Penghulu Asal Malang Viral karena Pesan Pernikahan Menyentuh
Anas Fauzi, penghulu viral karena pesan pernikahan menyentuh. ©2021 Merdeka.com/kemenag.go.id
JATIM | 9 September 2021 10:59 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Anas Fauzi, seorang penghulu yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur mencuri perhatian warganet lantaran pesan-pesan pernikahan yang menyentuh. Belakangan, potongan video penghulu Anas saat menikahkan pasangan beredar luas di berbagai media sosial.

Bahkan, penghulu yang berpembawaan jenaka itu juga mencuri perhatian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Gus Yaqut, panggilan akrab Menteri Agama, membagikan potongan video penghulu Anas yang lucu dan sarat pesan moral.

Dalam video yang telah ditonton ribuan kali tersebut, tampak penghulu Anas memberikan pesan menyentuh kepada pengantin baru yang ia nikahkan. Beberapa saksi pernikahan tampak menitikan air mata. Sementara mata mempelai pria pun tampak berkaca-kaca.

2 dari 4 halaman

Tak Menyangka

"Alhamdulillah saya benar-benar tidak menyangka video itu sampai dibagikan oleh Gus Yaqut. Padahal saya hanya menjalankan tugas dan diniatkan karena Allah SWT," tutur Anas Fauzi, dikutip dari akun Instagram @mediainformasiorangtubanjatim, Rabu (8/9/2021).

Ia menanggapi videonya yang viral terjadi lantaran rida Allah SWT. Suatu saat nanti, imbuh dia, InsyaAllah penghulu-penghulu lain juga akan mendapatkan mendapat kesempatan serupa.

3 dari 4 halaman

Ibadah

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Media Informasi Orang Tuban (@mediainformasiorangtubanjatim)

Setiap melayani akad nikah, penghulu Anas selalu memberikan pesan pernikahan kepada kedua mempelai. Baginya, memberi pesan pernikahan merupakan sala satu bentuk ibadah yang bertujuan membentuk lingkungan keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Sudah 12 tahun Anas melakoni profesi sebagai penghulu. Selama itu pula tidak pernah terbersit dalam pikirannya untuk membanding-bandingkan pasangan pernikahan dalam memberikan pesan pernikahan. Menurutnya, siapapun berhak menerima pesan moral.

"Kita di KUA kan ada yang namanya bimwin atau bimbingan perkawinan. Itu untuk internal. Tapi di sisi lain, kita juga melakukan siraman rohani yang bisa didengarkan dua pengantin, saksi, hingga masyarakat. Jadi, kita tidak membeda-bedakan,” ungkap pria berusia 51 tahun itu.

4 dari 4 halaman

Terus Belajar

Pengalamannya bertugas di delapan kecamatan membuat penghulu Anas menjadi pribadi yang terus belajar. Baginya, pengalaman tidak bisa dibeli dengan apa pun.

"Terima kasih saya sampaikan kepada Pak Menteri, Kakanwil Jatim, Kakankemenag Kota Malang dan semua pihak atas bimbingan kepada saya. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih atas perhatian dari Bimas Islam Pusat," pungkasnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami