Bikin Salah Fokus, Warganet Komentari Metode Isi Bensin Sendiri di SPBU Surabaya

Bikin Salah Fokus, Warganet Komentari Metode Isi Bensin Sendiri di SPBU Surabaya
Ilustrasi SPBU Pertamina. ©2021 Merdeka.com/pertaminaretail.com
JATIM | 3 Desember 2021 13:05 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Akun Instagram @aslisuroboyo membagikan sebuah video dari TikTok @dawinyanina yang memperlihatkan seorang perempuan tengah mengisi bahan bakar sendiri di SPBU Mastrip di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Koen setuju gak ngisi bensin dewe iki diterapno nang kabeh Suroboyo? Yaopo menurutmu? (Kamu setuju nggak metode mengisi bensin sendiri diterapkan di seluruh SPBU di Surabaya? Gimana pendapatmu?” tulis @aslisuroboyo, Rabu (1/12/2021).

Sejak diunggah dua hari lalu, pertanyaan yang dilempar akun Instagram @aslisuroboyo tentang SPBU Self Service ini ramai dikomentari warganet.

2 dari 3 halaman

Komentar Warganet

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh ASLI SUROBOYO | VISIT SURABAYA (@aslisuroboyo)

Warganet menuliskan komentar beragam merespons pertanyaan mengenai metode mengisi bahan bakar sendiri di SPBU. Banyak di antara mereka menyatakan tidak setuju SPBU Self Service atau Swalayan diterapkan di seluruh Kota Surabaya.

Gak usah, malah ngurangin tenaga kerja,” komentar @mamaannm.

Suwi-suwi kongkon nambang minyak dewe (Lama-lama disuruh menambang minyak sendiri),” tulis pemilik akun Instagram @hrdnfbrn.

Gak, westalah, ojok kakehan gaya masyarakatmu durung siap (Nggak, sudahlah, jangan kebanyakan gaya, masyarakatmu belum siap),” komentar akun bernama @raka_oconner.

Tidak, kasihan motong lapang pekerjaan orang. Udah pandemi susah cari kerja pula,” tulis @yaraxsoe.

Di Malang SPBU Dinoyo sudah diterapkan ambil sendiri, akibatnya antrean panjang,” komentar @adityadanyandrianto.

Kasian kalau konsumennya udah sepuh, ibu-ibu yang gendong anak pasti lebih ribet,” tulis @zain0.6.

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Setuju SPBU Self Service dengan Syarat Tertentu

Di sisi lain, ada pula yang menyatakan setuju namun dengan prasyarat tertentu.

“Setujuh lek roto... Lek motor tok mending gak usah (Setuju kalau sama rata, kalau motor saja mending tidak usah),” tulis @supatmo.

Seorang warganet lain menceritakan pengalamannya menggunakan layanan SPBU Swalayan di kota lain.

“Di Tangerang sudah hampir diterapin seperti ini, alhasil makin cepet kok gak sampe antre panjang malah,” komentar pemilik akun Instagram @ichafrita.

 

(mdk/rka)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami