Menikmati Bubur Muhdor Tuban, Cita Rasa Timur Tengah yang Hanya Ada Saat Ramadan

Menikmati Bubur Muhdor Tuban, Cita Rasa Timur Tengah yang Hanya Ada Saat Ramadan
JATIM | 3 Mei 2020 10:45 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Warga keturunan Arab di Tuban, Jawa Timur memiliki tradisi khusus ketika bulan Ramadan. Mereka biasa memasak Bubur Muhdor untuk dibagikan kepada masyarakat.

Nama Bubur Muhdor diambil dari nama masjid setempat, tempat di mana dilakukan kegiatan memasak dan membagi-bagikan bubur. Bubur Muhdor sendiri memiliki cita rasa khas Timur Tengah.

1 dari 5 halaman

Dibagikan Gratis

bubur muhdor tuban

©2020 Merdeka.com/beritabojonegoro.com

Setiap tahun, agenda memasak dan membagikan Bubur Muhdor tidak pernah absen dilaksanakan. Sajian ini sangat diminati warga. Setiap hari, di lingkungan Masjid Muhdor di Jalan Pemuda Tuban selalu banyak warga yang mengantre untuk mendapatkan Bubur Muhdor.

Bubur bercita rasa Timur Tengah itu dibagikan gratis kepada warga yang datang sebagai menu berbuka puasa. Di kalangan masyarakat Tuban, nama Bubur Muhdor sudah sangat dikenal.

2 dari 5 halaman

Tradisi Turun-Temurun Sejak 1937

bubur muhdor tuban

©2020 Merdeka.com

Dikutip dari berbagai sumber, Bubur Muhdor dibuat pertama kali pada tahun 1937. Bubur ini hanya ada ketika bulan suci Ramadan dan tidak bisa dijumpai di bulan-bulan lainnya. Membuat Bubur Muhdor merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan karena dianggap baik.

Bubur Muhdor dimasak oleh jemaat Masjid Muhdor di Kelurahan Kutorejo, Kecataman Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Bubur ini memiliki cita rasa gulai kambing khas jazirah Arab.

Pada mulanya, Bubur Muhdor dibuat untuk dibagikan sebagai sajian buka puasa kepada masyarakat tidak mampu. Seiring berkembangnya waktu, bubur ini dibagikan kepada lebih banyak kalangan.

3 dari 5 halaman

Ciri Khas

bubur muhdor tuban

©2020 Merdeka.com/Youtube blokTuban TV

Ciri khas dari Bubur Muhdor ini juga tampak sejak dalam pembuatannya. Proses memasak Bubur Muhdor dilakukan oleh para laki-laki keturunan Arab. Aktivitas memasak Bubur Muhdor dimulai dari pukul 14.00 WIB di lingkungan Masjid Muhdor, Tuban.

Para laki-laki ini secara bergantian mengaduk bubur yang sedang dimasak. Selanjutnya, setiap pukul 17.00 WIB, warga sudah mengantre di lingkungan masjid untuk mendapatkan Bubur Muhdor. Bubur ini diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik masyarakat yang tidak mampu, maupun masyarakat lain yang menginginkan bubur tersebut.

4 dari 5 halaman

Banyak yang Ketagihan

bubur muhdor tuban

©2020 Merdeka.com/Youtube blokTuban TV

Banyak warga yang rela mengantre demi bisa menikmati sajian legendaris asal Tuban itu. Bahkan, di antara mereka ada yang setiap kali bulan puasa pasti datang mengantre untuk mendapatkan Bubur Muhdor.

5 dari 5 halaman

Cara Membuat

rempah rempah

©2020 Merdeka.com

Cara membuat Bubur Muhdor terbilang sederhana. Beras dicampur dengan air. Kemudian dimasukkan ke dalam kuali kuningan besar yang diletakkan di atas tungku api. Ketika beras mulai melunak dimasukkan rempah-rempah, semacam bumbu gulai, yang sebelumnya sudah dicampur dengan santan kelapa dan daging kambing.

Rempah-rempah, bumbu, dan daging kambing yang diracik oleh jemaat perempuan Masjid Muhdor inilah yang menciptakan cita rasa ala jazirah Arab. Rata-rata untuk memasak Bubur Muhdor dibutuhkan sekitar 20 butir kelapa dan 30 kilogram beras per harinya.

(mdk/rka)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami