Dari Inul sampai Via Vallen, Ini 3 Pedangdut Asal Jawa Timur yang Kini Makin Populer

Dari Inul sampai Via Vallen, Ini 3 Pedangdut Asal Jawa Timur yang Kini Makin Populer
Pedangdut Asal Jawa Timur. ©2020 Merdeka.com/Dream.co.id dan Instagram Via Vallen
JATIM | 11 Februari 2020 14:36 Reporter : Rizka Nur Laily Muallifa

Merdeka.com - Jawa Timur kiranya patut disebut sebagai daerah dengan banyak potensi. Tak terkecuali di jagat hiburan. Di kancah hiburan tanah air, tidak sedikit orang Jawa Timur yang berbakat dan melegenda. Siapa sangka, sederet nama yang malang melintang dan menyemarakkan dunia hiburan tanah air ialah putra-putri asli Jawa Timur.

Kita dengan mudah melacak siapa saja tokoh publik atau artis terkenal yang lahir dan besar di Jawa Timur. Kita barangkali akan tercengang bahwa ternyata begitu banyak nama yang muncul ketika kita mengetikkan kalimat “artis asal Jawa Timur” di pencarian google. Kali ini Merdeka ingin fokus membahas para penyanyi perempuan asal Jawa Timur.

Dunia musik, khususnya dangdut ialah dunia yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Dangdut menjadi hiburan atau bahkan terapi bagi masyarakat. Mendengar atau bermain musik dangdut dapat membuat kita merasakan berbagai pengalaman. Dangdut bisa membuat kita senang, bergembira, sedih, atau bahkan marah dengan cara yang jenaka.

2 dari 4 halaman

Via Vallen

Nama Via Vallen tentu sudah sangat familiar di dunia dangdut saat ini, termasuk bagi generasi milenial. Pedangdut bernama asli Maulia Octavia itu lahir di Surabaya pada 1 Oktober 1991. Usianya masih terbilang muda sebagai seorang bintang yang dikenal di seluruh penjuru Indonesia.

via vallenInstagram.com/viavallen

Via Vallen memulai kariernya di dunia music dangdut sejak usia 15 tahun. Nama Via Vallen melejit berkat lagu Sayang yang dirilis pada tahun 2017. Sampai tulisan ini dibuat, video resmi lagu Sayang sudah ditonton oleh hampir 200 ribu juta pasang mata.

Di tahun 2018, Via menyanyikan theme song Asian Games Meraih Bintang dengan cirinya yang khas. Kini, ia telah memiliki fanbase bernama Vyanisty yang selalu setia hadir di panggung-panggung Via Vallen di berbagai kota.

Single yang sudah dikeluarkan Via Vallen yaitu Selingkuh (2014), Secawan Madu (2016), Sakit Sakit Hatiku (2017), Sayang (2017), Jejakmu (2017), Pak Polisi (2018), Bojo Galak (2018), Sempurnakan langkahku (Religi dari album kompilasi Ramadhan Penuh Cinta) (2018), Jerit Atiku (2018), Meraih Bintang (2018) yang jadi lagu tema Asian Games 2018, dan terbaru Di Sana Menanti Di Sini Menunggu (2019).

3 dari 4 halaman

Dewi Perssik

Bernama asli Dewi Murya Agung, penyanyi yang akrab disapa Depe itu lahir di Jember, 16 Desember 1985. Perjalanan karir menyanyinya tidak mulus. Ia pernah mengalami pelecehan seksual ketika sedang pentas. Pada 2008, ia mengalami pencekalan di beberapa daerah karena penampilan dan goyangannya dianggap keterlaluan.
dewi perssikinstagram @dewiperssikreal 2020 Merdeka.com

Dewi Perssik dikenal karena Tembang Bintang Pentas (2003), yang merupakan bagian dari album pertamanya. Albumnya yang lain ialah Semua Karena Cinta (2017). Sementara Dangdut Terlaris (2016) ialah album kompilasinya.

Selain album, Dewi Perssik memiliki sejumlah single, Hikayat Cintaku (feat. Glenn Fredly) (2008), Diam Diam (feat. Ahmad Dhani) (2010), Tak Mengapa (2011), Aku Suka (2013), Mata Hati (feat. Roy Jeconiah) (2013), Halalin Aku (2016), Salsa Dangdut (feat. Fabio) (2016), Dilema (2016), hingga yang terbaru, Suara Hati (2017), Cinta Lahir Bathin (2017), dan Diriku Berharga (2019).

4 dari 4 halaman

Inul Daratista

Siapa yang tak kenal dengan Goyang Ngebor. Goyangan yang menjadi ciri khas Inul itu bahkan melahirkan berbagai karya kreatif. Kita pasti pernah tahu atau bahkan memiliki pensil ngebor. Pensil yang terbuat dari plastik yang ketika digunakan untuk menulis akan menimbulkan gerakan seperti goyang ngebor.
inul daratista2020 Merdeka.com/Instagram Inul Daratista

Pedangdut bernama asli Ainur Rokhimah ini lahir di Pasuruan pada 21 Januari 1979. Sebelum terkenal sebagai pedangut nasional, Inul menyanyi di panggung-panggung rakyat di daerah kelahirannya. Suatu saat, video yang mendokumentasikan aksi panggung inul beredar dan lekas tersebar ke berbagai daerah. Sejak saat itu, ia mulai mendapat banyak tawaran manggung.

Karya-karya Inul yaitu Goyang Inul (2003), Separuh Nafas (2004), Mau Dong (2006), Ash-Sholaatu (2006), Rasain Lho (2008), Buaya Buntung (2012), Cinta Modal Pulsa (2014), The Best of Inul (2016).

(mdk/snw)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami