Dibikinkan Museum, Ini Sosok Masmundari Seniman Perempuan dengan Karya Fenomenal

Dibikinkan Museum, Ini Sosok Masmundari Seniman Perempuan dengan Karya Fenomenal
Museum Virtual Masmundari. ©2021 Merdeka.com/Dok. Museum Masmundari
JATIM | 29 November 2021 09:49 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Maestro seni Masmundari dikenal sebagai seniman perempuan di Kabupaten Gresik yang gigih dan ulet. Karya lukisnya yang ditorehkan dalam damar kurung menjadi salah satu karya fenomenal.

Atas dasar itulah, Bupati Gresik, Jawa Timur, Fandi Akhmad Yani meresmikan museum virtual tentang Masmundari. Hal itu dilakukan sebagai upaya melestarikan budaya sekaligus mengenalkan karya seniman daerah kepada kelompok muda.

"Museum Digital Masmundari ini merupakan sebuah inovasi yang luar biasa dengan bermodalkan kreativitas," tutur Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, di Gresik, Minggu (28/11/2021).

Ia mengungkapkan, masyarakat di Gresik harus dapat beradaptasi di era digitalisasi. Terlebih pandemi Covid-19 mempercepat laju digitalisasi di berbagai bidang.

2 dari 4 halaman

Museum Virtual Pertama

Direktur acara peluncuran museum virtual Masmundari, Hidayatun Nikmah berharap keberadaan museum virtual bisa menjadi media pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan.

Museum virtual Masmundari sendiri merupakan museum virtual pertama dan satu-satunya di Kabupaten Gresik.

"Sekaligus menjadi media promosi di dunia digital untuk menarik minat masyarakat tentang karya damar kurung milik Masmundari," ujarnya, dikutip dari Antara.

3 dari 4 halaman

Sosok Masmundari

museum virtual masmundari©2021 Merdeka.com/Dok. Museum Masmundari

Museum itu menampilkan sosok Masmundari sebagai seorang seniman maupun perempuan yang tangguh. Tidak banyak pelukis perempuan di Gresik yang bisa menjadi seorang maestro, tapi Masmundari berhasil menyandang gelar itu.

Pembuatan museum tersebut membutuhkan waktu dua bulan. Panitia mengaku kendala paling berat ialah mengumpulkan lukisan kuno damar kurung.

Meski demikian, akhirnya terkumpul 159 lukisan yang diperoleh dari enam kolektor yang berhasil ditemukan panitia pembentukan museum virtual.

"Arsip itu berhasil kami kumpulkan mulai tahun 1987 sampai 2005. Namun yang kami tampilkan di museum hanya 50 karya lebih, itu pun setelah memenuhi seleksi yang sangat ketat," ungkap Hidayatun.

Karya lukis yang ditampilkan rata-rata bertema seputar rutinitas masyarakat pada umumnya. Seperti, tema Agustusan, "kemantenan" (acara kemantin), pasar, bulan Ramadan, hingga industri. Ada pula lukisan berjudul Emboh Omah yang menceritakan pengalaman tetangganya ikut KB namun memiliki banyak anak.

4 dari 4 halaman

Cara Akses Museum Virtual

museum virtual masmundari©2021 Merdeka.com/Dok. Museum Masmundari

Hasil karya Masmundari yang melukiskan kehidupan sehari-hari dan ditorehkan dalam damar kurung mendapatkan banyak penghargaan.

Pada tahun 2018, karya seniman asli Gresik itu juga telah dijadikan warisan budaya tak berbenda oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Masyarakat yang tertarik mengetahui sosok Masmundari dan karya-karya lukisnya bisa mengakses museum virtual melalui website museummasmundari.com.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami