Dipaksa Mundur dari All England, Segini Kerugian Materi yang Dialami The Daddies

Dipaksa Mundur dari All England, Segini Kerugian Materi yang Dialami The Daddies
kerugian materi yang dialami The Daddies. ©2021 Merdeka.com/instagram live Bolalobbadminton dan Mohamad Ahsan
JATIM | 19 Maret 2021 11:45 Reporter : Astuti Dwi Ramadhani

Merdeka.com - Seperti kita tahu, tim bulu tangkis Indonesia memang dipaksa mundur dari perhelatan ajang turnamen bulu tangkis tertua, All England. Hal ini disebabkan karena dalam penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham terdapat seorang penumpang anonim yang dinyatakan positif Covid-19.

Usai terkena tracing, 20 dari 24 tim Indonesia yang berada di Birmingham mendapatkan email dan SMS dari pihak NHS (National Health Service). Email itu berisi jika mereka diminta melakukan isolasi selama 10 hari karena dianggap kontak erat dengan penumpang lain yang dinyatakan positif.

Hal ini pun membuat mereka bertanya-tanya mengapa empat orang dari mereka tak mendapatkan email terkait hal tersebut. Tak hanya itu, mereka sempat merasa tak adil karena salah satu atlet Turki yang berada dalam penerbangan yang sama dengan tim Indonesia masih dinyatakan dapat bermain sesuai jadwal. Namun akhirnya, pada sore hari waktu Jakarta, Neslihan Yigit akhirnya juga menarik diri dari ajang All England.

Hal ini tentunya sangat merugikan bagi Yigit dan timnas bulu tangkis Indonesia. Mengingat telah jauhnya mereka melakukan perjalanan, serta persiapan maksimal yang telah mereka lakukan tak heran jika hal ini membuat para atlet, pelatih, dan ofisial merasa kecewa.

Bukan hanya itu, sebagai atlet profesional, The Daddies pun harus mengalami kerugian materi yang cukup besar. Melansir dari Instagram live Mohammad Ahsan bersama Bolalobbadminton, begini cerita The Daddies soal kerugian materi yang mereka alami.

2 dari 5 halaman

Masalah Service Judge

kerugian materi yang dialami the daddies

©2021 Merdeka.com/instagram live Bolalobbadminton dan Mohamad Ahsan

Seperti kita tahu, sebelum terdengarnya kabar ditarik paksanya tim Indonesia dari perhelatan All England, beberapa pemain Indonesia telah sempat bertanding dan meraih kemenangan. Mereka adalah Minions, The Daddies, dan Jojo.

Namun pada pertandingan Ahsan/Hendra melawan pasangan Inggris cukup menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, service judge pada pertandingan itu juga berasal dari Inggris. Padahal seharusnya hal ini tak boleh terjadi.

“Ya kalau menurut saya sih harusnya nggak boleh ya. Apalagi kan service judge itu sangat vital bagi ganda. Bisa membalikkan keadaan, bisa menentukan keadaan lah. Orang lagi enak bisa jadi down gitu kan. Kemarin juga saya perhatiin, mungkin kan udah berapa kali gitu ada dari pemain Inggris nih kayak memprovokasi service judge gitu ini servicenya agak tinggi nih, nggak lama setelah itu langsung di fault, beneran di fault itu. Pas udah berapa kali gitu, saya mikir kok banyak gitu. Tapi saya memang beberapa kali lihat ada gesture dari pemain Inggris ke service judge. Tapi nggak tau ya kebetulan atau gimana, tapi kan kalo beda negara nggak mungkin kepikiran kayak gitu,” ucapnya.

3 dari 5 halaman

Dengar Kabar Dipaksa Mundur

kerugian materi yang dialami the daddies©2021 Merdeka.com/instagram live Bolalobbadminton dan Mohamad Ahsan

Usai selesai bermain melawan pasangan Inggris, Ahsan dan Hendra pun kembali ke backstage dan melihat wajah kedua pelatihnya yang tidak enak. Mereka pun bingung dengan situasi tersebut lantaran sebelumnya mereka memenangkan pertandingan.

“Bener-bener baru selesai main, liat dua pelatih kok mukanya ga enak, perasaan kita menang. Nggak taunya ada berita seperti itu. Dan anak-anak yang dibawah juga langsung disuruh pulang. Mungkin mereka juga cerita diperlakukan kayak orang yang ada virus ditubuhnya. Jadi habis selesai tanding langsung suruh pulang, gak boleh naik bis suruh jalan kaki. Di hotel pun kita nggak boleh pakai lift,” ucapnya lagi.

4 dari 5 halaman

Kerugian Materi

kerugian materi yang dialami the daddies©2021 Merdeka.com/instagram live Bolalobbadminton dan Mohamad Ahsan

Sebagai pemain profesional, Ahsan dan Hendra pun harus merogoh kantongnya sendiri saat mengikuti setiap turnamen. Mereka pun harus menerima kerugian yang cukup besar akan hal ini.

“Kurang lebih segitu lah mbak (Rp. 50 juta). Kemarin kit akan pakai visanya juga yang kilat ya. Itu berapa ya, 5 jutaan kali ya. Ya segituan lah kurang lebih,” kata Hendra saat ditanya soal kerugian materi.

5 dari 5 halaman

Harapan Mereka pada BWF

kerugian materi yang dialami the daddies©2021 Merdeka.com/instagram live Bolalobbadminton dan Mohamad Ahsan

Mereka pun mengungkapkan harapannya pada federasi induk bulutangkis dunia, BWF. Mereka berharap jika hal ini tak akan terulang lagi.

“Ya harapannya kan bisa dikasih tau dulu kalo ada regulasi seperti itu, kan kita juga pasti ngikutin. Karena kan hal ini sangat mungkin terjadi, dan ya semoga kedepannya hal seperti ini nggak terulang lagi. Terus kalau sekarang ya harapannya bisa di tes ulang terus secepatnya pulang ke Indonesia. Karena feeling mainnya juga udah nggak kaya di awal kan. Terus juga ngapain disini, orang kita negatif. Cuma nambah-nambahin tagihan kan,” ucap Ahsan lagi.

(mdk/asr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami