Diprotes karena Dekat Pasar Tradisional, Minimarket Ini Ganti Nama Kelabui Warga

Diprotes karena Dekat Pasar Tradisional, Minimarket Ini Ganti Nama Kelabui Warga
Minimarket di Lamongan didemo karena beroperasi di dekat pasar tradisional. ©2021 Merdeka.com/Instagram @pojoklamongan
JATIM | 23 Juni 2021 13:24 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Satpol PP Kabupaten Lamongan menuai kritik lantaran banyaknya toko modern atau minimarket yang berdiri di dekat pasar tradisional. Bahkan, ada toko modern yang jaraknya tak lebih dari 500 meter dari pasar tradisional, seperti dilansir Instagram @pojoklamongan, Rabu (23/6/2021).

Baihaki Akbar, Sekjen Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LARM-GAK) mengaku sangat kecewa dengan kinerja dinas-dinas terkait.

"Kami melihat dari ketidakprofesionalan Dinas Terkait dan Satpol PP Kabupaten Lamongan mengakibatkan maraknya toko modern/minimarket yang berdiri dan berjarak kurang dari 500 meter dari pasar tradisional, di antaranya toko modern/mini market (Indomaret/Global Niaga Perkasa) yang ada di depan Pasar Tradisional Ngimbang, Kedungpring, Pucuk, dan Sugio,” ujarnya.

Baca Selanjutnya: Didemo Warga...

Halaman

(mdk/rka)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami