Fakta Baru Penangkapan Bupati Probolinggo dan Suami, Warga Potong Rambut Massal

Fakta Baru Penangkapan Bupati Probolinggo dan Suami, Warga Potong Rambut Massal
Bupati Probolinggo Puput Tantriana dan suami ditangkap KPK. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com
JATIM | 1 September 2021 09:00 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya anggota DPR RI Hasan Aminuddin ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (30/8/2021). Keesokan harinya, ratusan pegiat antikorupsi di Probolinggo mengekspresikan kegembiraan terkait penangkapan kedua tokoh daerah tersebut.

Para aktivis melakukan aksi 1.000 tanda tangan dan potong rambut massal di depan kantor Pemkab Probolinggo, Selasa (31/8/2021).

2 dari 3 halaman

Rasa Syukur

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Probolinggo Kita Official (@probolinggokita)

Para aktivis antikorupsi meminta KPK bekerja profesional untuk mengungkap semua aksi korupsi yang terjadi di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Aksi seribu tanda tangan dan potong rambut massal itu dilakukan sebagai bentuk syukur atas runtuhnya Dinasti Hasan Aminuddin. Sebagai informasi, keluarga Hasan Aminuddin telah menjadi penguasa pemerintahan Probolinggo sejak 18 tahun silam.

"Aksi ini sebagai rasa syukur kami, dan mendukung kinerja KPK yang sudah mengungkap adanya korupsi di Kabupaten Probolinggo. Kami masyarakat yang tergabung Pegiat Anti Korupsi, meminta kepada KPK agar terus bekerja profesional dan mengusut tuntas kasus korupsi hingga ke akarnya," tutur Samsuddin, koordinator aksi.

Pihaknya berharap kasus korupsi jual beli jabatan ini segera tuntas sehingga Kabupaten Probolinggo terhindar dari para koruptor.

3 dari 3 halaman

Jual Beli Jabatan Kades

012 hikmah wilda amalia©2015 Merdeka.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 orang, termasuk Bupati Probolinggo Puput Tantriana sebagai tersangka dugaan korupsi. Puput diduga menerima sesuatu terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan tarif menjadi pejabat kepala desa (kades) di Kabupaten Probolinggo sebesar Rp20 juta ditambah upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp 5 juta/hektare.

Dalam konstruksi perkara diketahui bahwa Pilkades serentak tahap II di Kabupaten Probolinggo diagendakan pada 27 Desember 2021. Namun, pelaksanaannya diundur pada 9 September 2021. Terdapat 252 kepala desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selesai menjabat.

"Untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa tersebut, maka akan diisi oleh penjabat kepala desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan untuk pengusulannya dilakukan melalui camat," tutur Alex, mengutip dari liputan6.com.

(mdk/rka)

Baca juga:
VIDEO: Peran Bupati Probolinggo dan Suami Dalam Kasus Suap Jual Beli Jabatan
VIDEO: Operasi Senyap Sang Raja OTT KPK, Gulung Bupati Probolinggo dan Suaminya
KPK Tahan Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin Terkait Suap Jabatan
Barang Bukti OTT Bupati Probolinggo
KPK Tahan Bupati Probolinggo dan Suami
KPK Sita Rp362,5 Juta saat OTT Bupati Probolinggo

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami