Fakta Baru Promosi Miras Holywings, GP Ansor Surabaya Angkat Bicara

Fakta Baru Promosi Miras Holywings, GP Ansor Surabaya Angkat Bicara
Ilustrasi Holywings Indonesia. ©2022 Merdeka.com/Instagram @holywingsindonesia
JATIM | 26 Juni 2022 10:02 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Tindakan promosi Holywings dengan memberikan minuman keras (miras) gratis bagi orang yang bernama Muhammad dan Maria menuai banyak sorotan dari masyarakat.

Menyikapi promosi yang dianggap mengandung unsur SARA itu, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya meminta pemerintah kota setempat mengevaluasi perizinan tempat hiburan Holywings di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

"Itu jelas disengaja merusak agama. Kalau pihak manajemen bilang tidak sengaja itu bohong," ungkap Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya, HM Faridz Afif, di Surabaya, Sabtu (25/6/2022).

2 dari 3 halaman

Kronologi Kejadian

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh HOLYWINGS (@holywingsindonesia)

Sebelumnya, pada Jumat (24/6), Polda Metro Jakarta Selatan telah menetapkan enam orang tersangka pada kasus berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) terkait promosi minuman keras gratis untuk pengunjung Holywings bernama Muhammad dan Maria yang diunggah di akun media sosial. 

Polda Metro Jakarta Selatan pada Jumat (24/6) menetapkan enam orang sebagai tersangka pada kasus berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) terkait poster promosi minuman keras gratis di Holywings untuk pengunjung dengan nama "Muhammad dan Maria" yang diunggah di akun media sosialnya. 

Promosi yang membuat gaduh itu telah dihapus. Pihak manajemen Holywings juga menyampaikan permintaan maaf dalam akun media sosialnya. Manajemen Holywings juga menyampaikan bahwa promosi yang dibuat tim promosi itu tidak melalui persetujuan manajemen. 

3 dari 3 halaman

Kirim Surat ke Wali Kota

ilustrasi holywings indonesia

©2022 Merdeka.com/Instagram @holywingsindonesia

Menurut Afif, promosi yang dilakukan Holywings telah membuat gaduh dan meresahkan masyarakat, khususnya umat muslim di Indonesia. Afif menilai, apa yang dilakukan oleh Holywings tersebut termasuk pelecehan dan penistaan agama. 

Meskipun pihak manajemen telah meminta maaf kepada publik, Ketua GP Ansor Kota Surabaya itu meminta aparat tetap memprosesnya secara hukum. 

Pihaknya juga akan berkirim surat kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menutup dan mencabut izin Holywings di Kota Pahlawan. 

"Kami memohon kepada Wali Kota untuk segera menutup dan mencabut Holywings di Surabaya," kata Afif.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini