Fakta Baru Wisata Transportasi Ramah Lingkungan di Telaga Sarangan, Ini Keunikannya

Fakta Baru Wisata Transportasi Ramah Lingkungan di Telaga Sarangan, Ini Keunikannya
Labuhan Sarangan, tradisi sambut Ramadan di Magetan. ©2021 Merdeka.com/wisatadanbudaya.magetan.go.id
JATIM | 18 Juni 2022 10:08 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Kawasan wisata Telaga Sarangan direncanakan memiliki transportasi ramah lingkungan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur menggandeng PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA (Persero) untuk mengembangkan transportasi ramah lingkungan berbasis listrik.

Bupati Magetan, Suprawoto menuturkan bahwa kerja sama tersebut bertujuan untuk mewujudkan wisata hijau melalui transportasi massal ramah lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mengerem laju perubahan iklim.

"Konsepnya kendaraan listrik karena tema yang ingin dikembangkan adalah "Green Tourism" atau wisata ramah lingkungan di kawasan Telaga Sarangan Magetan," terang Bupati Magetan Suprawoto saat melakukan audiensi dengan PT INKA di Magetan, Jumat (17/6/2022).

2 dari 3 halaman

Kendaraan Alternatif

telaga sarangan

©2020 Merdeka.com/dolanyok.com

Bupati Suprawoto menambahkan, selain mewujudkan konsep wisata hijau, Pemkab Magetan ingin keberadaan transportasi massal mengurangi tingkat kemacetan di kawasan wisata Telaga Sarangan yang selama ini terjadi. 

"Selama ini kawasan Telaga Sarangan sudah tidak memperbolehkan kendaraan masuk. Kita membutuhkan kendaraan alternatif untuk wisatawan saat berada di tempat wisata. Kita minta masukan dari INKA yang berpengalaman,” ungkapnya, mengutip dari ANTARA.

Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju menyambut baik wacana Pemkab Magetan menggandeng PT INKA untuk mengembangkan transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata Telaga Sarangan.

"Mengurangi kondisi polusi di kawasan Sarangan, kami menyarankan transportasi yang diterapkan di sana adalah perahu berbasis baterai dan listrik. Pengelola perahu tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar bersubsidi atau berpolusi, biayanya juga murah," jelas Agung.

3 dari 3 halaman

Bebas Macet dan Polusi

ilustrasi macet
©Shutterstock/Artens

Selain itu, Bupati Magetan juga ingin kawasan Telaga Sarangan bebas dari macet dan kendaraan berpolusi. Maka, lokasi tersebut harus steril dari kendaraan pribadi. 

Untuk itu, Pemkab Magetan harus menyediakan transportasi wisata ramah lingkungan yang mengakomodasi wisatawan dari hotel menuju lokasi-lokasi wisata yang ingin dituju.

"INKA menyarankan penggunaan bus listrik atau mobil listrik yang bisa digunakan di dalam kawasan Telaga Sarangan. Bukan kereta api karena medannya naik dan turun. Juga bukan kereta gantung yang terlalu mahal biayanya dan secara ekonomi belum layak. Semua disesuaikan dengan kemampuan APBD," imbuh Agung.

Sementara itu, kegiatan audiensi antara Pemkab Magetan dengan PT INKA (Persero) masih tahap awal. Agung menambahkan, kedua pihak perlu komunikasi lebih lanjut untuk mengembangkan transportasi wisata bertenaga listrik di kawasan Sarangan sesuai kemampuan yang dimiliki INKA.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini