Gejala Radang Amandel dan Penyebabnya yang Patut Diketahui, Simak Selengkapnya

Gejala Radang Amandel dan Penyebabnya yang Patut Diketahui, Simak Selengkapnya
Ilustrasi Amandel. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
JATIM | 20 Juni 2022 17:30 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Mengetahui gejala radang amandel sedini mungkin dapat membantu Anda mendapatkan penanganan medis yang tepat waktu. Amendel yang sedang meradang tentu menyakitkan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Amandel adalah dua gumpalan kecil jaringan lunak di bagian belakang tenggorokan. Anda dapat melihat posisi dan kondisi amandel di cermin dengan cara membuka mulut dan menjulurkan lidah.

Sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh, amandel menjebak beberapa kuman yang membuat Anda jatuh sakit. Ketika amandel terinfeksi, mereka menjadi bengkak dan sakit, dan menyebabkan kesulitan menelan.

Radang amandel disebut juga tonsilitis. Ini adalah masalah kesehatan yang umum dan sering terjadi. Berikut ulasan selengkapnya mengenai gejala radang amandel beserta penyebab dan cara mengatasinya yang patut untuk diketahui.

2 dari 4 halaman

Gejala Radang Amandel

Radang amandel bisa terasa seperti pilek atau flu yang parah. Amandel di bagian belakang tenggorokan akan menjadi merah dan bengkak saat Anda mengalami radang ini. Radang amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia prasekolah dan tahun-tahun pertengahan remaja.

ilustrasi amandel
Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Gejala radang amandel yang utama adalah amandel yang meradang dan bengkak, terkadang cukup parah hingga membuat Anda sulit bernapas melalui mulut. Melansir Web MD, gejala radang amandel lainnya yang paling umum adalah;

  • Sakit tenggorokan atau nyeri saat ditekan
  • Demam
  • Amandel memerah
  • Terdapat lapisan putih atau kuning pada amandel
  • Terdapat lepuh atau borok yang menyakitkan di tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit telinga
  • Kesulitan menelan
  • Pembengkakan kelenjar di leher atau rahang
  • Demam dan kedinginan
  • Bau mulut
  • Suara serak atau teredam
  • Leher kaku

Radag tenggorokan adalah penyakit yang sangat umum. Kebanyakan orang menderita radang amandel setidaknya sekali seumur hidupnya. Gejala radang tenggorokan biasanya akan hilang setelah 3 sampai 4 hari. Kondisi ini tidak menular, tetapi sebagian besar infeksi yang menyebabkannya bisa menular, misalnya, pilek dan flu.

3 dari 4 halaman

Penyebab Radang Amandel

Gejala radang amandel paling sering disebabkan oleh virus biasa, tetapi infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya. Dikutip dari Mayo Clinic, bakteri yang paling umum menyebabkan radang amandel adalah Streptococcus pyogenes (streptokokus grup A), bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan. Strain lain dari strep dan bakteri lain juga dapat menyebabkan radang amandel.

Sehingga, radang amandel lantas terbagi menjadi dua jenis yakni;

1. Tonsilitis virus: Sebagian besar kasus (hingga 70 persen) tonsilitis disebabkan oleh virus seperti pilek atau flu (influenza).

2. Tonsilitis bakterial (radang tenggorokan): Kasus tonsilitis lainnya disebabkan oleh bakteri Streptococcus grup A. Tonsilitis bakterial biasa disebut radang tenggorokan.

Amandel adalah garis pertahanan pertama sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri dan virus yang masuk ke mulut Anda. Fungsi ini dapat membuat amandel sangat rentan terhadap infeksi dan peradangan. Namun, fungsi sistem kekebalan amandel menurun setelah pubertas, yang menjadi faktor penjelas mengapa kasus radang amandel jarang terjadi pada orang dewasa.

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Radang Amandel

Kuman yang menyebabkan radang tenggorokan adalah virus dan bakteri yang menular. Oleh karena itu, cara cegah gejala radang amandel terbaik adalah dengan mempraktikkan kebersihan yang ketat setiap harinya. Ajari anak untuk:

  • Cuci tangan secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Hindari berbagi makanan, gelas minum, botol air atau peralatan makan.
  • Ganti sikat giginya setelah didiagnosis menderita radang amandel.

Untuk membantu anak mencegah penyebaran infeksi bakteri atau virus ke orang lain, Anda bisa menerapkan:

  • Jaga anak agar di rumah saja saat dia sakit.
  • Tanyakan kepada dokter kapan anak boleh kembali ke sekolah.
  • Ajari anak untuk batuk atau bersin ke tisu atau, bila perlu, ke sikunya
  • Ajari juga anak untuk mencuci tangannya setelah bersin atau batuk.

Peradangan atau pembengkakan amandel yang sering atau berkelanjutan (kronis) dapat menyebabkan komplikasi seperti gangguan pernapasan saat tidur (obstructive sleep apnea), infeksi yang menyebar jauh ke jaringan sekitarnya (selulitis tonsil), dan infeksi yang menghasilkan kumpulan nanah di belakang amandel (abses peritonsillar).

(mdk/edl)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini