Intip Kemegahan Pabrik Gula Djatiroto Lumajang, Ada Rumah Mewah dan Kereta Unik

Intip Kemegahan Pabrik Gula Djatiroto Lumajang, Ada Rumah Mewah dan Kereta Unik
Pabrik Gula Djatiroto Kabupaten Lumajang. ©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim
JATIM | 18 Mei 2022 09:53 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Pada masa lalu, Pabrik Gula (PG) Djatiroto di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu pabrik gula berkapasitas besar di Indonesia.

Pabrik yang berada dalam wilayah kerja PT Perusahaan Nusantara XI itu merupakan salah satu unit usaha HVA yang bermarkas di Amsterdam.

Rencana pembangunan PG Djatiroto dimulai sejak tahun 1884. Tujuh tahun kemudian, pada 1901 baru dimulai pelaksanaan babat hutan.

Pembangunan pabrik gula dimulai pada tahun 1905. Lima tahun kemudian, pada 1910 PG Djatiroto mulai dioperasikan untuk menggiling tebu.

2 dari 4 halaman

Kapasitas Penggilingan

pabrik gula djatiroto kabupaten lumajang
©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Sebelum bernama PG Djatiroto pada tahun 1912, pabrik gula ini bernama PG Ranu Pakis. Pada tahun yang sama, pabrik gula ini mengalami peningkatan kapasitas giling. 

Rehabilitasi tahap I pabrik gula ini dilakukan pada tahun 1972. Kemudian pada tahun 1989, rehabilitasi tahap II selesai di mana kapasitas giling yang sebelumnya hanya 2400 tth menjadi 6000 tth. 

Dikutip dari laman resmi Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2017, PG Djatiroto mampu menggiling tebu 1,1 juta hingga 1,2 juta ton per tahun serta menghasilkan gula lebih dari 80.000 ton.

Pasokan tebu untuk PG Djatiroto tidak hanya berasal dari kebun sendiri, melainkan juga dari kebun rakyat. Komoditas pertanian tebu di Kabupaten Lumajang sendiri berlimpah, bahkan sering dipasok ke beberapa pabrik gula di kabupaten sekitarnya.

3 dari 4 halaman

Luas Banget

pabrik gula djatiroto kabupaten lumajang
©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Pabrik yang berlokasi di Desa Kaliboto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang itu memiliki luas total 7.200 hektare. 

Di lahan seluas itu terdapat pabrik, kebun, rumah dinas, dan lain sebagainya. Di sini, juga terdapat truk-truk bermuatan tebu. 

Selain truk-truk terbaru, ada truk Mercedes Benz tipe 911 keluaran tahun 1970-an yang hingga kini masih aktif menapaki setiap ruas jalan PG Djatiroto.

Rel-rel kereta Lori pengangkut tebu dari kebun ke pabrik pun masih tampak rapi. Sesekali kereta Lori berwarna kuning akan melintas membelah ruas jalan. Kereta dengan gerbong mini yang digunakan untuk memuat tebu ini melintas dengan kecepatan minimum.

4 dari 4 halaman

Rumah Mewah

pabrik gula djatiroto kabupaten lumajang
©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Beberapa rumah dinas bergaya kolonial Belanda kuno masih tampak berdiri gagah. Rumah-rumah ini dihuni oleh para karyawan PG Djatiroto. 

Selain menjadi rumah dinas karyawan, sebagian bangunan rumah lainnya difungsikan menjadi kantor salah satu bidang di PG Djatiroto. Kemudian, ada pula rumah yang sudah hancur dan tidak digunakan.

Para wisatawan yang berkunjung ke PG Djatiroto sebaiknya tak melewatkan kesempatan mampir ke Persil di Rojopolo Barat. Bangunan megah di sana dulunya difungsikan sebagai rumah dinas kepala kebun. 

Kini, rumah tersebut difungsikan sebagai kantor PD Djatiroto. Bangunan bergaya kolonial Belanda kuno itu memiliki halaman luas yang biasa digunakan untuk pesta dan berbagai acara lain. (mdk/rka)

Baca juga:
Potret Rumah Megah Terbengkalai, Bekas Tempat Gantung Diri Jadi Terkenal Angker
VIDEO: 'Crazy Rich Grobogan' Keluarkan Rp2,8 M Perbaiki Jalan Desa Sepanjang 1,8 KM
Pedagang Pecel Lele Sukses Merantau, Pulang Kampung Bagi-Bagi Uang dari Atas Masjid
Potret Kediaman Mewah Perawat WNI, Kerja di Rumah Sakit Raja Arab
Dua Konglomerat Bergaya Hidup Sederhana, Doyannya Makan di Warteg dan Pinggir Jalan
Potret Pernikahan Anak-Anak Konglomerat RI, Ada yang Sederhana Sampai Mewah Banget

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini