Intip Keseruan Pembagian Ubarampe di Keraton Yogyakarta, Bikin Wisatawan Kangen

Intip Keseruan Pembagian Ubarampe di Keraton Yogyakarta, Bikin Wisatawan Kangen
JATIM | 1 Agustus 2020 11:18 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Perayaan Idul Adha tahun ini berbeda lantaran pandemi Covid-19, tak terkecuali di Keraton Yogyakarta. Jika biasanya keraton rutin menggelar Garebeg Besar sebagai bentuk syukur atas hari raya Idul Adha, tahun ini perayaan itu ditiadakan.

Pihak Keraton membagikan ubarampe atau kelengkapan gunungan berupa 2.700 tangkai rengginang kepada para abdi dalem, Jumat, 31 Juli 2020, seperti dilansir Antara. Pembagian ubarampe itu dilaksanakan di Bangsal Srimanganti, Kompleks Keraton Yogyakarta.

1 dari 3 halaman

Dipimpin Putri Raja

pembagian ubarampe di keraton jogja

©2020 Merdeka.com/Instagram @kratonjogja

Pelaksanaan pembagian ubarampe gunungan itu dipimpin oleh putri pertama Raja Keraton Yogyakartam GKR Mangkubumi.

Menurut keterangan GKR Mangkubumi, pembagian langsung ubarampe gunungan kepada para abdi dalem lantaran upacara Garebeg Besar tahun ini ditiadakan.

"Garebeg hari ini seperti yang kemarin (Idul Fitri) jadi tetap kita belum ada gunungan dalam wujud gunungan. Jadi sementara ini baru diperuntukkan abdi dalem," terangnya.

2 dari 3 halaman

Lestarikan Tradisi

pembagian ubarampe di keraton jogja

©2020 Merdeka.com/Instagram @kratonjogja

Lebih lanjut, upacara Garebeg Besar ditiadakan lantaran Daerah Istimewa Yogyakarta dalam masa tanggap darutat bencana akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, upaya pelestarian tradisi dilakukan dengan membagikan ubarampe kepada para abdi dalem. Itu pun dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kita tidak bisa mengubah karena memang harus kita adakan sesuai filosofi yang ada. Cuma, sekarang bentuknya saja (berbeda)," terang putri pertama Sultan HB X itu.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono mengatakan meski upacara Garebeg Besar ditiadakan, esensi dari garebeg tidaklah hilang. Garebeg sendiri merupakan wujud rasa syukur raja yang diaplikasikan dalam bentuk sedekah kepada kerabat dan rakyat.

"Pelaksanaan garebeg pada zaman dahulu memang dilakukan dengan membagi-bagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti dikenal saat ini," kata putri kedua Raja Keraton Yogyakarta itu.

3 dari 3 halaman

Hanya Diikuti Abdi Dalem dan Kerabat Dekat

kraton yogyakarta

©2017 merdeka.com/purnomo edi

Prosesi pembagian ubarampe gunungan kali ini hanya diikuti oleh abdi dalem dan kerabat dekat Keraton. Semua yang terlibat dalam pembagian ubarampe diwajibkan memakai masker serta menjaga jarak sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Upacara inti dalam pembagian ubarampe mirip dengan prosesi garebeg yang biasanya dilakukan. Sebelum dibagikan, ubarampe lebih dahulu dirangkai dan diinapkan selama satu malam.

Jumlah rengginang yang dibagikan pun sama banyaknya dengan jumlah rengginang pada Gunungan Estri dan Gunungan Dharat saat upacara garebeg.

Seusai didoai oleh Abdi Dalem Kaji, ubarampe gunungan yang terdiri atas 2.700 tangkai rengginang dibagikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Kepatihan, dan Puro Pakualaman.

(mdk/rka)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami