Jenis Ular Sawah yang Penting Diketahui, Kenali yang Berbisa

Jenis Ular Sawah yang Penting Diketahui, Kenali yang Berbisa
Ular Sanca Kembang Sepanjang 4 Meter. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey
JATIM | 26 Juni 2022 17:39 Reporter : Ani Mardatila

Merdeka.com - Selain menemukan burung, tikus, katak, serangga di sawah, salah satu hewan yang kerap berkeliaran di sana adalah ular. Ular sawah menjadi penyeimbang ekosistem sawah karena bisa memangsa tikus karena tergolong hama yang merusak tanaman.

Namun ada berbagai jenis ular sawah yang mesti dikenali karena beberapa di antaranya berbahaya. Ular yang berbahaya adalah ular yang berbisa. Keberadaan ular ini memang tidak bisa diatur terutama jika wilayah sawah dekat dengan hutan atau perkebunan.

Berikut merdeka.com merangkum beberapa jenis ular sawah untuk dikenali:

2 dari 3 halaman

Ular Jali

Jenis ular sawah yang pertama dan perlu diwaspadai yaitu ular jail atau Ptyas korros. Ular ini memiliki warna perak, abu-abu maupun cokelat oranye. Sedangkan warna sisik bagian bawah tubuhnya yaitu kuning dan ujungnya warna hitam. Ekornya berwarna zaitun dan tepinya berwarna agak gelap.

Ular ini sering ditemukan di sawah karena memang suka memangsa tikus. Selain ditemukan di tanah, kadang mereka juga suka memanjat pohon meski tidak terlalu tinggi.

Ular jali adalah ular yang tidak berbisa sehingga cukup aman jika tak sengaja berjumpa dengannya. Meski kadang menggigit namun ular jali ini tidak menghasilkan luka yang fatal.

Ular Sanca Kembang

Jenis ular sawah berikutnya yaitu ular sanca kembang. Panjang tubuh rata-rata dan massa tubuh rata-rata ular sanca kembang masing-masing adalah 4,78m dan 170 kg.

Beberapa individu telah mencapai panjang 9,0m dan berat 270 kg. Python reticulatus atau sanca kembang berwarna kuning muda hingga coklat pada bagian punggung tubuhnya dengan garis hitam memanjang dari area perut mata secara diagonal ke bawah menuju moncong.

Garis hitam lain kadang-kadang hadir di kepala ular memanjang dari ujung moncong ke dasar tengkorak atau tengkuk. Di sepanjang bagian belakang ular sanca kembang adalah pola berulang dari X hitam yang menciptakan pola seperti berlian.

Ular sanca kembang yang lebih muda telah dilaporkan memiliki garis lintang dengan bintik-bintik hitam di seluruh tubuh mereka.

Di alam liar, ular ini memakan berbagai jenis mangsa kebanyakan burung dan mamalia, termasuk spesies besar seperti rusa atau babi hutan. Di sawah, ular sanca kembang memangsa tikus.

Sanca kembang atau kadang juga dikata Sanca batik adalah sejenis ular tidak berbisa.

Ular Sapi

Jenis ular sawah selanjutnya yaitu ular sapi. Ular sapi memang banyak ditemukan di daerah tropis. Ular ini umumnya sangat defensif. Mereka sangat percaya diri dengan kemampuan mereka untuk membela diri sehingga Anda harus sangat percaya diri agar memiliki kesempatan untuk mengendalikan spesies ini dari jarak jauh.

Ular sapi memang bukan ular yang berbisa namun ular ini memiliki gigitan yang mengandung bakteri sehingga siapapun yang tergigit berpotensi terinfeksi.

Ular ini umumnya cukup mudah ditemukan di sawah, hutan, perkebunan hingga pemukiman penduduk. Saat merasa terancam dan ingin menyerang ia akan mengembangkan kepalanya.

3 dari 3 halaman

Ular Pucuk

Jenis ular sawah berikutnya yaitu ular pucuk atau Ahaetulla Prasina. Ular pucuk memiliki tubuh berwarna hijau. Ular ini tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Natuna, Sumbawa hingga Pulau Bali.

Bentuk kepalanya lancip dan memiliki taring. Ular pucuk bisa memiliki panjang hingga 2 meter. Warna hijaunya menyamarkannya saat berada di pucuk pohon dan membuatnya seperti daun sehingga tak jarang orang tak mengetahui ada ular pucuk di sekitar mereka.

Ular ini adalah ular yang tergolong ular yang berbisa namun tidak terlalu berbahaya karena kandungan bisanya rendah.

Ular Sendok Jawa

Jenis ular sawah yang juga harus diwaspadai yaitu ular sendok jawa. Ular sendok jawa atau kobra selatan Indonesia, atau  kobra Indonesia, adalah spesies kobra kekar dan sangat berbisa asli Indonesia.

Spesies kobra ini berasal dari pulau Jawa di Indonesia dan Kepulauan Sunda Kecil di Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo, Flores, Lomblen, dan Alor. Mereka mungkin terjadi di pulau-pulau lain dalam kelompok.

Ular ini memungkinkan ditemukan di sawah dan jika bertemu dengannya, hendaknya Anda segera menghindar. Ular ini kerap berburu tikus dan katak sebagai santapannya.

(mdk/amd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini