Kasus Anak Kiai Pelaku Pemerkosaan Santriwati, PWNU Jatim Minta Polisi Tindak Tegas

Kasus Anak Kiai Pelaku Pemerkosaan Santriwati, PWNU Jatim Minta Polisi Tindak Tegas
Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang. ©2022 Merdeka.com/YouTube Safary Darma Raya
JATIM | 6 Juli 2022 11:47 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mendukung langkah aparat kepolisian melakukan upaya hukum tanpa pandang bulu terhadap pelaku kriminal maupun pemerkosaan. Termasuk putra salah satu kiai ternama di Kabupaten Jombang yang berinisial MSAT. Terlebih status hukum MSAT sendiri sudah DPO alias buron.

“Upayakan hukum berlaku kepada siapa pun. Tidak pandang bulu apa golongannya, apa status sosialnya, mau rakyat mau tokoh. Polisi dan kejaksaan tak boleh kalah dengan kelompok apapun," tegas Marzuki, Selasa (5/7/2022).

Menurut dia, penegak hukum tidak seharusnya takut dengan pelaku kejahatan maupun keluarga yang bersangkutan.

2 dari 3 halaman

Minta Polisi Tegas

Sebelumnya, pada Minggu (3/7/2022), penjemputan tersangka MSAT melibatkan ratusan polisi dan Brimob Polda Jawa Timur. Namun, buron MSAT yang merupakan pelaku pemerkosaan terhadap santriwati di pondok pesantren milik sang ayah belum berhasil ditangkap. 

"Enggak peduli ponpes atau Gang Dolly, kalau pelanggarannya jelas, tindak saja," tegas Marzuki, dikutip dari akun Instagram @wargajombang. 

Dia juga menyinggung video sang kiai alias ayah pelaku pemerkosaan yang menolak anaknya ditangkap pihak berwajib. Dalam video yang beredar luas di grup-grup perpesanan Whatsapp, sang kiai berbicara satu arah kepada Kapolres Jombang KBP Nurhidayat. Ia meminta pihak kepolisian tidak ikut campur dalam urusan keluarganya. Padahal jelas apa yang dilakukan pihak kepolisian sudah sesuai hukum yang berlaku. 

“Baru nanti bicara masalah kemaslahatan,” ujar Marzuki menanggapi video sang kiai yang viral. 

Unggahan ini pun ramai menjadi sorotan warganet. Tak sedikit dari mereka yang mendukung sikap PWNU Jatim ini.

“Hukum harus ditegakkan,” komentar pemilik akun Instagram @wahyumaha.

“Tangkap saja, sudah terbukti bersalah kok ditutup-tutupi,” tulis @azmi_maulana0.

“Perlu dukungan masyarakat untuk melawan kiai. Katanya warga di sekitar pondok banyak yang mendukung kiai, ya jangan begitu. Harus kompak semua, polisi dan masyarakat, agar kiai itu malu,” komentar pemilik akun Instagram bernama @tyanb24.

Kasus Sudah Dua Tahun

pondok pesantren shiddiqiyyah jombang
©2022 Merdeka.com/YouTube Safary Darma Raya

Diketahui bersama, laporan kasus pemerkosaan yang dilakukan MSAT kepada salah satu santriwati yang juga anak didiknya di pesantren sudah diterima Polres Jombang pada Oktober 2019 silam. Saat itu, korban masih di bawah umur. 

Adapun laporan kasus kekerasan seksual yang dilakukan MSAT terhadap salah satu anak didiknya itu tercatat dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini