Kenali Gejala Amnesia Beserta Penyebabnya yang Patut Diwaspadai, Baca Lebih Lanjut

Kenali Gejala Amnesia Beserta Penyebabnya yang Patut Diwaspadai, Baca Lebih Lanjut
Ilustrasi sakit. ©Shutterstock/Zsolt Biczo
JATIM | 3 Desember 2021 07:15 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Amnesia adalah istilah umum yang menggambarkan kondisi kehilangan ingatan. Kehilangan ingatan ini bisa bersifat sementara atau permanen, tetapi 'amnesia' biasanya lebih mengacu pada variasi kehilangan ingatan yang sementara.

Meskipun banyak acara TV dan film menggambarkan penderita amnesia kehilangan seluruh ingatan atas identitas mereka, kondisi tersebut pada kenyataannya hanya terjadi dalam kasus kejiwaan yang sangat langka.

Penderita amnesia biasanya tahu siapa mereka. Namun, mereka mungkin mengalami kesulitan mempelajari informasi baru dan membentuk ingatan baru. Penyebab amnesia yang paling utama adalah cedera kepala dan otak, obat-obatan tertentu, alkohol, peristiwa traumatis, atau kondisi seperti penyakit Alzheimer.

Jika Anda mengalami amnesia, Anda mungkin tidak dapat mengingat informasi masa lalu (retrograde amnesia) dan/atau menyimpan informasi baru (anterograde amnesia). Amnesia, dalam bahasa Yunani, berarti "pelupa". Namun, amnesia jauh lebih rumit dan parah daripada peristiwa kelupaan sehari-hari.

Berikut selengkapnya mengenai penyebab dan gejala amnesia yang menarik untuk Anda ketahui.

2 dari 4 halaman

Jenis-Jenis Amnesia

Terdapat banyak nama berbeda untuk amnesia dan sindrom amnesia. Berikut adalah beberapa istilah umum yang mungkin Anda temui mengenai jenis-jenis amnesia, dilansir dari laman my.clevelandclinic.org:

  • Retrograde Amnesia

Adalah amnesia di mana Anda tidak dapat mengingat ingatan yang terbentuk sebelum peristiwa yang menyebabkan amnesia. Ini biasanya memengaruhi ingatan masa lalu yang baru saja disimpan, bukan ingatan dari tahun lalu.

  • Amnesia Anterograde

Adalah amnesia di mana Anda tidak dapat membentuk ingatan baru setelah peristiwa yang menyebabkan amnesia. Amnesia anterograde jauh lebih umum daripada retrograde.

  • Amnesia Pascatrauma

Ini adalah amnesia yang terjadi segera setelah cedera kepala yang signifikan. Jenis ini mungkin melibatkan amnesia retrograde, amnesia anterograde, atau keduanya.

  • Transient Global Amnesia

Ini adalah sindrom sementara di mana Anda mengalami amnesia retrograde dan anterograde. Kehilangan memori terjadi secara tiba-tiba dan hanya berlangsung hingga 24 jam.

  • Infantile Amnesia

Ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fakta bahwa orang tidak dapat mengingat kenangan peristiwa dari masa kanak-kanak. Hanya sedikit orang yang memiliki ingatan sebelum usia tiga hingga lima tahun karena area otak yang mendukung ingatan masih berkembang.

  • Amnesia Disosiatif/Amnesia Psikogenik

Adalah gangguan kesehatan mental di mana Anda mengalami amnesia setelah trauma yang signifikan. Anda memblokir informasi pribadi dan insiden traumatis dari ingatan Anda.

3 dari 4 halaman

Gejala Amnesia

Dilansir dari laman mayoclinic.org, terdapat dua gejala amnesia yang paling utama yakni:

  • Kesulitan mempelajari informasi baru setelah timbulnya amnesia (anterograde amnesia)
  • Kesulitan mengingat peristiwa masa lalu dan informasi yang sudah dikenal sebelumnya (amnesia retrograde)

Kebanyakan orang dengan amnesia memiliki masalah dengan memori jangka pendek, dan mereka tidak dapat menyimpan informasi baru. Kenangan baru-baru ini kemungkinan besar akan hilang, sementara ingatan yang lebih jauh atau tertanam dalam dapat teringat.

Penderita dapat mengingat pengalaman masa kanak-kanak atau mengetahui nama presiden masa lalu, tetapi tidak dapat menyebutkan nama presiden saat ini, bulan apa sekarang, atau apa sarapan yang tadi pagi disantapnya.

Kehilangan ingatan yang terisolasi tidak memengaruhi kecerdasan, pengetahuan umum, kesadaran, rentang perhatian, penilaian, kepribadian, atau identitas seseorang. Orang dengan amnesia biasanya dapat memahami kata-kata tertulis dan lisan dan dapat mempelajari keterampilan seperti mengendarai sepeda atau bermain piano.

Penderita amnesia bahkan bisa mengerti bahwa mereka memiliki gangguan memori. Amnesia tidak sama dengan demensia. Demensia sering kali mencakup kehilangan ingatan, tetapi juga melibatkan masalah kognitif signifikan lainnya yang menyebabkan penurunan fungsi sehari-hari.

Pola pelupa juga merupakan gejala umum dari gangguan kognitif ringan (MCI), tetapi memori dan masalah kognitif lainnya pada MCI tidak separah yang dialami pada demensia. Tanda dan gejala amnesia lainnya termasuk:

  • Memiliki kenangan palsu (percakapan), baik yang sepenuhnya diciptakan atau dibuat dari ingatan asli yang salah tempat pada waktunya
  • Kebingungan atau disorientasi
4 dari 4 halaman

Penyebab Amnesia

Fungsi memori yang normal melibatkan banyak bagian otak. Setiap penyakit atau cedera yang mempengaruhi otak dapat mengganggu memori ini. Amnesia dapat terjadi akibat kerusakan pada struktur otak yang membentuk sistem limbik, yang mengontrol emosi dan ingatan Anda.

Struktur ini termasuk thalamus, yang terletak jauh di dalam pusat otak, dan formasi hipokampus, yang terletak di dalam lobus temporal otak. Amnesia yang disebabkan oleh cedera atau kerusakan otak dikenal sebagai amnesia neurologis. Kemungkinan penyebab amnesia neurologis meliputi:

  • Stroke
  • Peradangan otak (ensefalitis) sebagai akibat dari infeksi virus seperti virus herpes simpleks, sebagai reaksi autoimun terhadap kanker di tempat lain di tubuh (paraneoplastic limbic encephalitis), atau sebagai reaksi autoimun tanpa adanya kanker.
  • Kurangnya oksigen yang cukup di otak, misalnya dari serangan jantung, gangguan pernapasan atau keracunan karbon monoksida.
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang yang menyebabkan defisiensi thiamin (vitamin B-1) (sindrom Wernicke-Korsakoff).
  • Tumor di area otak yang mengontrol memori.
  • Penyakit otak degeneratif, seperti penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari demensia.
  • Kejang
  • Obat-obatan tertentu, seperti benzodiazepin atau obat lain yang bertindak sebagai obat penenang
  • Cedera kepala yang menyebabkan gegar otak, baik akibat kecelakaan mobil atau olahraga, dapat menyebabkan kebingungan dan masalah mengingat informasi baru. Ini sangat umum pada tahap awal pemulihan. Cedera kepala ringan biasanya tidak menyebabkan amnesia yang bertahan lama, tetapi cedera kepala yang lebih parah dapat menyebabkan amnesia permanen.

Jenis amnesia langka lainnya, yang disebut amnesia disosiatif (psikogenik), berasal dari kejutan emosional atau trauma, seperti menjadi korban kejahatan kekerasan. Pada gangguan ini, seseorang mungkin kehilangan ingatan pribadi dan informasi otobiografi, tetapi biasanya hanya sebentar.

(mdk/edl)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami