Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Jadi Tentara, Akui Ditendang Oknum TNI di Stadion

Korban Tragedi Kanjuruhan Tolak Jadi Tentara, Akui Ditendang Oknum TNI di Stadion
Aremania tolak tawaran jadi TNI. ©2022 Merdeka.com/Instagram @informasi_malangraya
JATIM | 6 Oktober 2022 08:20 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Perbuatan oknum anggota TNI menendang salah seorang suporter Arema di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, Jawa Timur, viral di media sosial.

Menanggapi kabar tersebut, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Nurchahyanto datang untuk meminta maaf atas perbuatan anak buahnya yang menendang salah satu Aremania.

Ibu korban penendangan di tragedi Kanjuruhan, Isrotul, menceritakan kedatangan Pangdam ke kediamannya di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022), adalah untuk meminta maaf.

2 dari 3 halaman

Enggan Jadi TNI

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFORMASI MALANG RAYA 🌐 INFO MLG (@informasi_malangraya)

Saat itu, Pangdam sempat bertanya apa cita-cita putranya Muhammad Hazemi Rafsanjani (16).

"Saya enggak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara silakan. Anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," jelasnya, Rabu (5/10).

Isrotul menyampaikan bahwa putranya yang akrab disapa Raffi itu suka menonton Arema FC saat bertanding di Stadion Kanjuruhan. Raffi biasanya berangkat menonton Arema FC bersama teman-temannya.

"Setiap ada main di kandang dia nonton. Biasanya nonton sama teman mainnya dan teman sekolahnya juga," imbuhnya, dikutip dari akun Instagram @informasi_malangraya.

3 dari 3 halaman

Tetap Tempuh Jalur Hukum

005 hikmah wilda amalia
©2015 Merdeka.com

Selain Pangdam V/Brawijaya, Isrotul mengungkapkan, oknum TNI pelaku penendangan terhadap anaknya juga sempat datang ke rumah untuk meminta maaf. Pihak keluarga menerima itikad baik yang dilakukan anggota TNI itu.

Meski demikian, Isrotul menegaskan keluarganya tetap memilih melanjutkan proses hukum atas tindakan kekerasan yang dialami Raffi. Pihaknya juga telah membuat laporan terkait penendangan yang sempat viral di media sosial itu.

"Datang meminta maaf itu sudah sangat baik, punya inisiatif baik, tidak membiarkan. Dari pelaku sendiri sudah meminta maaf. Keluarga memaafkan, tapi hukum harus tetap berlaku," pungkasnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini