Longsor Trenggalek Sebabkan Rumah dan SD Ambruk, Waspadai Anomali Cuaca

Longsor Trenggalek Sebabkan Rumah dan SD Ambruk, Waspadai Anomali Cuaca
ilustrasi tanah longsor. ©2020 Merdeka.com
JATIM | 12 Agustus 2022 08:01 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Beberapa hari terakhir, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Trenggalek Jawa Timur hingga menyebabkan bencana tanah longsor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, terdapat sedikitnya lima titik longsor yakni di wilayah Kecamatan Kampak, Watulimo, Munjungan dan Kecamatan Dongko.

"Tidak ada korban jiwa. Namun longsor menyebabkan tiga rumah warga rusak, satu ruang kelas SD ambruk dan beberapa ruas jalan desa terputus," ujar Sekretaris Kabupaten Trenggalek Tri Puspita Sari, Kamis (11/8/2022).

2 dari 3 halaman

Anomali Cuaca

longsor

©2017 Merdeka.com

Menurut Tri Puspita, penyebab bencana tanah longsor di Kabupaten Trenggalek adalah intensitas hujan dengan curah tinggi. Apalagi hujan deras itu termasuk anomali cuaca di mana sebelumnya lama tidak turun hujan di wilayah tersebut. 

Rekahan-rekahan tanah selama musim kemarau terisi air hujan yang mengguyur deras hingga membuatnya tergerus dan memicu longsor. 

Tiga rumah yang rusak akibat bencana alam itu berada di wilayah Desa Dukuh Kecamatan Watulimo. Kerusakannya bervariasi, rata-rata yakni bagian tembok samping rumah.

3 dari 3 halaman

Kerugian Capai Rp80 Juta

ilustrasi jalan rusak
©2014 Merdeka.com

Sementara di wilayah Kecamatan Kampak, salah satu ruas jalan di Desa Bendoagung tepatnya di RT 37/RW 08 Dusun Kedungdowo ambrol hingga separuh bagian.

"Separuh badan jalan desa longsor dengan tinggi empat meter dan lebar 20 meter,” imbuh Tri Puspita, dikutip dari Antara.

Titik lain yang mengalami longsor ialah di wilayah RT 36 RW 09 Dusun Kasihan Desa Dongko. Longsor yang terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari itu memutuskan akses jalan antardesa.

Jalan antardesa itu ambrol sepanjang 30 meter dengan kedalaman dua meter. Kerusakan tersebut mengakibatkan kerugian sekitar Rp80 juta.

"Sementara jalan tidak bisa dilalui baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, akses itu bukan jalan utamanya sehingga terdapat akses jalan lain yang masih terkoneksi," pungkasnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini