Mahasiswi Bunuh Diri di Mojokerto Ternyata Pernah Alami Pelecehan Seksual di Kampus

Mahasiswi Bunuh Diri di Mojokerto Ternyata Pernah Alami Pelecehan Seksual di Kampus
Universitas Brawijaya Malang. ©2020 Merdeka.com
JATIM | 6 Desember 2021 08:33 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Mahasiswi Universitas Brawijaya berinisial NWR (23) meninggal dunia di dekat makam ayahnya di Dusun Sugian, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada 2 Desember 2021. Ia nekat melakukan bunuh diri dengan meminum racun jenis potassium. Motif NWR melakukan bunuh diri diduga lantaran ia mengalami depresi berat.

Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seorang mahasiswinya itu.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Prof Dr Agus Suman menuturkan, kasus pelecehan seksual yang dialami NWR terjadi pada 2017 silam. Korban NWR melaporkan kasus tersebut pada Januari 2020.

"Pada awal Januari 2020, NWR melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada Fungsionaris FIB UB," ujarnya dalam konferensi pers di Kota Malang, Minggu (5/12/2021).

2 dari 4 halaman

Pelaku Mahasiswa

Pelaku pelecehan seksual terhadap NWR adalah kakak tingkatnya di Program Studi Bahas Inggris FIB UB dengan inisial RAW. Usai menerima laporan korban, FIB UB membentuk Komisi Etik untuk menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual itu.

Agus menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan, terlapor RAW terbukti bersalah. Pihak Universitas Brawijaya telah memberi sanksi. Sementara itu, korban NWR mendapat pendampingan konseling.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, RAW terbukti bersalah dan pihak UB memberikan sanksi serta pembinaan. Kemudian, pendampingan juga diberikan kepada NWR," terangnya, dikutip dari Antara.

 

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Sosok NWR di Kampus

universitas brawijaya malang©2020 Merdeka.com/ub.ac.id

Di kampus, NWR dikenal sebagai mahasiswi yang aktif dan cukup baik. Namun, menurut Agus, ada informasi bahwa NWR memiliki permasalahan keluarga.

"Mahasiswa yang baik, aktif. Namun kami mendapat kabar seperti memiliki permasalahan di keluarga," imbuhnya.

Pihak Universitas Brawijaya menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu mahasiswi FIB itu. Agus menampik isu bahwa kampus tidak memproses laporan NWR terkait pelecehan seksua yang dilakukan kakak tingkatnya.

"Jika ada isu itu didiamkan, atau dibiarkan, kami pastikan itu tidak benar. Karena itu anak kami," ungkapnya.

4 dari 4 halaman

Penanganan Kasus di Kampus

Agus menambahkan, kasus pelecehan seksual yang dialami NWR pada 2017 tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus baru yang melibatkan oknum polisi.

"NWR meninggal dunia karena kasus yang berbeda. Kasus yang dialami NWR pada 2017, tidak ada hubungannya, untuk di Universitas Brawijaya itu sudah selesai," jelasnya.

NWR diketahui mengalami depresi usai menjalin hubungan asmara dengan oknum anggota polisi berinisial RB. Keduanya diketahui memulai hubungan asmara itu sejak tahun 2019.

Terbukti terlibat kasus bunuh diri NWR, Bripda RB diberhentikan dengan tidak hormat. Ia juga akan diproses pidana sesuai pelanggaran yang dilakukannya.

Selain menyampaikan duka cita mendalam, pihak Universitas Brawijaya mengapresiasi dan mendukung langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Sementara itu, pihak universitas berkomitmen melakukan upaya pencegahan sekaligus menangani setiap tindakan yang dikualifikasikan sebagai kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami