Mendatangi Kampung Kerbau di Ngawi, Layaknya Berkunjung ke Tengah Hutan Afrika

Mendatangi Kampung Kerbau di Ngawi, Layaknya Berkunjung ke Tengah Hutan Afrika
JATIM | 26 Maret 2020 15:00 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Kampung Kerbau merupakan istilah yang disematkan pada sebuah dusun di Kabupaten Ngawi. Di Dusun Bulakpepe, Desa Banyubiru, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi terdapat ratusan ekor kerbau. Setiap sore, kerbau-kerbau ini dimandikan di salah satu sungai di dusun tersebut. Pemandangan ini kerap kali menjadi tontonan banyak orang.

Kerbau-kerbau di Dusun Bulakpepe merupakan hewan peliharaan masyarakat setempat. Dihimpun dari berbagai sumber, tradisi menggembalakan kerbau ini sudah berlangsung sejak masa penjajahan. Saat itu, masyarakat memelihara kerbau untuk menunjang pertanian mereka. Kerbau difungsikan sebagai pembajak di sawah.

1 dari 5 halaman

Tradisi yang Tetap Lestari

kampung kerbau di ngawi

2020 Merdeka.com/antaranews.com


Di Dusun Bulakpepe, tradisi menjadikan kerbau sebagai hewan ternak merupakan tradisi turun-temurun. Sampai sekarang tradisi ini masih terus dilaksanakan oleh penduduk setempat.

Ketika peternakan sapi mulai marak dan diminati di sejumlah daerah di Jawa Timur, masyarakat Dusun Bulakpepe tidak tergiur berpindah haluan. Mereka tetap memilih memelihara kerbau.

Kerbau-kerbau ini ditempatkan di lahan hutan jati milik Perhutani. Penduduk sengaja memilih lahan yang tidak ditanami tumbuhan produktif sebagai tempat menggembalakan kerbau. Di kawasan ini pula, dibangun kandang-kandang kerbau permanen yang menyerupai rumah.

2 dari 5 halaman

Dipelihara Secara Komunal

kampung kerbau di ngawi

2020 Merdeka.com/antaranews.com

Kerbau menjadi harta yang paling berharga bagi masyarakat Dusun Bulakpepe. Mereka menginvestasikan hartanya dalam bentuk ternak kerbau. Satu orang warga bisa memiliki 10-35 ekor kerbau.

Kendati demikian, tidak semua pemilik kerbau memelihara sendiri kerbaunya. Para pemilik kerbau yang tidak bisa memelihara sendiri ternaknya biasanya menitipkan kerbau ke orang lain. Biaya pemeliharaan satu ekor kerbau dibanderol sekitar Rp 50 ribu per bulan.

3 dari 5 halaman

Keunikan Kerbau

kampung kerbau di ngawi

2020 Merdeka.com/antaranews.com

Dihimpun dari berbagai sumber, ada sekitar 60 kandang kerbau di hutan jati milik Perhutani. Kandang-kandang ini serupa dengan rumah tinggal karena dibangun permanen. Uniknya, kerbau-kerbau itu mengetahui kandang mereka masing-masing.

Selain itu, kerbau-kerbau itu juga hafal jalan menuju dan pulang dari sungai di mana mereka dimandikan. Setiap sore, ratusan kerbau berendam di sebuah sungai di kawasan Dusun Bulakpepe.

Kegiatan kerbau mandi ini kerap kali menjadi tontonan bagi warga sekitar. Mereka sengaja bergerombol di atas jembatan untuk menyaksikan kerbau-kerbau berendam di air sungai.

4 dari 5 halaman

Investasi Ekonomi

kampung kerbau di ngawi

2020 Merdeka.com/picasa.google.com

Pada zaman dahulu, salah satu tujuan utama pemeliharaan kerbau untuk mendukung pertanian masyarakat. Kerbau dimanfaatkan sebagai pembajak sawah. Penggunaan kerbau sebagai pembajak sawah juga bisa dijumpai di berbagai daerah di Indonesia.

Perkembangan teknologi menggeser peran utama kerbau sebagai pembajak sawah. Hal ini juga turut mengubah pola pikir masyarakat Dusun Bulakpepe terkait dengan ternak kerbau. Kini, tujuan utama memelihara kerbau lebih kepada bentuk investasi ekonomi.

Dihimpun dari berbagai sumber, kepemilikan kerbau sekaligus menunjukkan jumlah harta yang dimiliki seseorang. Masyarakat setempat menyebut kerbau sebagai rojo koyo (raja kaya) yang bisa mendatangkan keuntungan finansial bagi kehidupan. Banyak di antara mereka yang memilih menginvestasikan uangnya untuk memelihara kerbau daripada menyimpannya di bank.

5 dari 5 halaman

Seperti Berada di Hutan Afrika

kerbau

2020 Merdeka.com/id.wikipedia.org

Keberadaan ratusan kerbau di lahan hutan jati di Kabupaten Ngawi ini disebut-sebut mirip dengan wisata alam liar di tengah hutan Afrika. Kesan alam liar ini semakin kuat karena kerbau ditempatkan khusus di lahan tersebut. Sementara, pada pemeliharannya tinggal di kawasan lain yang berbeda.

Di Kampung Kerbau, pengunjung bisa menyaksikan kerbau-kerbau melakukan berbagai aktivitas khas di alam bebas. Kendati demikian, Kampung Kerbau ini tidak secara khusus dikomersialkan sebagai kawasan wisata.

Orang-orang bisa berinisiatif datang ke Kampung Kerbau tanpa dikenai biaya masuk dan sejenisnya sebagaimana yang biasa diberlakukan di kawasan wisata. Menyaksikan rombongan kerbau berendam di air sungai yang masih alami. Atau melihat kerbau-kerbau itu menuju kandang masing-masing tentu menjadi pengalaman menarik. Sebagian orang menyebut Kampung Kerbau sebagai pilihan wisata alternatif yang perlu dikunjungi.

(mdk/rka)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami