5 Mitos yang Muncul Ketika Virus Corona Merebak dan Klarifikasi dari WHO

5 Mitos yang Muncul Ketika Virus Corona Merebak dan Klarifikasi dari WHO
JATIM | 24 Maret 2020 19:00 Reporter : Vinna Wardhani

Merdeka.com - Selama kasus corona merebak, banyak informasi yang membingungkan masyarakat. Banjir informasi yang terjadi dimanfaatkan sebagian oknum untuk membuat mitos-mitos tertentu dan berita hoaks.

Berita-berita semacam ini biasanya menyebar dari satu grup chatting ke grup chatting lain. Berjamurnya berita bohong di kalangan masyarakat justru dapat menimbulkan kepanikan-kepanikan yang dapat memperparah keadaan.

Keadaan ini kemudian direspon oleh World Health Organization (WHO). Guna meminimalisir kekhawatiran publik, WHO memberikan beberapa klarifikasi.

Berikut ini beberapa mitos-mitos yang tersebar di jaringan informasi masyarakat beserta klarifikasi dari pihak WHO.

1 dari 5 halaman

1. Apa Pemindai Termal Akurat untuk Mendeteksi Seseorang yang Terinfeksi Virus Corona?

pemindai termal

2020 Merdeka.com


Melansir dari Liputan6, pemindai termal atau pemindai suhu tubuh dapat digunakan untuk mendeteksi seseorang yang menderita demam. Salah satu gejala infeksi virus corona adalah terjadinya demam.

Namun, hal ini tidak sepenuhnya akurat. Pemindai termal tidak bisa mendeteksi infeksi virus pada orang yang tidak menunjukkan gejala demam. Hal ini disebabkan karena masa inkubasi virus dapat terjadi selama 14 hari. Jadi gejala infeksi berupa demam mungkin untuk muncul setelah 2 sampai 10 hari.

2 dari 5 halaman

2. Terima Surat dan Paket dari China Aman?

klarifikasi who

2020 Merdeka.com

Menerima surat maupun paket dari China tidak berisiko tertular virus. Dari banyaknya berita yang beredar, virus corona tidak memiliki ketahanan hidup yang lama pada objek, seperti surat dan paket.

3 dari 5 halaman

3. Hewan Peliharaan Bisa Sebarkan Virus Corona?

klarifikasi who

2020 Merdeka.com

Memiliki hewan peliharaan sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Pertanyaan apakah hewan peliharaan dapat menyebarkan virus menjadi pertanyaan yang sering muncul.

Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing dapat terinfeksi virus ini. Justru bakteri mampu menimbulkan penyakit pada manusia. Oleh karena itu, penting untuk mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.

4 dari 5 halaman

4. Konsumsi Bawang Putih Dapat Mencegah Infeksi Virus Corona?

klarifikasi who

2020 Merdeka.com

Mitos yang satu ini sangat terkenal di kalangan masyarakat. Namun, apakah benar konsumsi bawang putih mampu mencegah infeksi virus corona?

Bawang putih memang terkenal memiliki sifat antimikroba. Namun sampai saat ini belum ada bukti bahwa bawang putih mampu mencegah infeksi virus corona.

5 dari 5 halaman

5. Mengaplikasikan Minyak Wijen Mampu Menghalangi Masuknya Virus Corona Pada Tubuh?

klarifikasi who

2020 Merdeka.com

Mitos selanjutnya adalah pengaplikasian minyak wijen sebagai disinfektan. Namun faktanya, minyak wijen tidak dapat membunuh virus corona baru.

Ada beberapa disinfektan yang telah teruji mampu membunuh virus corona jenis baru pada permukaan. Disinfektan seperti klorin, etanol 75%, dan asam prasetat terbukti mampu membunuh virus, namun disinfektan jenis ini berbahaya untuk kulit.

(mdk/vna)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami