Pengertian Lingkungan Abiotik Serta Jenisnya yang Perlu Diketahui, Baca Selengkapnya

Pengertian Lingkungan Abiotik Serta Jenisnya yang Perlu Diketahui, Baca Selengkapnya
Ilustrasi hutan. ©Pixabay/cosmospaceternal_8734
JATIM | 1 November 2021 16:17 Reporter : Edelweis Lararenjana

Merdeka.com - Lingkungan adalah istilah yang digunakan untuk menjabarkan faktor-faktor eksternal yang bersifat biologis dan memengaruhi kehidupan pertumbuhan serta reproduksi organisme. Lingkungan merupakan segala sesuatu yang berada di sekitar manusia dan memengaruhi perkembangan hidup manusia secara langsung maupun tidak langsung.

Lingkungan sendiri terdiri dari dua komponen, yakni biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, binatang, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Sedangkan komponen lingkungan abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, cairan, iklim, kelembapan, cahaya, bunyi.

Kedua komponen lingkungan ini, bersama-sama menyusun ekosistem dan menciptakan keteraturan di dalamnya. Dalam artikel berikut, merdeka.com akan mengulas lebih dalam mengenai salah satu komponen saja, yakni komponen lingkungan abiotik yang pastinya akan menarik untuk Anda ketahui.

2 dari 3 halaman

Pengertian Abiotik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lingkungan hidup memiliki dua komponen yakni komponen biotik dan abiotik. Secara khusus, merdeka.com akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan abiotik pada artikel ini.

Dilansir dari laman p2k.unkris.ac.id, disebutkan bahwa abiotik adalah istilah yang seringkali digunakan untuk menyebut sesuatu yang tidak hidup (benda-benda mati). Komponen abiotik merupakan komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tidak hidup.

Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme yang menjadi medium dan substrat sebagai menunjang berlanjutnya kehidupan organisme tersebut. Beberapa contoh komponen abiotik adalah air, udara, cahaya matahari, tanah, topografi, dan iklim.

3 dari 3 halaman

Jenis Komponen Lingkungan Abiotik

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis komponen lingkungan abiotik;

1. Udara

Udara adalah salah satu komponen yang penting bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Oksigen sangat diperlukan manusia dan hewan untuk bernapas atau karbondioksida yang diperlukan tumbuhan untuk berfotosintesis, yang mana itu semua berasal dari udara. Bahkan, bumi juga diketahui tengah terlindungi oleh lapisan atmosfer yang tak lain adalah lapisan-lapisan udara.

2. Tanah

Jenis komponen abiotik selanjutnya adalah tanah yang dapat memengaruhi suatu ekosistem. Apabila bumi hanya berisi batuan dan logam tanpa tanah, maka tak akan ada berbagai jenis tumbuhan dan juga organisme lain. 

Tanah adalah tempat hidup bagi berbagai jenis organisme dan juga tumbuhan. Hadirnya tumbuhan ini akan menjadikan suatu daerah memiliki organisme pemakan tumbuhan dan organisme lain yang memakan pemakan tumbuhan itu sendiri hingga terciptalah suatu rantai makanan.

3. Cahaya Matahari

Cahaya matahari adalah komponen selanjutnya yang akan memengaruhi suatu tempat dengan kelembapan serta suhu yang tengah diberikan. Matahari juga menyebabkan adanya peningkatan suhu udara sehingga perbedaan suhu itu menyebabkan terjadinya tekanan udara yang pada nantinya akan mengalir dan bergerak membentuk angin.

Itu semua akan memberikan manfaat bagi seluruh organisme. Cahaya matahari sendiri juga merupakan sumber energi utama semua makhluk hidup. Baik mulai dari manusia, hewan dan juga tumbuhan.

4. Air

Hampir semua makhluk hidup di muka bumi ini membutuhkan air karena ia merupakan komponen yang sangat vital bagi kehidupan. Sebagian besar tubuh makhluk hidup tersusun oleh air dan tak satupun makhluk yang tidak membutuhkan air. Meski demikian, kebutuhan organisme akan air tidaklah sama antara satu dengan lainnya. Begitu pula ketersediaan air di suatu daerah, tak selalu sama antara daerah satu dan yang lain.

5. Topografi

Topografi merupakan letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut atau dipandang dari garis bujur serta garis lintang. Topografi yang berbeda akan menyebabkan perbedaan penerimaan intensitas kelembapan, cahaya, suhu udara dan juga tekanan udara. Hingga pada akhirnya topografi dapat menggambarkan distribusi makhluk hidup.

(mdk/edl)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami