Potret Dam Jagir Surabaya, Bendungan Warisan Penjajah yang Kini Masih Berfungsi

Potret Dam Jagir Surabaya, Bendungan Warisan Penjajah yang Kini Masih Berfungsi
Dam Jagir Surabaya, pintu air peninggalan Belanda. ©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim
JATIM | 14 Januari 2022 08:38 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Dam Jagir adalah pintu air peninggalan penjajah Belanda yang berlokasi di jalan Jagir Wonokromo Kota Surabaya Jawa Timur.

Pintu air itu berfungsi mengontrol kegiatan Kali Jagir sehingga genangan banjir di Kota Surabaya mampu terkurangi.

Dam Jagir mengadang laju air Kali Jagir yang kadang melimpah. Pintu air ini juga mampu menahan berbagai jenis sampah yang hanyut.

2 dari 4 halaman

Peran Besar

dam jagir surabaya pintu air peninggalan belanda©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Bangunan cagar budaya ini memiliki makna tersendiri bagi warga Kota Pahlawan. Sejak dibangun hingga kini, warga merasakan manfaat keberadaan Dam Jagir.

Pintu air yang kini dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya ini berperan besar dalam mengatur debit air yang masuk ke Kota Surabaya, termasuk menjaga jumlah stok air PDAM.

Dibangun pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1917, sejak awal Dam Jagir difungsikan untuk mengantisipasi banjir. Pasalnya, banjir adalah mimpi buruk bagi orang Belanda yang wajib mereka antisipasi sejak awal.

Seiring waktu, setelah terjadi pemindahan kekuasaan beserta asetnya, Dam Jagir jadi milik bangsa Indonesia.

3 dari 4 halaman

Proses Pembangunan

dam jagir surabaya pintu air peninggalan belanda©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Pembangunan Dam saat itu bertujuan untuk memperlancar kondisi Surabaya sebagai kota dagangnya Hindia Belanda.

Alhasil, saat itu Kota Surabaya sempat disebut Amsterdam from the East karena memiliki sistem yang sangat baik.

Mengutip dari laman resmi komunitas Love Suroboyo, dalam pembangunan Dam Jagir pemerintah Hindia Belanda mengerahkan ribuan rakyat pribumi untuk menggali tanah sepanjang 5,6 kilometer yang kemudian menjadi Kali Jagir.

4 dari 4 halaman

Masih Berfungsi

dam jagir surabaya pintu air peninggalan belanda©2022 Merdeka.com/Dok. Disperpusip Jatim

Sampai sekarang, Dam Jagir masih berfungsi sebagai pengendali banjir di Kota Surabaya. Kini, pengelolaannya berada di bawah naungan PDAM Kota Surabaya. Bangunan kuno itu masih terawat dengan baik.

Keberadaan Dam jagir menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat di sekitarnya. Kali Jagir sering dimanfaatkan masyarakat untuk memancing ikan. Peluang ini dimanfaatkan Sebagian orang untuk mendirikan toko alat pancing dan perlengkapan memancing lain.

Sementara itu, pihak PDAM sebagai pengelola, tak mau ketinggalan mengikuti program Sparkling Surabaya sebagai semangat pariwisata kota. Kini, Dam Jagir dipasangi hiasan lampu-lampu yang saat malam tiba membuat bangunan tampak warna-warni.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami