Potret Sekolah Perkotaan Rakyat Kediri, Ajak Warga Beternak dan Bertani di Lahan Kota

Potret Sekolah Perkotaan Rakyat Kediri, Ajak Warga Beternak dan Bertani di Lahan Kota
Melawan Pandemi dengan Berkebun Sayur Hidroponik. ©2020 Merdeka.com/Iqbal Nugroho
JATIM | 5 Oktober 2022 08:17 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menginisiasi program Sekolah Perkotaan Rakyat (SPR) Gisik Brantas Sejahtera yang bertujuan untuk mengembangkan potensi daerah.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan, pihaknya ingin wilayah perkotaan tidak hanya maju di bidang pendidikan, perdagangan, dan jasa.

"Kami sangat menyambut baik karena dari dulu kami mencari keseimbangan. Kami ingin membuat peternakan dan pertanian yang cocok di perkotaan karena kami tidak punya lahan luas," ujarnya di Kediri, Selasa (4/10).

2 dari 3 halaman

Ada Banyak Manfaat

mirip di selandia baru peternakan domba di banyumas

Kanal YouTube CapCapung ©2022 Merdeka.com

Wali Kota Kediri meminta warga dan peternak mengikuti program SPR karena banyak manfaat yang akan mereka dapat. Misalnya, di kawasan tepi Sungai Brantas berpotensi dikembangkan sebagai peternakan kambing.

Peternak dan warga akan diberi pendampingan bagaimana beternak yang baik dan terprogram. Selanjutnya, bagaimana mereka dapat memanfaatkan potensi ekonomi dari peternakan tersebut.

"Kalau beternak saja semua juga bisa tapi di sini ada ilmunya. Pesannya cuma satu kalau beternak di Kota Kediri tidak boleh ada baunya karena dekat dengan perkampungan. Jadi harus sungguh-sungguh mengikuti SPR ini," jelas Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Dia menambahkan hasil peternakan ini tidak hanya akan dijual berupa daging, namun juga olahan makanan. Harapannya, olahan makanan tersebut bisa menambah destinasi wisata kuliner di Kota Kediri.

"Nanti ketika orang datang ke Kota Kediri kita tidak hanya suguhkan nasi pecel, tumpang, dan soto saja. Ada juga pilihan olahan kambing dari Kota Kediri yang bisa disajikan menjadi sate, lamb chop dan sop kambing. Banyak multiplier effect yang bisa kita ambil," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Dosen Pulang Kampung

memanfaatkan lahan bantaran kali untuk berkebun
©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani

Wakil Rektor III IPB Dodik Ridho menjelaskan IPB memiliki program dosen pulang kampung. Pihak IPB memfasilitasi dosen untuk mengembangkan inovasi pertanian di kampung halamannya. Adapun Sekolah Perkotaan Rakyat di Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, diinisiasi oleh Prof. Muladno.

"Tahun ini rencana strategis IPB adalah penguatan masyarakat. Rencana strategis itu sesuai dengan Sekolah Perkotaan Rakyat ini," kata Dodik, dikutip dari Antara.

Pendiri Sekolah Perkotaan Rakyat Prof. Muladno menjelaskan, program SPR mengajak masyarakat mengembangkan lahan di tepi sungai Brantas seluas 6 hingga 8 hektare agar lebih produktif yakni untuk peternakan dan pertanian. Program SPR akan dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.

Hal pertama dilakukan adalah memperkuat sumber daya manusia agar lebih kompak. Mereka akan dibekali ilmu dan pelatihan. Selanjutnya, akan diajarkan untuk mengembangkan bisnis.

"Di Kota Kediri tidak kami sebut Sekolah Peternakan Rakyat namun Sekolah Perkotaan Rakyat. Sebab tidak hanya peternak namun beragam keterampilan dimainkan di sini,” ujar Prof. Muladno.

Pada pelaksanaannya, SPR juga menggandeng Universitas Islam Kadiri dan menjalin kemitraan dengan Palmturi 80.

“Kami juga beri latihan yaitu kemitraan dengan Palmturi 80 sebesar 50 juta untuk memulai belajar berjemaah dalam bisnis," imbuhnya.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini