Sapi Asal Jawa Dilarang Masuk Madura, Badan Karantina Pertanian Ungkap Alasannya

Sapi Asal Jawa Dilarang Masuk Madura, Badan Karantina Pertanian Ungkap Alasannya
Ilustrasi sapi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanVostok
JATIM | 27 Mei 2022 10:00 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Sapi asal Pulau Jawa dilarang masuk ke Madura demi mencegah penyebab penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak di wilayah tersebut.

"Kami sudah enam kali menolak sapi asal Jawa yang hendak masuk Madura," tutur Kepala Badan Karantina Pertanian Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Agus Mugiyanto dalam keterangan tertulis.

Penolakan sapi luar Madura itu merupakan kebijakan tindak lanjut dari Surat Edaran Badan Karantina Pertanian Nomor: 12950/KR.120/K/05/2022 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

2 dari 3 halaman

Larangan

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Badan Karantina Pertanian (@barantan_ri)

Selain menolak sapi dari luar Pulau Madura masuk ke Pulau Garam itu, Badan Karantina Pertanian juga melarang sapi Madura keluar dari pulau tersebut.

"Khusus sapi yang akan ke luar, penolakan telah dilakukan dua kali hingga saat ini," lanjut Agus, dikutip dari Antara, Kamis (26/5/2022).

Selain sapi, hewan lain yang dilarang masuk ke Pulau Madura ialah kambing. Pasalnya, jenis hewan ini juga rentan terserang PMK.

Hingga berita ini ditulis, sapi dan kambing yang mengalami penolakan masuk ke Pulau Madura berasal dari Jember, Surabaya, Blora, dan Probolinggo.

3 dari 3 halaman

Jumlah Hewan yang Ditolak

ilustrasi sapi
©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Gerard Koudenburg

Badan Karantina Pertanian melakukan penolakan dua kali terhadap sapi dari Jember dengan total 19 ekor. Satu kali penolakan dari Surabaya sebanyak empat ekor sapi, satu kali penolakan kambing dari Blora sebanyak 20 ekor, satu kali penolakan kambing dari Lamongan sebanyak 15 ekor, dan satu kali penolakan kambing dari Probolinggo sejumlah 30 ekor.

Sementara itu, Badan Karantina Pertanian Bangkalan melakukan dua kali penolakan terhadap 43 sapi yang hendak keluar dari Pulau Madura,

Selain itu, Badan Karantina Pertanian Bangkalan juga gencar melakukan observasi dan perawatan sapi yang ada di Instalasi Karantina Hewan wilayah kerja Telaga Biru, Kabupaten Bangkalan.

(mdk/rka)

Baca juga:
Penyakit Mulut dan Kuku Mewabah, Pasar Hewan di Aceh Besar Ditutup
Wabah Penyakit Kuku dan Mulut Tak Pengaruhi Penjualan Susu Sapi Perah
Kasus PMK Melonjak, 7 Pasar Hewan di Klaten Tutup Sementara
Sapi Terjangkit PMK Makin Banyak, Pemkab Tulungagung Ambil Tindakan Ini
Ulama Tegaskan Hewan Sakit Tidak Bisa Dijadikan Kurban
Ribuan Hewan di Sumut Terjangkit PMK, Ini Reaksi Edy Rahmayadi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami