Serunya Nonton Aksi Pebalap Moto3 Mario Aji dari Atas Bukit, Dihampiri Penjual Cilok

Serunya Nonton Aksi Pebalap Moto3 Mario Aji dari Atas Bukit, Dihampiri Penjual Cilok
Mario Aji, pebalap Moto3 asal Madiun Jawa Timur. ©2022 Merdeka.com/Instagram @marios.a16
JATIM | 21 Maret 2022 08:35 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Ratusan orang di Bukit Rangkap berteriak seru saat pebalap Moto3 asal Indonesia, Mario Aji, melintas membawa bendera Merah Putih di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Minggu (20/3/2022).

"Woooiii…Marioooo...Mariooo..." teriak para penonton.

Para penonton pun ramai bertepuk tangan saat pebalap kelahiran Madiun, Jawa Timur itu melambaikan tangan sembari memacu kendaraannya dengan perlahan.

2 dari 4 halaman

Sambutan Meriah

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Mario Suryo Aji 🇮🇩 (@marios.a16)

Para penonton di atas Bukit Rangkap ini tidak tahu Mario Aji berada di urutan berapa saat finish. Pasalnya, pandangan mereka terhalang tribun dan pohon. Meski demikian, para penonton memberikan sambutan luar biasa kepada Mario.

Pada ajang Moto3 yang dimulai pukul 11.00 WITA, Mario Aji sempat start di posisi ketiga. Namun hasil akhir menempatkannya di posisi 14.

Pebalap dari Honda Team Asia tersebut hanya mendapat dua poin. Ia akan kembali berjuang pada seri ketiga di Argentina, 3 April mendatang.

3 dari 4 halaman

Serunya Nonton di Atas Bukit

Letak Bukit Rangkap tidak jauh dari dinding sirkuit, yakni tidak lebih dari 50 meter. Hanya dipisahkan oleh dua jalur jalan satu arah tak jauh dari pintu masuk penonton kelas premiere.

Di bawah bukit, ada beberapa warung pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan makanan dan minuman. Selain itu, ada juga jalan selebar lima meter yang di sebelah kanan kirinya digunakan parkir kendaraan roda dua.

Menonton di atas bukit memberikan pengalaman tersendiri. Orang-orang harus melalui jalan menanjak dan menerobos semak belukar untuk sampai ke punggung bukit.

Di sana, penonton dari segala usia bercampur jadi satu. Mereka ada yang berdiri, duduk, hingga menggelar tikar untuk meluruskan kakinya.

Ada pula warga yang mendirikan tenda dom di samping tebing demi menyaksikan balap motor kelas internasional tersebut.

"Cilok..cilok..cilok...! Air..air.. es..es..!" suara pedagang keliling bersahutan merebut perhatian para penonton, dikutip dari Antara.

4 dari 4 halaman

Cuaca Panas

Sejak sesi pemanasan Moto3, Moto2 hingga MotoGP, warga berbondong-bondong datang ke Bukit Rangkap. Tepat pukul 12.00 WITA, semua mata tertuju ke sirkuit karena balapan Moto3 dimulai.

Sementara itu, cuaca di Bukit Rangkap panas menyengat. Beberapa penonton pun melepaskan jaket yang mereka kenakan. Penonton lain yang kreatif mencari ranting pohon dengan daun lebat, lalu meletakkannya di atas kepala.

Di punggung Bukit Rangkap, para penonton duduk seadanya, seperti aspal, bebatuan, daun, potongan kardus, hingga tanah. Suasana di Bukit Rangkap semakin meriah saat para pebalap saling salip-menyalip di tikungan.

Saat Moto3 berakhir, penonton di Bukit Rangkap berkurang. Jeda waktu sekitar 30 menit dimanfaatkan para penonton untuk membeli makanan dan minuman di warung-warung PKL. Selanjutnya, saat Moto2 digelar, penonton kembali membludak.

  (mdk/rka)

Baca juga:
Pebalap MotoGP Mandalika Dihadiahkan Cenderamata Bumbu Khas Indonesia
Ini Sosok Risman, Pria yang Disebut Miguel Oliveira saat Menang MotoGP Mandalika 2022
Menkominfo Acungkan Jempol Kolaborasi Operator Telekomunikasi Sambut MotoGP
Menkominfo: Pers Bagian dari Garda Terdepan Sukseskan MotoGP Mandalika
Ketua DPR sebut MotoGP Mandalika Pulihkan Perekonomian NTB

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini