Serunya Sedekah Bumi di Tulungagung, Warga Antusias Berebut Itik Burung hingga Lele

Serunya Sedekah Bumi di Tulungagung, Warga Antusias Berebut Itik Burung hingga Lele
Ilustrasi Ikan Lele. ©Creative Commons/W.A. Djatmiko
JATIM | 8 November 2021 09:02 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Puluhan warga lintas agama dan penganut kepercayaan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar sedekah bumi di titik pertemuan dua aliran Sungai Ngrowo dan Sungai Song yang berlokasi di Kelurahan Panggungrejo, Kota Tulungagung, Minggu (7/11/2021).

Ritual sedekah bumi ini diiringi sejumlah penari barongan, aneka tumpeng, dan beberapa ternak yang akan dilepasliarkan ke tepi Sungai Ngrowo.

Acara kebudayaan yang diinisiasi Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) itupun menarik perhatian masyarakat sekitar.

2 dari 4 halaman

Pertama Kali Digelar

kali ngrowo tulungagung©2021 Merdeka.com/Dok. DLH Tulungagung

Sedekah bumi tersebut baru pertama kali digelar di titik pertemuan Sungai Ngrowo dan Sungai Song. Acara semakin meriah dengan adanya ritual pelarungan ternak itik, burung, dan ikan lele ke arah sungai. Para warga yang sudah menunggu sejak pagi antusias berebut hewan ternak tersebut.

"Kegiatan ini bertujuan membangkitkan peradaban leluhur di Tulungagung, yang berada di sekitar Sungai Ngrowo," jelas Ketua MLKI Tulungagung, Sukriston, dikutip dari Antara.

Dalam sambutannya, Sukriston mengungkapkan bahwa sungai adalah perwujudan kehidupan. Titik pertemuan Sungai Ngrowo dan Sungai Song menjadi simbol pertemuan dua peradaban.

Sungai Ngrowo melambangkan peradaban dari Timur atau Gunung Lawu, sedangkan Sungai Song melambangkan peradaban di sekitar Gunung Wilis.

"Selain tempuran sungai, juga merupakan tempuran peradaban," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Pelepasan Hewan Ternak

ilustrasi ayam©©2012 Merdeka.com

Sementara itu, pelepasan hewan ternak menjadi simbol pelepasan jiwa hewani dalam diri manusia. Sekaligus sebagai upaya melestarikan hewan. Sedekah bumi di titik pertemuan dua sungai itu diharapkan menimbulkan kesadaran warga akan pentingnya sungai.

"Nantinya bisa menjadi sungai yang bersih dan beradab bagi Tulungagung," harap Sukriston.

Saat ini, imbuh dia, kondisi sungai di Tulungagung sudah tercemar dan tidak lagi indah. Dalam acara tersebut juga dilakukan doa bersama antaragama untuk meminta keselamatan bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.

4 dari 4 halaman

Rencana

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Suprihatin mengungkapkan, tujuan utama sedekah bumi itu adalah ruwatan dan sesaji.

"Melepaskan hewan kembali ke alam, agar bisa kembali ke alam dan lestari," ungkapnya.

Rencananya kegiatan ini bakal dijadikan agenda rutin tahunan. Sedekah bumi ini akan dijadikan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya dan edukasi pada masyarakat. Selain itu juga menjadi kampanye pentingnya menjaga kelestarian alam.

 

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami