Tradisi Jalan di Bawah Keranda Jenazah, Keluarga yang Lakukan Diyakini Dapat Ini

Tradisi Jalan di Bawah Keranda Jenazah, Keluarga yang Lakukan Diyakini Dapat Ini
Brobosan, tradisi jalan di bawah keranda jenazah. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com
JATIM | 8 November 2021 06:01 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Salah satu upacara tradisi kematian yang masih dilangsungkan masyarakat Jawa hingga kini adalah brobosan alias berjalan di bawah keranda jenazah.

Brobosan dilakukan setelah keranda jenazah dikeluarkan dari dalam rumah menuju tengah halaman. Pada pelaksanaannya, para keluarga disilakan untuk berjalan di bawah keranda jenazah yang diangkat.

Pelaksanaan

Berjalan di bawah keranda yang diangkat empat orang di masing-masing ujung dilakukan sebelum jenazah diberangkatkan ke makam. Tradisi brobosan ini dilakukan oleh anak cucu jenazah yang bersangkutan. Masing-masing dari mereka berjalan di bawah keranda jenazah sebanyak tiga kali.

Brobosan dimulai dari sebelah kanan jenazah, berbalik atau berputar ke depan dan masuk lagi dari sisi kanan. Ada Sebagian masyarakat yang meyakini semakin banyak melakukan tradisi brobosan maka semakin baik.

2 dari 2 halaman

Diyakini Hadirkan Tuah

Selain dimaksudkan untuk menghormati sosok yang meninggal, brobosan juga juga diyakini masyarakat bisa menghadirkan tuah alias berkah bagi yang melakukannya.

Terlebih jika yang meninggal merupakan orang yang usianya panjang. Maka, anak cucu yang melakukan brobosan diyakini akan mewarisi berkah usia panjangnya. Jika sosok yang meninggal merupakan orang cerdas, maka ilmunya diyakini bisa diserap para anak cucu yang melakukan brobosan.

Sementara itu, sebagian masyarakat memiliki kebiasaan di mana jika sosok yang meninggal perempuan, maka yang melakukan brobosan terbatas pada sanak keluarga terdekat, seperti dikutip dari buku Upacara Tradisional (Upacara Kematian) yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1985-1986). Bahkan, jika yang meninggal masih anak-anak atau remaja, tradisi brobosan tidak dilakukan.

(mdk/rka)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami