Warga Sakit di Pelosok Jombang Harus Ditandu Menuju Faskes, Lewati Tengah Hutan

Warga Sakit di Pelosok Jombang Harus Ditandu Menuju Faskes, Lewati Tengah Hutan
Orang sakit di pedalaman Jombang harus ditandu berjam-jam lewat tengah hutan. ©2022 Merdeka.com/Instagram @wargajombang
JATIM | 31 Maret 2022 08:23 Reporter : Rizka Nur Laily M

Merdeka.com - Puluhan warga Dusun Rapah Ombo, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bahu-membahu memikul seorang warga yang tengah sakit menggunakan tandu sederhana yang terbuat dari kain sarung dan bambu pada Selasa (29/3).

Sebenarnya, hanya dibutuhkan dua orang untuk memikul tandu tersebut. Namun, dikarenakan jarak tempat tinggal mereka dengan fasilitas kesehatan jauh, maka mereka berinisiatif gantian.

Puluhan warga bergantian memikul tetangganya yang sakit melewati jalan berlumpur dan medan sulit. Mereka melewati perkampungan di pedalaman Kabupaten Jombang dan kawasan hutan.

2 dari 3 halaman

Terkendala Hujan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by #wargajombang (@wargajombang)

Menurut cerita sang menantu, pria yang ditandu itu sudah sakit selama sepekan terakhir. Namun, kondisinya baru memburuk pada Senin (28/3) malam.

“Mau dibawa tadi malam, tapi hujan. Jadinya pagi-pagi ditandu,” ujar sang menantu, Mustain, mengutip dari akun Instagram @wargajombang.

Ironisnya, pria paruh baya yang sakit itu dibawa menuju fasilitas kesehatan di daerah lain yakni di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

“Ke arah Jombang jauh, perjalanan 4-5 jam. Medannya sulit,” lanjut Mustain.

Sementara jika dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang berada di Kabupaten Nganjuk, hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan berjalan kaki dan menempuh jarak sekitar 8-9 kilometer.

3 dari 3 halaman

Keluhan Warga

Seorang warganet pemilik akun Instagram bernama @kemon_jr yang juga merupakan warga Dusun Rapah Ombo menceritakan kondisi daerah tempat tinggalnya.

“Saat sakit harus ditandu untuk berobat ke puskemas terdekat yang jaraknya sekitar 12 kilometer. Musim hujan menjadikan akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan, warga bergotong-royong memikul sampai ke desa yang bisa dilalui kendaraan," ujarnya.

Lebih lanjut, Kemon menjelaskan bahwasanya listrik baru mulai masuk Dusun Rapah Ombo pada 2014 silam.

Sementara itu, menurut pemilik akun Instagram bernama @jalal.jbg, Desa Klitih sebenarnya memiliki ambulans. Namun, kendaraan tersebut tidak bisa menjangkau Dusun Rapah Ombo karena kendala akses jalan.

“Tadi pagi bingung, digotong hingga Kecamatan Lengkong, Nganjuk. Cari mobil terus ke RS Sambong Kabupaten Nganjuk,” tulis @jalal.jbg.

“Semoga saja ada perhatian dan respon dari pihak terkait atau Pemkab Jombang terhadap daerah yang agak tertinggal dari daerah lainnya,” komentar @yudhi.hariadi72.

 

(mdk/rka)

Baca juga:
Jokowi Pesan ke APDESI: Saya Titip Kalau Bangun Fisik Pakai Bahan Material dari Desa
Kementerian PUPR Hibah BMN Hingga Rp222,58 T, Terbesar Jalan dan Jembatan
Pemulihan Ekonomi 2021 Didorong 28 Proyek Pemerintah Swasta Senilai USD 17 Miliar
Mudik Diperbolehkan Tahun Ini, BPJT Pastikan Jalan Tol dalam Kondisi Baik
Infrastruktur Dumai Rusak, Wali Kota Curhat Tak Dapat Kompensasi Pertambangan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami