Bagi-Bagi Bintang Jenderal TNI

Bagi-Bagi Bintang Jenderal TNI
Ilustrasi Bintang Jenderal TNI. ©2019 Merdeka.com
KHAS | 9 Desember 2019 10:02 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Hampir dua bulan nama Wakil Panglima TNI belum diputuskan Presiden Joko Widodo. Tiga kepala staf TNI menjadi kandidat utama. Nama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa paling berpeluang menduduki posisi baru itu.

Kehadiran jabatan Wakil Panglima TNI diteken Jokowi pada 18 Oktober 2019 lalu, dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia. Pemerintah beralasan ingin mengoptimalisasi pengelolaan TNI dengan sebaran anggotanya di seluruh wilayah Indonesia.

Nama Andika kabarnya menunggu pengumuman kepala negara untuk menempat jabatan Wakil Panglima TNI. Peluang menantu mantan Kepala BIN Purnawirawan Jenderal A.M Hendropriyono ini dirasa sesuai dengan kemampuannya. Sebagai lulusan Akmil 1987, karir Andika selama menjadi tentara juga tergolong moncer.

emtek bersilaturahmi dengan kasad
Kasad Jenderal Andika Perkasa ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Dengan syarat bahwa Wakil Panglima TNI harus bintang empat dan kepala staf, Andika tidak ada lawan. Dua pesaingnya, yakni Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Siwi Sukma Adji.

Pengamat intelijen dan militer Connie Rahakundini Bakrie melihat, dua kepala staf pesaing Andika untuk posisi Wakil Panglima TNI bukan tidak memiliki kemampuan. Laksamana Siwi sudah akan memasuki usia pensiun pada April tahun depan. Sedangkan Marsekal Yuyu kemungkinan sulit lantaran Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga berasal dari TNI AU.

"Sehingga Kasad Andika, menurut saya yang masuk akal untuk menjadi Wakil Panglima TNI," ujar Connie kepada merdeka.com, Jumat pekan lalu.

Kabar mengenai isu Andika segera menjabat Wakil Panglima TNI, sempat didengar Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bobby Rizaldy. Dia merasa tidak masalah bila posisi itu nantinya benar dijabat Andika.

Kehadiran Andika sebagai dengan jabatan baru itu tentu menjadi cerminan bahwa TNI Angkatan Darat harus memiliki posisi penting dalam struktur pejabat militer. Apalagi sebagai matra paling banyak diisi pasukan besar wilayah mereka.

"Menurut saya pribadi, TNI AD memang harus ada di struktur atasan. Karena mewakili sebagai paling besar. Untuk nama Andika, secara usia itu masih pas. Selain itu karen matra angkatan darat juga paling besar," ungkap Bobby.

Karir militer Andika paling meroket di era Presiden Jokowi. Diawali dengan menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden pada tahun 2014, membuatnya naik pangkat menjadi Mayor Jenderal. Pada 2016, dia menjabat Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura.

Masuk tahun 2018, menjadi lompatan karir besar. Posisi Letjen didapat ketika menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat. Di tahun yang sama, Andika diminta mengisis posisi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat. Setelah itu, tepatnya pada 22 November 2018, pria berusia 54 tahun itu dilantik Presiden Jokowi jenderal sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Besarnya peluang Andika menjadi Wakil Panglima TNI juga tida bisa dilepaskan dari peran sang mertua. Pengamat pertahanan Sidratahta Mukhtar, melihat keadaan itu sulit dipisahkan lantaran Hendropriyono juga memiliki peran besar bagi besarnya dunia militer, khususnya TNI AD.

Kesan bahwa Andika sudah disiapkan menjabat posisi penting di Markas Besar TNI juga sulit dihindari. "Memang (Andika) sudah disiapkan dengan matang sebagai figur yang secara bertahap akan sampai ke puncak. Jadi menurut saya, sudah memiliki deal strategis yang jelas," ucap dosen Kajian Terorisme Pascasarjana Sekolah Strategis dan Global Universitas Indonesia tersebut.

Baca Selanjutnya: Pro Kontra Wakil Panglima TNI...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami