Bayangan Kekhawatiran dalam New Normal

Bayangan Kekhawatiran dalam New Normal
KHAS | 27 Mei 2020 07:05 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Mobil Mercedes Benz hitam berpelat nomor RI 1 berhenti di depan stasiun MRT Bunderan HI, Selasa (26/5). Mengenakan kemeja putih dan masker di wajah, Presiden Jokowi masuk ke dalam stasiun MRT ditemani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Jokowi harus melewati pintu pemeriksaan. Setelah itu, petugas MRT mengarahkan Thermogun ke wajah Presiden. Mengecek suhu tubuh. Dirasa aman, Jokowi menuju peron bersama Kapolri dan Panglima TNI. Ketiganya memastikan penerapan protokol kesehatan di transportasi umum. Seiring wacana pola hidup normal gaya baru atau new normal yang disinggung Jokowi.

Jokowi lalu melanjutkan perjalanan menuju Mal Bekasi, Jawa Barat. Kunjungannya juga untuk melihat kesiapan penerapan prosedur standar new normal di pusat perniagaan.

"Pada siang hari ini saya datang ke kota Bekasi Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan kesiapan kita dalam menuju sebuah tatanan baru, ke sebuah normal yang baru," kata Jokowi di Mal Bekasi.

jokowi tinjau kesiapan new normal di mrt

Kompromi dengan Covid-19. Keputusan itu terpaksa diambil Presiden Jokowi dalam menghadapi pandemi. Hingga kini, serum maupun vaksin untuk melawan Corona belum juga ditemukan di semua negara. Bahkan WHO menyebut Covid-19 tidak akan pernah hilang.

Jokowi yang sebelumnya menegaskan sikapnya untuk berperang melawan Corona, kini terpaksa memilih berdamai. Hidup berdampingan dengan virus yang telah menginfeksi lebih dari 4 juta orang di dunia tersebut.

"Kita harus berdamai dengan Covid, karena info terakhir dari WHO yang saya terima. Meskipun kurva-nya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita arus berdampingan hidup dengan Covid sekali lagi yang penting masyarakat produktif dan aman," jelas Jokowi.

Siasat berdamai dengan Covid-19 dimulai dengan rencana pelonggaran PSBB di beberapa daerah guna menyambut gaya baru hidup normal atau yang disebut The New Normal. Daerah yang menunjukkan kurva Covid-19 terkendali, konsep The New Normal akan diterapkan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyiapkan empat tahapan dalam kerangka pelonggaran PSBB. Mulai dari prakondisi, waktu, prioritas dan koordinasi.

Tim gugus tugas menggandeng para akademisi mulai dari pakar epidemiologis, kesehatan masyarakat, sosiolog, komunikasi politik hingga pakar ekonomi. Tidak hanya para pakar, tim gugus tugas juga bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk mendapatkan data dari delapan daerah. Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Bali, Banten, Jakarta, Bandung, Surabaya, serta Semarang.

Untuk waktu pelaksanaan pelonggaran PSBB, tim harus melihat kepatuhan masyarakat. Daerah yang belum menunjukkan kurva penurunan kasus Covid-19, tak diberikan kelonggaran PSBB.

Jokowi menggarisbawahi, berdamai dengan covid bukan berarti Indonesia menyerah menghadapi virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China tersebut. Kuncinya, protokol kesehatan. Ini wajib diterapkan untuk mencegah penularan Covid-19.

Aturan main dalam kehidupan normal baru, tengah disiapkan pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin. Denyut kehidupan baru di berbagai sektor akan dijalankan kembali dengan gaya baru. Hidup normal dengan protokol kesehatan.

jokowi tinjau kesiapan new normal di mrt

Nantinya, sejauh mata memandang, orang menggunakan masker. Bukan lagi pemandangan tak biasa. Bakal makin banyak tempat cuci tangan dan hand sanitizer di fasilitas publik atau tempat kerumunan orang seperti terminal, bandara dan stasiun.

Suasana kantor dengan para pekerja yang berjarak satu meter menjadi hal lazim. Semua sektor diwajibkan mengutamakan protokol kesehatan. Termasuk di tempat pelayanan publik dan transportasi.

Sejalan dengan itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah mengeluarkan surat edaran tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19. Pertama, protokol kesehatan di tempat kerja perkantoran dan industri. Kedua, protokol pencegahan penularan Covid-19 bagi aparat.

1 dari 4 halaman

Panduan Penerapan New Normal

Tatanan kehidupan normal gaya baru atau The New Normal bakal diterapkan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada situasi Pandemi.

Tak hanya itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mengeluarkan surat edaran Nomor HK.02.01/MENKES/334/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 bagi Aparat yang Melaksanakan Tugas Pengamanan dan Penertiban Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Perusahaan wajib memenuhi sejumlah aturan untuk mendukung pola hidup normal gaya baru. Perusahaan wajib membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja. Harus ada prosedur bagi pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai Covid-19. Dengan gejala demam atau batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas. Sehingga bisa dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

Perusahaan mengatur karyawan yang memungkinkan melakukan pekerjaannya dari rumah atau work from home. Serta pekerjaan yang harus dilakukan di kantor. Di pintu masuk tempat kerja, wajib dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan thermogun. Sebelum masuk kerja, Self Assessment Risiko Covid-19 diterapkan untuk memastikan pekerja yang bekerja di kantor dalam kondisi tidak terjangkit Covid-19.

Perusahaan juga diimbau mengatur waktu kerja agar tidak terlalu panjang alias lembur. Dikhawatirkan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat. Dampaknya terhadap penurunan sistem kekebalan atau imunitas tubuh. Jika memungkinkan, perusahaan meniadakan shift malam. Kalaupun terpaksa dilakukan, diutamakan pekerja berusia kurang dari 50 tahun.

Pekerja diwajibkan menggunakan masker sejak dari dan menuju rumah. Termasuk di tempat kerja. Perusahaan wajib memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis. Caranya dengan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan setiap 4 jam sekali. Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.

infografis the new normal di kantor

Kualitas udara tempat kerja dimaksimalkan. Dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja serta pembersihan AC. Perusahaan harus menyediakan hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol minimal 70 persen di tempat-tempat yang diperlukan.

Selain itu, perusahaan juga harus menyediakan sarana cuci tangan yakni sabun dan air mengalir. Lalu memasang poster edukasi cara mencuci tangan yang benar.

Perusahaan harus menerapkan physical distancing atau jaga jarak dalam semua aktivitas kerja. Pengaturan jarak antar pekerja minimal 1 meter pada setiap aktivitas kerja. Dimulai dari pengaturan meja kerja, pengaturan kursi saat di kantin dan lainnya.

Pekerja harus rajin cuci tangan menggunakan sabun saat tiba di tempat kerja, sebelum makan, setelah kontak dengan pelanggan atau pertemuan dengan orang lain. Setelah dari kamar mandi, usai memegang benda yang kemungkinan terkontaminasi. Serta hindari penggunaan alat pribadi secara bersama.

pmi sterilkan pusat perbelanjaan sarinah

Dunia usaha sudah bersiap menghadapi kondisi New Normal. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) telah menyiapkan skenario gaya bekerja gaya baru yang akan diterapkan.

Ada standar baru yang berkaitan dengan sarana dan prasarana. Kebersihan peralatan, rak-rak dagangan, chiller, refrigator, AC, troli barang dan lainnya harus dipastikan terjaga dari kontaminasi virus. Pembersihan berkala dengan menggunakan disinfektan agar higienis.

Pelayanan tetap dipertahankan. Dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi. Layanan pesan-antar lewat aplikasi atau telepon bakal makin gencar dilakukan.

Layanan di toko akan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. Salah satu skenario yang disiapkan adalah memecah kerumunan. Petugas yang bekerja di toko akan memecah kerumunan jika terjadi penumpukan di satu area.

"Ini bagus di dalam membiasakan masyarakat untuk physical distancing," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey.

Rencana penerapan New Normal membuat Pengusaha ritel optimistis. Roda perekonomian membaik bersama dengan tingkat kesehatan dan keselamatan konsumen maupun masyarakat. Soal pendapatan bisnis, berproses seiring berjalannya waktu.

Sektor transportasi publik juga sudah bersiap menyesuaikan gaya hidup normal baru. Humas PT MRT Jakarta, Kamaludin menerangkan, protokol kesehatan tetap menjadi unsur utama. Seperti yang sudah diterapkan selama masa PSBB.

Physical Distancing atau jaga jarak antar penumpang, pembatasan di dalam kereta, jarak di stasiun, pemeriksaan suhu tubuh penumpang, hingga kewajiban menggunakan masker. Bila dalam proses pengecekan ditemukan penumpang dengan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius, maka dilarang masuk. Penumpang akan dipulangkan atau dibawa ke rumah sakit terdekat.

stasiun mrt lebak bulus

Jumlah penumpang MRT akan ditambah jika new normal diberlakukan. Jika selama PSBB jumlah penumpang dibatasi 60 orang, maka pada fase new normal jumlah penumpang ditambah menjadi 67 atau 68 orang. Tidak menutup kemungkinan, penerapannya semakin diperketat saat New Normal mulai diterapkan.

"Jadi mungkin ada faktor-faktor baru yang sekarang belum termonitor, mungkin ada risiko-risiko tambahan yang perlu kami pertimbangkan," katanya.

Pengelola MRT sudah mempersiapkan tambahan aturan. Hanya saja belum bisa disampaikan. Menjelang berakhirnya PSBB, pihak MRT akan menyosialisasikan kepada masyarakat. Jaminan pengguna MRT selalu aman, bersih dan tetap sehat, menjadi dasar pertimbangan.

Di sektor pendidikan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim sempat menyampaikan kepada DPR mengenai kesiapan menghadapi gaya hidup normal yang baru. Skenario sudah disiapkan. Namun tidak bisa diungkapkan. Alasannya, belum ada keputusan pelonggaran aktivitas dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

"Harus diketahui bahwa Kemendikbud sudah siap dengan semua skenario. Kami sudah ada berbagai macam," ucap Mendikbud Nadiem.

2 dari 4 halaman

New Normal dari Berbagai Sudut Pandang

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menilai, langkah pemerintah Indonesia mewacanakan new normal di tengah kasus positif Covid-19 meningkat tidak tepat. Seharusnya, pemerintah pusat tetap menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara menyeluruh. Bahkan penerapannya lebih ketat.

"New normal itu sesuatu yang biasa dan memang harus dipersiapkan, tetapi memang timingnya harus dilihat baik-baik. Kalau sekarang terlalu gegabah," kata Hermawan saat dihubungi Merdeka.com, Senin (25/5).

Terlihat dari data Selasa 26 Mei 2020, menunjukkan penambahan pasien baru positif Corona berjumlah 415 orang. Sehingga total pasien positif menjadi 23.165 orang. Kasus sembuh total secara akumulatif sebanyak 5.877 orang. Sementara total pasien meninggal sebanyak 1.418 orang.

Peningkatan jumlah kasus menunjukkan Indonesia belum bisa menerapkan new normal. Apalagi, Indonesia belum melewati titik krusial atau puncak pandemi. Wacana new normal hanya akan efektif pada negara yang sudah berhasil melewati dan mengendalikan penyebaran virus Corona dengan baik.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M. Faqih mengingatkan, rencana penerapan new normal harus diletakkan pada dasar yang kuat. Indikator, kriteria, serta protokol yang tepat.

Tujuan protokol dibuat untuk mempersiapkan aktivitas masyarakat di tengah bahaya penularan Covid-19. New normal dilakukan karena manusia hidup beradaptasi. Namun tetap berhati-hati agar selalu sehat dan tidak tertular Covid-19. Kalau protokol kesehatan tidak dilakukan, dikhawatirkan terjadi ledakan jumlah kasus.

rspi sulianti saroso

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Muhammad Adib Khumaidi meminta pemerintah mengkaji secara mendalam rencana penerapan new normal. Jika tidak diperhitungkan dengan matang, kasus Covid-19 di Indonesia sangat mungkin melonjak tajam dan tak terkendali.

"Harus dihitung dengan benar, kalau tanpa perhitungan benar bukan tidak mungkin akan terjadi lonjakan kasus yang tinggi," kata Adib.

Pakar komunikasi politik Prof Effendi Ghazali melihat, yang perlu dilakukan saat memasuki era new normal pasca pandemi Covid-19, bukan hanya strategi komunikasi pemerintah, tetapi lebih penting ke peradabannya.

"Peradaban di new normal adalah peradaban yang jujur, transparan, apa adanya," jelas Effendi.

Peneliti Center For Innovation and Governance (Cigo) FIA UI, Eko Sakapurnama melihat, perubahan gaya hidup normal akan terjadi di beberapa sektor.

Di sektor ekonomi, restoran akan memakai bilik pelindung, pengecekan suhu menjadi wajib. Bekerja dari rumah bisa jadi dipermanenkan perusahaan. Pabrik akan menyiapkan teknologi robotik. Layanan jasa panggilan online semakin marak, termasuk bengkel-bengkel.

Dari segi kesehatan, telemedicine menjadi hal biasa. Masyarakat akan mulai sadar kebutuhan multivitamin dan makanan sehat.

Pada sektor pendidikan, para murid maupun mahasiswa akan terbiasa dengan masuk kelas secara bergantian. Atau sesi kelas tatap muka jarak jauh. Seperti yang saat ini sudah dijalankan selama masa PSBB. Belajar dari rumah.

"Untuk sektor yang lainnya, pertandingan olahraga tanpa penonton. Hingga masuk ke mal dengan jumlah batas pengunjung. Itu semua mungkin akan terjadi," kata Eko.

Gaya hidup normal baru juga tidak dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Seperti yang belakangan ini makin sering dilakukan. Mulai dari belajar dengan sistem online, konser musik secara daring, belanja online, dan lainnya.

Perbankan dan pelayanan publik lain juga bakal mengoptimalkan pelayanannya tanpa harus tatap muka. Berbasis daring. Sehingga interaksi satu manusia benar-benar dibatasi.

seorang pengunjung dicek suhu tubuh ketika hendak masuk mal di solo

Rencana penerapan New Normal tidak bisa dilepaskan dari upaya pemerintah menahan turbulensi ekonomi. Tujuannya agar tidak terjun bebas sampai minus dua digit. Peneliti Indef, Enny Sri Hartati menganalogikan, saat ini Indonesia tengah berada di ruang ICU rumah sakit. Tahapan New Normal digunakan sebagai upaya untuk bisa keluar dari masa kritis.

"New Normal ini lebih menahan, selama kita belum menaklukkan, tidak mungkin akselerasi ekonomi," kata dia.

Dalam pandangannya, New Normal di Indonesia bukan berarti pemulihan perekonomian. Sebab, proses pemulihan ekonomi baru bisa berjalan jika pandemi berakhir. New Normal hanyalah bentuk penyesuaian aktivitas masyarakat.

"Selama kurva masih mengalami peningkatan, tidak ada program pemulihan ekonomi yang efektif karena masih terkendala aktivitas, sehingga kondisi New Normal dan pemulihan ekonomi ini dua hal yang berbeda," jelas Enny.

New Normal merupakan kondisi anomali yang terjadi dari suatu kondisi sebelumnya menjadi kondisi baru. Dalam hal ini, kehidupan di masyarakat harus mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan dalam berkegiatan. Tak terkecuali dalam menjalankan roda perekonomian.

"Ke depan kita harus mengedepankan kesehatan dan keselamatan karena apapun usaha kita kalau tidak sehat dan selamat kita tidak bisa melakukan apa-apa," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey.

3 dari 4 halaman

New Normal di Negara Lain

Dalam konteks rencana menerapkan kehidupan normal gaya baru, Indonesia perlu berkaca dari negara lain yang sudah dan tengah menjalankannya.

Dimulai dari China. Wuhan menjadi sorotan dunia setelah kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di kota ini. Pemerintah China menutup Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa pada akhir Januari lalu. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas.

Meski kini Wuhan sudah dibuka kembali, sejumlah larangan masih tetap diberlakukan dan aparat sudah memperingatkan ancaman virus corona masih jauh dari usai. Pembukaan kembali Wuhan bukan berarti semuanya sudah aman. Ini juga bukan berarti aturan pencegahan dan pemantauan dilonggarkan sepenuhnya.

Korea Selatan juga sudah menerapkan pelonggaran aktivitas bagi warganya. Pelonggaran aturan pembatasan sosial berlaku 9 Mei. Pemerintah menyerukan kepada warga untuk kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Mulai dari bersekolah, pergi ke museum, perpustakaan, stadion, bahkan mendatangi konser musik.

Gugus tugas dari pemerintah dan para ahli penyakit menular di Korsel merilis buku panduan setebal 68 halaman. Isinya tata cara pelaksanaan pembatasan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

kafe di korsel pakai robot layani pelanggan

Empat hari setelah dimulainya pelonggaran karantina wilayah, wali kota Seoul langsung memerintahkan semua bar dan klub malam di kota itu ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Penyebabnya, ditemukannya klaster baru virus corona yang menjangkiti puluhan orang.

Negara-negara yang sudah gatal ingin kembali membuka aktivitas masih takut dengan akibatnya dan kini mereka mencermati kondisi yang terjadi di Korea Selatan.

"Gelombang kedua tidak bisa dihindari," kata Son Young-rae, ahli epidemiologi senior di Pusat Manajemen Bencana Korsel.

Korsel awalnya menangani pandemi corona dengan cukup baik dan menjadi contoh bagi berbagai kota di dunia tanpa perlu menghentikan banyak aktivitas ekonomi seperti di negara lain. Tapi kini Korsel juga menghadapi situasi sulit. Mereka harus belajar kembali secara bertahap menghadapi pandemi Covid-19 gelombang kedua ini.

Para pejabat pemerintah, pekerja medis, dan sebagian warga masyarakat tahu betul, tanpa adanya vaksin maka melonggarkan aturan pembatasan sosial akan menyebabkan lebih banyak lagi penularan dan kematian. Kuncinya adalah bagaimana melonggarkan aturan tanpa menyebabkan penyebaran virus kembali menggila.

asrama buruh migran di singapura

Singapura adalah salah satu negara yang sudah melakukan yang terbaik untuk penanganan Covid-19. Sejumlah perbatasan ditutup untuk populasi yang kemungkinan membawa virus. Bisnis masih tetap berjalan seperti biasa.

"Kita akan semakin beradaptasi dengan keadaan normal yang baru," kata Josip Car, pakar populasi di ilmu kesehatan Universitas Teknologi Nanyang di Singapura, seperti dilansir laman the New York Times, Senin (20/4).

Namun dalam beberapa hari terakhir, kasus corona covid-19 di Singapura melonjak dua kali lipat. Kejadian ini tidak terduga sebelumnya. Baik oleh warga maupun pemerintah Singapura.

Penyebaran virus corona di negara ini memberi gambaran bagi Amerika Serikat, Eropa dan sebagian negara lain. Sulit untuk segera mengembalikan situasi ke semula meski kurva tampaknya sudah mulai mendatar.

Dengan kasus yang melambung ini, Singapura akhirnya meninggalkan kehidupan normal. Pemerintah Singapura tampaknya gagal mengantisipasi betapa menularnya virus corona. Sebagian besar kasus adalah tanpa gejala dan gejala ringan sehingga tidak ada yang harus dirawat khusus. Itu mungkin menjelaskan mengapa penyebaran di tengah para buruh migran ini tidak terduga sebelumnya.

4 dari 4 halaman

Siapkah New Normal dengan Konsekuensinya?

PT Semen Padang mendeklarasikan diri sebagai salah satu pabrik yang siap menjalani new normal. Sejak Maret, Semen Padang membentuk Tim Penanganan Covid-19. Tim ini menyiapkan protokol atau panduan kerja kondisi the new normal.

Protokol ini tidak hanya mengatur hal-hal yang berkaitan dengan aspek manusia, cara kerja, namun juga berkaitan dengan pelanggan, pemasok, mitra, dan lainnya.

Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati merinci, ada 12 modul yang disiapkan dalam Protokol Normal Baru di Semen Padang.

Mulai dari panduan Work From Office (WFO), modul Work From Home (WFH), modul menerima tamu, dokumen dan paket. Ada pula modul penerapan rapat, modul perjalanan dinas, modul makan, modul beribadah. Di dalamnya juga dimuat modul mengenakan masker, modul berkendaraan, modul pemakaian fasilitas perusahaan, modul petugas kebersihan dan modul pengamanan.

Semua karyawan wajib menggunakan aplikasi khusus untuk kehadiran dan pelaporan kondisi kesehatan karyawan. Baik yang bekerja di rumah maupun di kantor.

"Kemudian membatasi aktivitas di luar rumah dan pusat keramaian di luar jam kerja. Juga ada anjuran bagi karyawan Semen Padang untuk rutin berolah raga, makan makanan sehat dan bergizi, cukup istirahat, berpikiran positif dan beribadah," kata Anita.

warga berbelanja baju lebaran di pasar kebayoran lama

Wakil Ketua Umum Kadin, Shinta Widjaja Kamdani meyakini mayoritas pelaku usaha sudah siap untuk menerapkan skenario new normal. Sebab, pandemi ini telah memukul kelangsungan ekonomi dalam negeri yang memicu terjadinya peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Namun, skema new normal membutuhkan komitmen seluruh pihak untuk kooperatif mematuhi aturan protokol kesehatan sesuai ketetapan pemerintah. Selain itu, new normal juga harus disertai perubahan kapasitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

"Idealnya, kondisi new normal disertai dengan peningkatan kapasitas layanan kesehatan untuk penanganan korban covid-19. Karena adanya kemungkinan 50-50 bahwa new normal menciptakan surge of patients bila protokol kesehatan tidak berhasil menghentikan wabah seperti yang diharapkan," jelasnya.

Bicara rencana penerapan new normal tak lepas dari kondisi berbagai daerah di Indonesia. Siapkah daerah menerapkan pelonggaran aktivitas menuju tatanan kehidupan normal yang baru dengan segala risiko dan konsekuensinya? Suara dari pemerintah daerah perlu didengar pemerintah pusat. Sebagai bahan pertimbangan sebelum mengeluarkan kebijakan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap melaksanakan kehidupan normal yang baru. Fokus yang segera dibenahi berkaitan dengan pemulihan ekonomi. Untuk memulihkan perekonomian, toko, restoran maupun mal bakal segera dibuka kembali.

Namun dengan protokol kesehatan yang ketat. Pengunjung wajib memakai masker, pengecekan suhu tubuh, hingga keharusan mencuci tangan. Jumlah pengunjung di dalam mal juga dibatasi.

"Mengenai new normal dan PSBB, jadi perlu diketahui bahwa Jabar itu dinilai sudah siap untuk melaksanakan new normal," kata Sekretaris sekaligus juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid19 Jabar, Daud Achmad.

kondisi satwa satwa di kebun binatang bandung

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat banyak negara sudah mempersiapkan skenario tata hidup normal gaya baru. Setiap negara memiliki karakter berbeda dalam menyikapi new normal. Termasuk Indonesia.

Sebelum memulai tatanan kehidupan normal baru, konsepnya harus sampai di masyarakat. Warga harus memahami kehidupan dan aktivitas saat ini bagian dari upaya melindungi diri dari penularan Covid-19.

"Pada posisi seperti ini harusnya lebih banyak orang mensosialisasikan lebih banyak lagi masyarakat yang terus konsolidasikan dan lebih banyak yang mengajak agar pola hidup bersih dan sehat itu menjadi lifestyle," kata Khofifah kepada merdeka.com pekan lalu.

Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Kadarmanta Baskara Aji menilai, rencana ini perlu dikaji lebih dalam. Pelonggaran dengan tatanan kehidupan gaya baru dikhawatirkan justru membuat wabah sulit dikendalikan.

"Mungkin saran saya, masukan saya, ada dua. Pertama jangan dilonggarkan kalau orang banyak menyalahgunakannya. Kedua, kalau tetap dilaksanakan, protokolnya harus diperkuat," singkat Kadarmanta Baskara Aji.

Provinsi Bali menjadi salah satu yang diwacanakan bakal dilakukan pelonggaran. Provinsi ini dianggap paling sukses mengendalikan penularan Covid-19.

ketua harian gugus tugas percepatan penanganan covid 19 provinsi bali dewa made indra

Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra melihat New Normal sebagai keinginan Presiden agar warga tetap produktif namun tetap menjaga kesehatan.

"Ini kebijakan bisa kita maknai bahwa masyarakat boleh bekerja, boleh beraktivitas agar mereka produktif. Asal kata aman ini mempunyai makna asal kita displin menerapkan protokol kesehatan," kata Dewa Indra.

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung beberapa bulan. Baginya, tidak mungkin menahan masyarakat untuk tetap berada di rumah dalam kurun waktu panjang. Apalagi, tidak ada kepastian kapan Pandemi ini akan berakhir.

Kebijakan melonggarkan aktivitas masyarakat dipahami dalam konteks tersebut. Pemerintah Provinsi Bali patuh dengan kebijakan pemerintah pusat.

"Aktivitasnya boleh dilonggarkan tetapi penerapan disiplin protokol kesehatan harus diketatkan karena kalau tidak maka pelonggaran aktivitas ini bisa menimbulkan penyebaran-penyebaran baru," katanya

Beberapa hari terakhir, aktivitas masyarakat di Bali sudah mulai menggeliat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin banyak warga yang keluar dengan protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker.

Dia berharap, pelonggaran aktivitas dengan dibarengi pengetatan disiplin tidak berakibat negatif dari sisi pencegahan Covid-19.

"Di Bali kita tentu sekali lagi tidak bisa bertentangan dengan kebijakan nasional. Pemerintah Provinsi Bali dan juga gugus tugas pasti akan mencermati ini melihat dinamika situasi lapangan."

 

Tim Penyusun: Randy Firdaus, Pandasurya Wijaya, Idris Rusadi Putra, Supriatin, Yunita Amalia, Bachtiar, Nur Habibie, Anisyah Al Faqir, Sulaeman, Moch. Kadafi (Bali), Purnomo Edi (Yogyakarta). (mdk/noe)

Baca juga:
Jokowi Tinjau Kesiapan Prosedur New Normal di Mal Bekasi
Pemprov Jabar Siap Jalani New Normal, Toko dan Mal Segera Dibuka Kembali
Sambut Kenormalan Baru, BNI Optimalkan Layanan Transaksi Digital
Tips untuk Pemilik Bisnis Kecil Hadapi Era New Normal
Bappenas Minta Pemda Mulai Susun Protokol Kenormalan Baru
Belum Siap New Normal, Sukoharjo Perpanjang KLB Hingga Juli 2020


Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5