Wawancara Khusus

Bupati Bangli Nyoman Sedana: Hadapi Pandemi dengan Kekeluargaan dan Gotong Royong

Bupati Bangli Nyoman Sedana: Hadapi Pandemi dengan Kekeluargaan dan Gotong Royong
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. ©2021 Istimewa
KHAS | 1 September 2021 08:05 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta mendonasikan gaji pribadinya untuk warganya yang terdampak Pandemi Covid-19. Menurutnya, itu dilakukan atas dasar nilai kemanusiaan. Sebagai makhluk sosial.

Ide mendonasikan gaji pribadi awalnya disampaikan saat rapat Forkompinda. Ide itu disambut baik seluruh jajaran termasuk Kapolres Bangli, Dandim, Kejari, Ketua Pengadilan bahkan Ketua DPRD Bangli. Mereka sepakat mendonasikan seluruh gajinya untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kita rencanakan untuk gaji kita setiap bulan akan kita sumbangkan sebagai bentuk tanggung jawab. Musibah pandemi ini, adalah tugas kita bersama bahkan seluruh ASN dan pejabat juga akhirnya berkolaborasi menyumbangkan," ungkapnya.

Bentuk bantuan dari sumbangan gaji itu diurus atau dikelola Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangli dan timnya. Langsung disumbangkan ke masyarakat terdampak Covid-19 dalam bentuk bantuan sembako.

Berikut petikan wawancara khusus merdeka.com dengan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Apa strategi yang dilakukan sehingga angka kesembuhan di Kabupaten Bangli terus bertambah?

Kabupaten Bangli sudah melakukan isoter, juga melakukan 3T dan mencapai target vaksinasi. Vaksinasi tahap pertama kita sudah lakukan dengan rata-rata capai hampir 89,96 persen. Sekarang kita menggerakkan vaksinasi tahap kedua dengan gerakan masif yang berbasis banjar (lingkungan). Kita lakukan serentak vaksinasi tahap kedua untuk mencapai target capaian vaksinasi. Kebetulan sangat mencukupi stok vaksin untuk Kabupaten Bangli.

Apakah masih ada warga yang sulit diajak vaksinasi, tidak percaya Covid? Bagaimana Anda meyakinkan mereka?

Ada seperti kemarin OTG positif. Sangat susah. Setelah satgas desa babinkamtibmas dan dinas kesehatan mewadahi melakukan pendekatan secara persuasif dan mensosialisasikan bahaya dan pentingnya swab serta isolasi terpusat, akhirnya mereka bisa memahami dan mau. Tapi pada prinsipnya yang penting adalah melakukan pendekatan-pendekatan secara kekeluargaan.

Bagaimana kondisi ekonomi dan pariwisata di Bali khususnya Bangli selama Pandemi Covid-19?

Mungkin kalau kita ngomongin pariwisata kawan-kawan berpikirnya Bali semuanya seperti itu. Tapi khusus di Kabupaten Bangli, memang PDRB kita hampir 50 persennya dari sektor pertanian. Jadi karena sektor pertanian maka imbas daripada sektor pariwisata sendiri juga kena. Tapi tidak separah kawan-kawan yang ada di Bali Selatan.

Jadi kita kebetulan memang ada di tengah-tengah yang satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki laut. Kebetulan di kawasan kami Kabupaten Bangli kebetulan adalah agrowisata. Sehingga dalam masa pandemi seperti ini tidak terlalu parah dampaknya di sektor pariwisata.

Di Kabupaten Bangli justru memiliki tempat wisata untuk ngopi-ngopi. Seperti di daerah Kintamani. Ini malah jadi daerah favorit di Bali untuk menikmati pemandangan.

Hanya saja, karena PPKM level 4, jadi kita sterilkan dan kita tutup semua coffe shop. Sekarang kita bolehkan sedikit dalam urusan take away dan tidak boleh makan di tempat. Jadi kita harapkan dalam beberapa Minggu ke depan mungkin Bali bisa ke level 2 atau ke level 3 secara umum. Sehingga beberapa sektor pariwisata mudah-mudahan bisa dibuka kembali.

Jadi sekali lagi karena Bangli basisnya adalah sektor pertanian, maka sektor pariwisata sebagai pendukung. Kebetulan sekarang jebol di sektor pariwisata, kami tidak terlalu berpengaruh. Beberapa sektor pertanian malah cukup bagus hasilnya dan kawan-kawan petani bisa menikmati hasil di sektor pertanian.

Tetapi memang yang terdampak pariwisata adalah pekerja dari Bangli yang kerja di luar Bangli. Sekarang mereka pulang dan baru memulai berusaha seperti di perikanan dan pertanian. Ini perlu waktu dan kita terus dorong sektor pertanian di Kabupaten Bangli untuk kita kuatkan di masa-masa mendatang. Di samping juga sektor pertanian yang berkonsep tetap memperhatikan alam yang memang kita kembangkan di Kabupaten Bangli.

Bagaimana cerita awal Anda menyumbangkan gajinya untuk warga yang terdampak Covid-19?

Kita dilahirkan sebagai makhluk sosial dan juga warisan daripada budaya nenek moyang kita adalah warisan gotong royong. Jadi melalui rapat Forkompinda, saya kemukakan ini bagaimana kalau kita melakukan gerakan gotong royong bersama. Ada Bapak Kapolres, Bapak Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan bahkan ketua DPRD yang waktu itu diwakili oleh bapak wakil ketuanya.

Maka disepakatilah bawah semuanya menyumbangkan dari masing-masing instansinya. Terus kebetulan kita rencanakan untuk gaji kita setiap bulan akan kita sumbangkan juga sebagai bentuk tanggung jawab kita bahwa memang musibah Pandemi ini adalah tugas kita bersama bahkan seluruh ASN dan pejabat juga akhirnya berkolaborasi menyumbangkan.

Di Bangli ini ada tim yang mengelola. Timnya kepala BKPAD-nya yang mengurus itu. Jadi gaji saya Bulan Juli, Agustus, dan selanjutnya juga langsung akan dikelola di sana. Terus karena ini diviralkan sampai saudara-saudara Bangli yang ada di Jakarta mulai juga nitip dan akhirnya semua kita catatkan dan semuanya dalam bentuk sembako.

Jadi prinsipnya memang budaya gotong royong ini di zaman sekarang harus ditumbuhkan dan harus galakkan lagi. Karena kalau sudah bergotong royong kayaknya beban berat sekalipun akan teras ringan dan ini tugas kita bersama.

Akhirnya kita kampanyekan dan mudah-mudahan walaupun kecil bisa menginspirasi kawan-kawan yang lain dan melakukan yang lebih besar mungkin dari hal yang kami lakukan ini.

Berapa total donasi yang terkumpul?

Kalau yang bulan lalu karena kita di Bangli memang kecil, kita sudah kumpulkan hampir Rp500 juta uang kas. Di samping seluruh pengusaha yang ada di Bangli otomatis ada. Misalnya BLN ada bank-bank ada sektor swasta misalnya pemilik LPG, Indomaret, Alfamart, akhirnya mereka datang memberikan sumbangan. Termasuk organisasi-organisasi seperti misalnya petenakan ikut menyumbang dan semua terkumpul di rumah jabatan Bupati. Jadi penuh dengan Sembako.

Jadi silakan kepada masyarakat Bangli siapapun itu kita akan datangi untuk memberikan sembako. Masih banyak stok kita akan lakukan sampai Pandemi ini berlalu. Jadi, begitu gerakan kita di Kabupaten Bangli.

Apa respons Anda ketika mengetahui ide donasi gaji pribadi yang disumbangkan menjadi viral?

Jujur saja kalau saya tahu viralnya dari Kadiskominfo. Karena kita sendiri menganggap gerakan ini memang seperti ini seharusnya. Dan kita merasa mengkampanyekan kepada kawan-kawan ASN di sini walaupun kita terdampak juga tapi minimal kita masih bisa dapat bulanan. Sementara kawan-kawan kita yang lain mereka sudah kehilangan mata pencaharian, kehilangan bisnisnya.

Jadi walaupun terdampak itulah bentuk keseriusan kami yang kita dedikasikan di hidup ini. Karena jabatan seperti saya mengabdi tentu kita sudah memahaminya apapun yang kita buat. Ada yang suka, tidak suka, dan memang harus kita nikmati perjalanan ini. Kita sudah mengambil pilihan ini jadi ya sudah kita nikmati saja dan syukuri.

Intinya memang kalau kita mau berbuat baik tentu banyak sekali rintangan, halangan yang harus kita lalui. Tapi kita nikmati dan kita syukuri dan berbagi dengan bergotong royong ini saya sepakat 100 persen kalau kita sudah bergotong royong masalah sebesar apapun akan terasa ringan. Terbukti di Kabupaten Bangli mungkin kalau saya detailkan lagi PAD kita di Bangli kecil tapi hasilnya kita bisa berjalan semuanya. Bahkan insentif nakes pun saya sampai minta kepada Dinas Kesehatan, Direktur ICU untuk secepatnya. Karena saya ingin uang yang ada di APBD kita tersalurkan semuanya. Tapi memang katanya ada kendala-kendala sedikit di teknis itu.

Apa strategi ke depan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangli?

Jadi untuk waktu ke depan, dalam hal menangani Covid-19 ini bagaimana memaksimalkan vaksinasi secara masal. Sehingga tercapai herd immunity dan Bali mudah-mudahan Bulan September bisa terpenuhi 100 persen terhadap sasaran-sasaran yang kita vaksin.

Yang kedua juga hari-hari ini dan Minggu ini kita akan membuat rencana aksi untuk beberapa program. Jadi dilihat bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah, tentu saya pantau sudah mencukupi sebenarnya. Tetapi dengan tambahan-tambahan donasi yang kita galakkan ini akan terus kita galakkan agar semua masyarakat Bangli bisa membuat gerakan gotong royong bersama-sama ini. Mudah-mudahan di masa pandemi ini juga bisa membangkitkan lagi solidaritas. Kita bangun lagi rasa kemanusiaan, yang kayaknya kita harus sadari mungkin itu yang agak tergerus.

Kita lihat bagaimana sifat-sifat kegotongroyongan yang adi luhung warisan ini juga mulai tergerus. Dulu waktu saya kecil saya ingat sekali waktu ada jalan misalnya terkena longsoran, tidak ada komando, warga bunyikan kentongan seluruh warga bergotong royong untuk menyisihkan semua (longsoran). Jalan jadi bersih kembali.

Tapi kalau zaman sekarang sedikit saja ada permasalahan kayaknya rakyat ini menunggu pemerintah yang harus turun. Perlu membangkitkan rasa itu dengan pola-pola kepemimpinan dan kolaboratif. Kita sampaikan walaupun dianggap pencitraan silakan. Tapi sekali lagi karena kita dalam mengambil posisi dan pilihan maka kita yakini ini sesuatu yang mulia dan ini sesuatu yang harus kita Kampanyekan terus menerus tanpa harus mengenal lelah.

Saya harapkan dan saya yakini juga sembako datang terus ke kami sekarang. Semua kami catatkan karena kita sudah carat kita akan buat penghargaan juga kepada semua insan-insan yang berbuat baik ini.

Walaupun mereka itu tidak memerlukan itu tapi sebagai bentuk yang disampaikan menghilangkan kekhawatiran hal-hal yang kita tidak inginkan maka administrasi harus diperketat di lingkungan kami. Karena kepercayaan ini kan tanggung jawab yang besar sekecil apapun bantuan yang kita dapat ini. (mdk/noe)

Baca juga:
VIDEO: APBN Kuat Tangani Pandemi dan Bangkitkan Ekonomi
Bupati Jember: Kalau Warga Tidak Belanja, Ekonomi Tak Akan Bergerak
Dr Aditya Gusman: Waktu Pasti Terjadinya Gempa Tidak Bisa Diprediksi
Dirut BTN Haru Koesmahargyo: Kita Harus Tangguh dan Tumbuh
VIDEO: Ibu Kota Baru Jadi Dibangun Atau Tidak
Dokter Piprim: Anak Positif Covid-19 Beri Nutrisi Protein Hewani

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami