Darah Perawan Palsu

KHAS | 25 Oktober 2019 07:09 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Ada saja akal bulus Y (28) dan GG (29), sebagai muncikari. Dua pemuda ini dikenal penyuplai perawan desa kepada para hidung belang. Harga ditawarkan sungguh fantastis, mencapai Rp20 juta tiap perempuan. Padahal para konsumen mereka sedang tertipu. Gadis binaan dua muncikari itu merupakan perawan palsu.

Sebanyak 25 perempuan mereka rekrut untuk menjadi PSK. Mereka rata-rata berstatus pelajar SMA bahkan sampai janda. Paras para perempuan mereka perdagangkan memang bertampang manis. Wajar saja, mereka ini kalau di kampung merupakan kembang desa.

Bagi para hidung belang pencari sensasi perawan, tawaran ini tentu menggiurkan. Kedua muncikari tersebut paham, pelanggan mereka incar wajib berkantong tebal. Sehingga tidak lagi memikirkan soal fulus, yang penting bisa mencicipi gadis perawan dan rencana berjalan mulus.

Cara culas Y dan GG untuk mengakali keperawanan para PSK, dengan menggunakan kapsul berisi cairan berwarna merah. Kapsul itu kemudian dimasukkan ke dalam kelamin para perempuan.

Ketika para hidung belang ini melakukan hubungan intim, mereka bakal melihat ada darah keluar ketika melakukan penetrasi. "Jadi setelah main (berhubungan intim) kelihatan darah," kata Kapolres Bogor AKBP M Joni, Kamis pekan lalu.

Para gadis perawan palsu ini memasukkan kapsul ke dalam kemaluan satu jam sebelum berhubungan. Kapsul perawan palsu itu mudah mereka beli di toko obat.

Semua gadis binaan diiklankan melalui jejaring sosial dan aplikasi pesan singkat. Biasanya mereka menjajakan melalui Line dan Facebook. Area prostitusi mereka di sekitar Bogor, Jawa Barat.

Dalam aplikasi, mereka memasang foto profil perempuan muda cantik untuk memikat pria hidung belang. Ketika calon pelanggan mulai berkomunikasi, kemudian berlanjut transaksi. Bila harga deal, bergegas dua muncikari itu mengantarkan gadis perawan palsu menuju lokasi penginapan.

Dalam menjalankan aksinya, Y dan GG tidak ragu mencari gadis di luar binaan. Semua bisa diatur sesuai keinginan calon pelanggan. Servis dilakukan dua muncikari ini tergolong profesional. Mereka paham apa yang diinginkan para pelanggan demi memuaskan sensasi kenikmatan di atas ranjang.

"Para pria hidung belang ini berkomunikasi dengan pelaku, kemudian mengantar perempuan muda itu ke hotel yang sudah dipesan," ungkap Joni.

Dua muncikari ini menjual perawan desa dengan harga Rp20 juta. Duit itu tidak langsung dibayar di awal. Biasanya para pelanggan wajib memberi uang muka sebesar Rp3 juta. Selanjutnya dilunasi setelah hubungan di atas ranjang selesai.

Uang muka itu menjadi pendapatan Y dan GG. Sedangkan duit Rp17 juta merupakan duit para PSK binaan. "Merekrut korban tidak ada yang ditutupi. Sudah saling tahu," ujar Joni.

Setahun terakhir ini Polres Bogor sudah mengungkap lebih dari 15 kasus prostitusi dengan berbagai modus. Faktor ekonomi memang selalu mendominasi latar belakang.

Masalah ini seharusnya menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Bogor. Perlu ada sosialisasi tentang bahaya perdagangan gadis dari desa demi mencegah terulang kasus prostitusi.

Apalagi dengan melihat kelihaian Y dan GG dalam menjual perempuan. Dengan modus gadis perawan palsu di Bogor, ternyata nama mereka juga tersohor. Bahkan sampai mampu melayani lintas kota dan provinsi. Paling jauh, mereka mengirim gadis binaan kepada pelanggan di Samarinda.

Beruntung dua penjual gadis ini sudah tertangkap. Mereka berhasil dijebak kepolisian ketika menjalani aksi di hotel kawasan Sentul City. Saat tertangkap, seorang perempuan berinisial KO (20) juga diamankan sebagai korban.

Setelah di dalami, terungkap KO merupakan gadis berasal dari sebuah desa di Kabupaten Bogor. Mereka ditangkap setelah selesai bertransaksi.

"Ini perdagangan orang dengan korban berinisial KO, perawan desa asal Bogor," ungkap Joni.

1 dari 1 halaman

Obat Keperawanan

Sebenarnya secara ilmu kedokteran bila perempuan tidak mengeluarkan darah dari kemaluan saat berhubungan intim, bukan berarti tidak perawan. Banyak faktor penyebab itu. Di antaranya, perempuan yang memiliki selaput dara tipis sehingga saat berhubungan tidak mengeluarkan darah.

Bisa juga bila ketika waktu kecil pernah mengalami kecelakaan sehingga selaput daranya sobek. "Apa itu disebut tidak perawan? Kan tidak juga," kata Dosen Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Bona Simanungkalit.

Sebenarnya keliru bila persepsi seorang perempuan perawan dilihat dari darah yang keluar dari vagina ketika berhubungan intim. Apalagi dengan kecanggihan dunia kedokteran, untuk mendapatkan sensasi perawan bisa dilakukan hymenoplasty atau operasi selaput dara kepada pasangan.

Bona melihat kasus perdagangan gadis perawan palsu dalam dunia prostitusi memang murni ekonomi. Dengan cara culas menjadikan perempuan seolah perawan, tentu akan menaikkan harga perempuan.

Bagi pelanggan pencari sensasi perawan dengan kemampuan uang tidak terbatas, kesempatan ini tidak akan dilewatkan. Padahal darah yang keluar itu adalah palsu. "Pada kasus ini, sepertinya untuk membuat tarif PSK mahal karena masih perawan," ungkap dia menjelaskan.

Saat ini Y dan GG telah mendekam di balik jeruji. Kedua muncikari itu sedang mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka juga dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara, dengan kasus tindakan pidana penjualan orang. (mdk/ang)

Baca juga:
Fakta-Fakta Bisnis Prostitusi Perawan Desa Berharga Rp 20 Juta Sekali Kencan
Polisi Beberkan Fakta Darah Perawan Buatan di Kasus Penjualan Perempuan Desa
Muncikari di Bogor Beri Obat agar PSK Keluarkan Darah seperti Perawan saat Kencan
Muncikari di Bogor Pekerjakan 25 Perempuan Desa, dari SMA hingga Janda
Polres Bogor Ungkap Praktik Penjualan Perawan Desa
Prostitusi di Apartemen Margonda Residence Terbongkar, Polisi Tangkap Germo