Wawancara Khusus

Direktur Eksekutif KNEKS: Kita Produsen Produk Halal Terkemuka di Dunia

Direktur Eksekutif KNEKS: Kita Produsen Produk Halal Terkemuka di Dunia
busana muslim. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
KHAS | 3 Januari 2022 08:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Indonesia sudah memiliki Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Arahnya, Indonesia ingin menjadi negara yang terkemuka di dalam pengembangan ekonomi syariah di dunia.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo. Salah satu fokusnya, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus didorong untuk memanfaatkan perkembangan digitalisasi.

"Arah-arahnya seperti itu secara garis besar di dalam master plan ekonomi syariah," ujar Ventje Rahardjo.

Tujuan utama pemerintah mendorong ekonomi syariah membesar dan memberikan sumbangan yang kuat terhadap perkembangan ekonomi secara nasional.

"Itu tujuan utamanya."

Berikut petikan wawancara khusus jurnalis merdeka.com Wilfridus Setu Embu dengan Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo.

direktur eksekutif komite nasional ekonomi dan keuangan syariah ventje rahardjo

Bagaimana kondisi dan perkembangan ekonomi syariah Indonesia sampai hari ini?

Kita melihat potensinya besar sekali. Pertama, di dunia dari sekitar 2 miliar penduduk muslim, sekitar 270 juta ada di Indonesia. Itu termasuk yang terbesar di dunia. Jadi kalau dilihat apa kebutuhan penduduk muslim?

Pertama kebutuhan untuk mendapatkan barang-barang dengan produksi halal. Mulai dari makanan dan minuman, pakaian, dan sebagainya diharapkan semuanya itu mempunyai kehalalan. Ada sertifikat. Itu yang pertama, dari sisi kebutuhannya, dari sisi konsumsi. Termasuk juga kita melihat ini menyebabkan tren di dalam baik itu fashion, lifestyle, itu trennya terus meningkat.

Sisi yang lain adalah kebutuhan dilayani menggunakan sistem keuangan yang syariah. Baik perbankan syariah maupun sistem keuangan yang lain, di pasar modal maupun di industri keuangan non-bank. Ini kebutuhan-kebutuhan yang muncul karena sebagian besar dari penduduk Indonesia adalah muslim. Jadi ini dilihat sebagai potensi besar.

Oleh sebab itu, Bapak Presiden memutuskan untuk mendirikan Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah. Ini didirikan karena di samping potensi yang demikian besar, pemanfaatannya belum optimal. Misalnya di perbankan syariah dia sudah mulai tumbuh dengan cepat tapi market share-nya relatif masih rendah. Selanjutnya dalam pengembangan industri produk halal juga masih belum terlalu kuat.

Atas dasar ini, disusun satu rencana kerja yang kita sebut sebagai Master Plan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024. Arahnya tadi, bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang terkemuka di dalam pengembangan ekonomi syariah di dunia.

Apa saja poin penting di Master Plan itu?

Pertama, diharapkan terjadi pengembangan dalam industri produk halal. Kedua, tetap kita harus mengembangkan sektor keuangan syariah, seperti perbankan syariah, pasar modal syariah, dan industri keuangan non-bank syariah. Ini harus berkembang.

Ketiga, kita diharapkan mengembangkan sektor keuangan sosial syariah. Misalnya zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf. Itu diharapkan terus didorong pengembangannya. Karena itu potensinya juga besar sekali. Keempat, kita berbicara mengenai pengembangan ekonomi syariah berbasis UMKM. Ini juga didorong.

Terakhir, fokusnya adalah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus didorong untuk memanfaatkan perkembangan digitalisasi. Arah-arahnya seperti itu secara garis besar di dalam master plan ekonomi syariah.

Bagaimana tren perkembangan ekonomi syariah Indonesia pasca munculnya KNEKS?

KNEKS didirikannya dengan Keppres-nya tahun 2016. Tapi baru diaktifkan di awal 2019. Perkembangannya, dalam 3 tahun ini, pertama yang mencolok adalah di sektor perbankan syariah. Sektor perbankan syariah walaupun kita bicara mengenai pandemi dalam 2 tahun terakhir ini, namun perbankan syariah pertumbuhannya masih positif. Kira-kira sekitar 10 persen. Jadi pertumbuhan perbankan syariah masih di atas pertumbuhan perbankan konvensional.

Ini menggembirakan. Jumlah tabungan juga meningkat dengan pesat. Para penabung juga meningkat dengan pesat. Apalagi dengan digabungnya 3 bank syariah eks Himbara menjadi Bank Syariah Indonesia. Ini terasa percepatannya. Dengan pertumbuhan yang positif itu, walaupun angkanya belum keluar tapi diperkirakan market share-nya juga akan mulai bergerak naik menuju ke angka sekitar 7-8 persen dari sebelumnya sekitar 6 persen.

Kalau kita melihat di sektor pasar modal syariah, pertumbuhannya juga cukup baik. Karena semakin banyak instrumen berbasis syariah yang diterbitkan. Yang paling mencolok adalah penerbitan Sukuk oleh pemerintah. Ini penerbitannya jumlahnya luar biasa. Kalau dibandingkan dengan negara-negara lain Sukuk pemerintah Indonesia ini terbesar dalam penerbitan Sukuk dibandingkan penerbitan Sukuk dari negara-negara lain.

Kemudian kalau kita bicara di bidang pelayanan, kita melihat bahwa saat ini di bidang digitalisasi sudah muncul yang kita sebut sebagai layanan syariah dari LinkAja. Pertumbuhannya juga cukup cepat. Dari dimulai tahun 2020 sekarang ini pelanggannya sudah mendekati angka 3 juta orang dalam waktu yang sangat singkat. Ini cepat sekali pertumbuhannya. Juga di semua market place, sudah ada corner untuk penjualan produk-produk halal.

Kemudian kalau kita melihat dari sisi literasi yang sebelumnya berkisar di angka 16-an persen, sekarang udah meningkat literasinya menjadi 20-an persen. Itu hasil survei Bank Indonesia.

Kalau kita lihat perbandingan antarnegara, pemeringkat ekonomi syariah Indonesia juga terus mengalami peningkatan. Kalau di beberapa tahun lalu sebelum aktifnya KNEKS peringkat kita mungkin ada di peringkat 10, ada yang di peringkat 6. Sekarang ini sudah bergerak naik. Selama 3 tahun ini peringkat yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga pemeringkat dunia menunjukkan bahwa peringkat ekonomi syariah Indonesia terus meningkat.

Saat ini untuk di bidang keuangan, itu diselenggarakan oleh Refinitiv itu dulunya Thompson Reuters, itu kita sekarang sudah nomor dua. Memang masih di bawah Malaysia. Peringkatnya juga terus meningkat.

Bagaimana proyeksi perkembangan ekonomi syariah di tahun 2022?

Trennya memang masih positif. Apalagi saat pandemi kita lihat mereka bertumbuh positif. Dengan pandemi yang sudah bisa dikendalikan Insya Allah di 2022, tren positif ini diperkirakan masih akan terus berlangsung. Bahkan mudah-mudahan terjadi akselerasi dan kami yakin akan terjadi akselerasi.

Karena kondisi perbankan syariah saat ini dalam kondisi sehat dengan irama pertumbuhan yang cukup tinggi, dengan portofolio pembiayaan yang cukup sehat, dan juga ada kecenderungan dari masyarakat, bersamaan dengan literasi yang semakin tinggi, berbondong-bondong membuka rekening di perbankan syariah. Jadi kami di KNEKS masih punya optimisme bahwa di 2022 dan seterusnya pertumbuhan perbankan syariah masih lebih baik dibandingkan 2021.

Apa saja persoalan dalam pengembangan ekonomi syariah dan langkah pembenahan yang sudah dilakukan?

Kalau kita lihat perjalanan kita, pertama bahwa dengan potensi besar ini pemerintah menyadari bahwa pengembangan ekonomi syariah harus menjadi aspirasi nasional. Jadi kita gerakkan ini secara nasional bahwa ekonomi syariah itu bukan soal Islamisasi, tetapi memanfaatkan comparative advantage dari Indonesia yang penduduk muslimnya mayoritas.

Kalau kita melihat Malaysia itu kan penduduk 60 juta. Penduduk muslimnya tidak sampai 60 persen dari 60 juta itu. Kalau kita penduduknya sekitar 200-an juta hampir 300 juta dan 80 persen adalah penduduk muslim. Jadi kalau Malaysia bisa memanfaatkan potensi ekonomi dari penduduk muslimnya, maka Indonesia kita perkiraan mempunyai juga potensi untuk memanfaatkan penduduk muslimnya untuk menjadi kekuatan ekonomi. Itu aspirasi nasional sudah ditetapkan.

Kemudian saat ini kita sedang membuat berbagai inisiatif untuk bisa menggerakkan baik dari sisi industri produk halal, sisi sektor keuangan syariah, sisi sektor keuangan sosial syariah, menggerakkan para wiraswasta yang bergerak dalam pengembangan ekonomi syariah, dan juga mendorong secara kuat digitalisasi ekonomi syariah. Ini yang sedang kita kerjakan.

Kalau kita melihat sambutan dan respons dari negara-negara jiran, termasuk negara-negara anggota OKI, umumnya mereka menyambut baik inisiatif yang dilakukan Indonesia. Karena kalau Indonesia bisa menggerakkan ekonomi syariahnya, maka diharapkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekonomi syariah dunia menjadi lebih kuat lagi. Ini menjadi harapan juga bagi negara-negara lain anggota OKI, bahwa Indonesia bisa menggerakkan ekonomi syariahnya.

Kita perlu menyatukan semangat. Pengembangan ekonomi syariah memang sudah banyak dilakukan berbagai pihak. Baik pemerintah seperti Kementerian maupun Lembaga punya inisiatif. Dari organisasi massa juga punya gerakan pengembangannya sendiri. Kemudian dari sektor pendidikan juga punya inisiatif untuk melakukan pengembangan.

Tapi mungkin karena belum menuju ke satu arah yang sama, maka ini menjadi ada duplikasi, mungkin ada juga blank spot yang belum dikerjakan dan sebagainya. Ini tugas kita untuk mendorong terjadinya sinergi, konsolidasi, dan kerja sama yang semakin kuat di antara semua stakeholder supaya dalam semangat yang sama energinya bisa lebih optimal dimanfaatkan.

Tantangan utamanya di situ. Selebihnya mungkin agak teknis, tapi begitu Wakil Presiden kan yang menjadi Ketua Harian mengumpulkan semua anggota KNEKS dalam satu rapat pleno akhirnya disepakati program-program kerja menjadi satu program kerja bersama semua anggota dan semua stakeholder. Ini tugas management executive KNEKS untuk merangkai semua perintah ini menjadi inisiatif yang sifatnya action plan bagi semua. Utamanya itu.

Presiden optimis dalam waktu 4 tahun ekonomi syariah kita bisa peringkat 2 bahkan 1. Bagaimana KNEKS melihat ini?

Sebetulnya kalau bicara pemeringkatan kan sudah ada lembaga pemeringkat dunia juga yang memberikan peringkat nomor 2 buat Indonesia. Lembaga yang namanya Refinitiv. Kalau bicara peringkat bisalah mencapai itu. Tapi pertanyaannya apakah kita cukup puas dengan peringkat yang seperti itu?

Tujuan utama kita kan memang mendorong bahwa ekonomi syariah membesar dan memberikan sumbangan yang kuat terhadap perkembangan ekonomi secara nasional. Itu tujuan utamanya. Ini terus kita dorong. Bahwa kita misalnya, kita adalah produsen produk halal yang terkemuka di dunia, ini mungkin kita sudah (mencapainya). Tapi kita belum mencatat saja. Jadi pencatatan-pencatatan juga kita perbaiki. Semuanya kita rapikan.

Mungkin sebelum ini kita belum mencatat dalam statistik kita mengenai statistik produk halal kan. Mungkin kita perlu membuat definisinya, perlu membuat catatannya. Kemudian dari situ kita melihat. Rasanya Indonesia punya potensi yang sangat besar, sesuai yang dicita-citakan, dicanangkan, diarahkan oleh Bapak Presiden. (mdk/noe)

Baca juga:
Modal Indonesia jadi Raja Ekonomi Syariah Dunia
Cita-Cita Ekonomi Syariah Terbesar Dunia
Erick Thohir Siap Kolaborasikan Program Ekonomi Syariah dengan PBNU
Bisnis Pesantren Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Syariah Indonesia
Erick Thohir: NU di Bawah Gus Yahya Jadi Pilar Penting Perkembangan Ekonomi Syariah
Bank Wakaf Mikro Diklaim Mampu Bantu Kurangi Kemiskinan di RI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami