Donasi Berujung Blokir PPATK

Donasi Berujung Blokir PPATK
Penertiban Baliho FPI di Tangerang. ©2020 Merdeka.com/Kirom
KHAS | 18 Januari 2021 11:54 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Sesaat tubuh Irvan Gani membeku. Matanya fokus menatap layar mesin anjungan tunai mandiri BCA di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. Lekas tersadar, dia merasa terkejut kartunya tidak bisa digunakan. Tulisan di layar mesin memberi tahu bahwa rekeningnya tidak diizinkan bertransaksi.

Kaget rekeningnya tidak bisa digunakan, Irvan mencoba mesin ATM lain. Sayangnya hal yang sama terjadi. Akun rekeningnya tetap tak dapat melakukan transaksi perbankan. Tulisan di layar masih serupa, "Anda tidak diizinkan untuk menggunakan kartu ini."

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta periode 1998 hingga 2000 ini pun akhirnya mencoba sambangi kantor pusat di Daan Mogot pada 4 Januari 2021. Selama perjalanan ke kantor pusat, dia mencoba menghubungi Halo BCA guna menanyakan kenapa akun rekeningnya tak bisa melakukan transaksi.

Pihak BCA tidak bisa memberikan jawaban terang atas masalahnya. Bahkan, sesampainya di Daan Mogot, Irvan justru disuruh ke kantor BCA penerbit, yakni di mana dirinya membuka rekening. Segera dia bergegas menuju Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selama di dalam mobil, Irvan mencoba membuka Twitter pribadinya. Dia juga melaporkan pemblokiran ke Halo BCA. Tak butuh lama, Twit-nya mendapat respon. Diminta untuk memasukkan data-data pribadi.

Jawaban itu sedikit membuat Irvan lega. Dia berpikir kalau BCA cepat menanggapi respon dari nasabahnya. Namun, yang terjadi justru sial. Usai datanya dikirim, dia justru tertipu BCA Palsu. Sayangnya, dia kebobolan karena ketika itu sedang dalam kondisi panik.

Singkat cerita, Irvan akhirnya tiba di Epicentrum. Dari sana dia baru tahu bahwa rekeningnya diblokir. Di mana ada surat pada tanggal 4 Januari itu dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sedangkan surat resmi dari BCA baru diterima pada esok harinya, Selasa 5 Januari.

Kala itu, dia pun sempat menanyakan alasan rekening dirinya diblokir. Sayangnya BCA mengaku kalau pihaknya hanya mengikuti perintah sesuai surat dari PPATK. "Saya tanya kenapa ya. Mereka enggak bisa jawab," ujar Irvan pasrah.

Irvan hanya bisa pasrah saat rekening nya diblokir. Tabungan yang disimpan di Bank BCA kini tak dapat digunakan hingga kini. PPATK masih membekukan sementara rekening Irvan. Ini lantaran dia diduga terlibat dalam berbagai aktivitas dilakukan FPI. Padahal Irvan bukan merupakan anggota dari ormas yang dibubarkan pemerintah pada 30 Desember 2020 lalu.

Sosok Irvan memang ramai di media sosial ketika peristiwa tewasnya enam orang anggota Front Pembela Islam (FPI) usai bentrok dengan polisi di TOL KM 50, Cikampek. Irvan melalui akun Twitter @ghanieierfan, membuka donasi untuk para korban. Langkah itu dilakukan berdasarkan asas kemanusiaan.

"Saya nggak ada urusan dengan FPI. Ini tragedi kemanusiaan terjadi pada siapa aja," kata Irvan kepada merdeka.com, Sabtu pekan lalu.

Total donasi terkumpul dari tanggal 7-11 Desember 2020, kala itu berjumlah Rp1,7 miliar. Pembagian donasi pertama dengan cara tunai kepada enam keluarga korban sebesar Rp200 juta per keluarga.

Kemudian sisa Rp500 juta kembali dikirim melalui cara transfer ke tiap rekening keluarga korban. Semua dana dari donatur pun sudah selesai dikirim kepada keluarga korban. Irvan menegaskan tidak ada uang para donatur dipakai untuk kepentingan pribadi lantaran semua disampaikan secara transparan melalui akun media sosial miliknya.

PPATK hingga 17 Januari 2021, melaporkan ada 89 rekening yang terafiliasi dengan rekening FPI. Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, pihaknya belum bisa mengungkap berapa total dana yang disita.

Sejauh ini PPATK masih terus mendalami dari semua rekening terkait FPI yang sedang diblokir. "Mudah-mudahan analisis dan pemeriksaan akan selesai akhir bulan," katanya Dian.

Baca Selanjutnya: Penghentian sementara transaksi dan aktivitas...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami