Duet Mesra PDIP-Gerindra di Pilkada

Duet Mesra PDIP-Gerindra di Pilkada
KHAS | 3 Agustus 2020 10:13 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PDIP dan Gerindra terus menunjukkan kekompakan di kancah politik. Level nasional hingga daerah. Pada momen Pilkada 2020, kedua partai semakin mesra. Akurnya partai papan atas pada Pemilu 2019 tersebut, berdampak koalisi yang dibangun untuk mengusung banyak pasangan calon kepala daerah.

Pilkada serentak 2020 akan berlangsung di 270 daerah. Beberapa paslon mulai resmi diusung. Banyak berasal dari koalisi PDIP-Gerindra. Tentu tidak berdua saja. Mereka juga merangkul partai lain gabung dalam koalisi mendukung calon pemimpin daerah.

Seperti pada Pilwalkot Tangerang Selatan. Pasangan Muhammad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diusung PDIP-Gerindra. Muhammad sampai sekarang masih menjabat Sekretaris Daerah Tangsel dan belum mengajukan surat pengunduran diri kepada Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany

Terjun ke politik, Muhammad masuk sebagai kader PDIP. Mendapat kesempatan spesial, dia mendapat pasangan duet pertarungan Pilkada Tangsel nanti merupakan anak pengusaha Hasim Djojohadikusumo sekaligus keponakan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Kedua langsung mendapat rekomendasi langsung dari Prabowo.

Koalisi Gerindra dan PDIP juga terjadi di Depok. Dua partai sepakat mengusung Pradi Supriatna dan Afifah Aliyah. Pradi merupakan calon petahana dari posisinya sekarang Wakil Wali Kota Depok. Sedangkan Afifah dikenal sebagai kader PDIP dan seorang pengusaha.

Rekomendasi untuk Pradi dan Afifah membuat duet koalisi Gerindra dan PKS bubar. Pradi nantinya akan melawan rekannya saat ini Muhammad Idris, wali kota Depok.

Kemudian di Solo, Jawa Tengah, Partai Gerindra juga ikut gerbong PDIP. Mereka mendukung pasangan Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa.

Dukungan Gerindra menjadikan Gibran, putra mahkota Presiden Joko Widodo, mendapat koalisi yang sangat gemuk. Ada kemungkinan dalam Pilkada Solo, Gibran bakal melawan kotak kosong lantaran hampir seluruh partai mendukung kecuali PKS.

Masih di Jawa Tengah, wilayah Purworejo juga akan diisi koalisi PDIP-Gerindra. Mereka rencananya akan mengusung Agustinus Susanto dan Rahmat Kabuli sebagai bakal calon bupati dan calon wakil bupati Purworejo periode 2020-2024. Duet dua nama itu kini masih menunggu kepastian dari Gerindra lantaran belum mengeluarkan surat rekomendasi.

Di luar pulau Jawa, partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto juga masih satu gerbong. Pada Pilgub Kepulauan Riau (Kepri), misalnya. PDIP-Gerindra mengusung Soerya Respationo dan Imam Sutiawan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga turut dalam koalisi ini.

Soerya sudah cukup dikenal sebagian masyarakat. Pernah menjabat sebagai wakil gubernur Kepri, dirasa menjadi modal untuk kampanye ke depan. Sedangkan Imam merupakan wakil ketua DPRD dan ketua Gerindra Kepri.

Selanjutnya di Pilgub Sulawesi Utara. PDIP dan Gerindra sepakat mengusung Olly Dondokam Bey dan Steven Kandouw. Keduanya merupakan petahana dan berasal dari PDIP. Untuk Olly, selama di Politik dikenal sebagai kader senior PDIP yang dekat dengan Megawati.

Keakraban yang dibangun pucuk pimpinan partai di level nasional tentu mempunyai dampak psikologis kepada pengurus partai di level daerah. Termasuk ketika memilih koalisi dalam Pilkada. Bukan tidak mungkin, keakraban Megawati dan Prabowo turut memengaruhi pengurus dua partai di daerah untuk membangun koalisi.

Baca Selanjutnya: Ketua DPP Gerindra Habiburokhman menegaskan...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami