Wawancara Menteri

Edhy Prabowo: Saya Ingin Nelayan Tersenyum

KHAS | 30 Oktober 2019 08:10 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - "Jangan korupsi, jangan bikin malu saya!" Kalimat ini disampaikan Prabowo Subianto kepada Edhy Prabowo ketika mendapat tugas sebagai menteri kelautan dan perikanan dari Presiden Joko Widodo.

Sosok Prabowo bukan sekedar ketua umum Partai Gerindra di mata Edhy Prabowo. Segudang ilmu dan pengalaman dari Prabowo banyak diberikan kepada dirinya sejak masih muda.

Mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Edhy Prabowo di Gedung Mina Bahari IV, Selasa kemarin, terlihat rona optimis untuk mengemban tugas berat sebagai menteri pengganti Susi Pudjiastuti. Beragam keluhan sudah banyak didengar walau baru sepekan dirinya duduk sebagai menteri.

Dengan pengalaman sebagai mantan Ketua Komisi IV DPR, politikus Partai Gerindra ini dianggap cukup tahu di mana kelebihan dan kekurangan kementerian yang kini dipimpin. Dirinya memahami ke depan tidak boleh bertindak keluar pakem visi misi Presiden Jokowi.

"Saya pembantu presiden," ujar Edhy yang mengaku bangga dengan predikat itu. Dia selalu memegang pesan Jokowi bahwa tidak ada visi menteri selain dari Presiden. Sejauh ini Presiden Jokowi meminta dirinya fokus mengenai kesejahteraan para nelayan.

Mengenakan baju safari cokelat dengan warna celana senada, Edhy banyak bercerita mengenai kondisi kelautan dan perikanan Tanah Air sampai kebanggaannya dijuluki 'Tukang Pijat Prabowo'. Berikut wawancara Edhy Prabowo dengan jurnalis merdeka.com Angga Yudha Pratomo dan Anisyah Al Faqir:

1 dari 4 halaman

Tugas Berat Menteri

Apa tugas dari Presiden Jokowi ketika memberi kepercayaan kepada Anda menjabat posisi menteri kelautan dan perikanan?

Tugas dari Pak Jokowi itu ada dua. Harus membangun komunikasi dengan nelayan agar mereka merasakan bahwa ada peran negara yang membela mereka. Kedua, meningkatkan budidaya perikanan, ini sektor yang ujungnya selain meningkatkan pendapatan masyarakat tapi bisa juga meningkatkan devisa negara dan bisa membuka lapangan pekerjaan baru.

Banyak lahan-lahan laut kita yang pantainya nomor 2 terpanjang di dunia. Belum lagi kita bicara tambak. Kita bisa jadikan garam, ikan, rumput laut. Belum lagi perairan umum, darat, laut, pulau-pulau terluar. Banyak hal.

Istilah yang saya sampaikan kemarin di peringatan hari sumpah pemuda 28 Oktober 2019 di STP (sekolah tinggi perikanan) ke seluruh jajaran. Tugas utama KKP itu lebih berat dibandingkan TNI Angkatan Laut sekalipun. Karena mereka hanya melihat di atas permukaan laut. Ada kapal masuk, ada ancaman dan lain-lain. Kalau kita kan enggak, isinya laut, dari atau laut sampai isinya bahkan di perairan sungai, danau sampai ke dalam-dalamnya.

Kita harus gali rawa menjadi kolam, Anda bisa bayangkan kita harus pastikan air laut itu bermanfaat untuk masyarakat jadi garam. Rumput laut kita harus pastikan di tempat itu planktonnya aman. Kenapa terjadi wabah, kenapa ikan paus terdampar, kenapa ada ikan hiu mati semua. Ini semua biota laut yang harus kita tangani.

Belum lagi pulau-pulau terluar, belum lagi bicara reklamasi, belum lagi bicara abrasi laut. Ini semua jadi pemikiran kita. Makanya saya sampaikan, sebagai masyarakat KKP (kementerian kelautan dan perikanan), sebagai pegawai di KKP, sebagai bagian dari KKP, kita harus bangga kekuatan yang ada di kita dan kekuatan di nasional mayoritas ada di kita. Maka kita harus bangga.

Sesuai dengan tema hari sumpah pemuda itu sendiri, 'Bersatu untuk Maju' karena sudah tidak ada pilihan lain. Masa lalu biarlah berlalu, sekarang masa depan kita songsong bersama. Membangkitkan kekuatan ekonomi yang kuat untuk negara, optimisme baru, menciptakan lapangan pekerjaan, golnya harus jelas yaitu hasil buat masyarakat kita. Itu yang disampaikan Pak presiden kepada kami di rapat kabinet perdana.

Kalau ditanya program saya apa, saya bilang 'Program saya programnya Pak Presiden bukan visi misi saya'. Saya ini kan pembantu presiden, namanya pembantu ya membantu tugasnya presiden. Jadi kalau ditanya, saya ini bukan menteri, saya pembantu presiden.

Mengapa Anda sangat bangga dengan cap 'Pembantu Presiden'?

Siapa yang tidak bangga jadi pembantu presiden. Saya kan dulu tukang pijat Pak Prabowo. Kenapa harus malu? Saya bangga karena dikasih kehormatan. Kehormatan itu harus kita buktikan. Di tangan saya diharapkan nelayan-nelayan ini bisa tersenyum. Di tangan saya ya para nelayan bisa yakin masa depan anak-anak mereka terjamin dan kesejahteraannya.

Dalam Pandangan saya, dari hasil pengamatan, pengawasan saya selama 5 tahun (sebagai Ketua Komisi IV DPR), saya yakin ada peluang. Memang ada komunikasi yang terputus. Ada beberapa kendala terputus antar kementerian misalnya, perlu pembukaan keyakinan di antara kita.

Ini kerja tim, tidak ada yang kerja sendiri-sendiri. Menteri ini menjalankan tugas presiden, jadi semua menteri wajib berkoordinasi demi kesuksesan cita-cita presiden. Ini yang harus saya yakinkan. Dan sebelum saya keluar mengkomunikasikan dengan stakeholder yang lain, saya harus berbicara di dalam dengan 11 ribu pegawai KKP yang tersebar ke seluruhnya. Ini data yang diceritakan ke saya tapi belum saya cek lagi tersebar di mana saja. Ini yang harus saya ajak bicara satu per satu. Mereka tidak boleh merasa ditinggal mereka tidak boleh merasa diabaikan.

Sudah hampir sepekan menjabat menteri, apa keluhan yang diterima dari di lingkungan KKP?

Ya sudah ada tapi belum semuanya. Salah satunya di internal kita ada kekosongan jabatan sebanyak 151 selama 1 tahun tidak diisi. Tentunya nanti setelah ini, mekanismenya memang sudah ada, setelah kita tahu nama-nama nanti akan diberitahukan kepada presiden apakah disetujui, boleh dilaksanakan atau tidak.

Pada prinsipnya orang-orang ini adalah orang-orang profesional yang ada di internal. Kalau harus dilaksanakan leading di luar tidak masalah, kita ikuti saja.

Bagaimana dengan keluhan dari masyarakat?

Banyak. 'Pak masukkan bagaimana berbagai Permen (Peraturan Menteri), yang menanyakan masalah izin, penyederhanaan izin, bicara tentang kapal-kapal pengangkut seperti apa'. Misalnya begitu.

Kemudian tentang yang industrinya seperti apa, mau bagaimana. Ya banyaklah. Inikan tidak bisa langsung ujug-ujug saya putuskan. Tapi saya harus kumpulkan para ahli baik di internal, sebagai bagian dari komunitas kelautan yang saya ya bilang tugasnya berat sekali stakeholder nya banyak sekali .

Kalau menurut saya tentara AL kan hanya mengurus keamanannya saja tidak mengurus budidaya, industrinya makanya saya bilang tidak mudah tapi saya yakin dengan semangat yang diberikan presiden kepada kami. Untuk itu TNI Angkatan Laut pun akan bantu, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Polri, Kejaksaan, Bea Cukai semua bersinergi tidak mungkin berjalan sendiri-sendiri.

2 dari 4 halaman

Nasib Masa Depan Nelayan

Kebijakan pelarangan cantrang dan penenggelaman kapal menuai pro dan kontra. Melihat persoalan ini, langkah seperti apa yang Anda akan lakukan ke depan?

Ke Presiden dulu kan ngomong gini, 'Nanti penenggelaman boleh nggak?' Ya boleh kalau memang harus ditenggelamkan. Kenapa kita takut? Lho untuk apa kita ragu, wong dia salah, sudah kita tempuh jalur hukum, diplomasi sudah, kalau sudah begitu ya tenggelamkan. Kenapa harus menunggu.

Bagi kami kalau memang harus ditenggelamkan atau bisa (juga) dilakukan penyitaan. Kami belum mampu mempelajari secara detil, tapi ya kalau bisa dioptimalkan untuk nelayan atau untuk kepentingan lain. Misalnya, ada kapal bagus tapi tidak bisa digunakan untuk menangkap ikan, kenapa tidak kita sumbangkan untuk dijadikan rumah sakit terapung.

Bisa lewat kepala daerah atau Kementerian kesehatan untuk dijadikan rumah sakit terapung kan itu bagus jadi kalau bergeser pun ada manfaatnya yang penting ada manfaatnya untuk negara kita. Jadi ya dimanfaatkan semua atau untuk wisata. Tapi saya belum tahu regulasinya. Dari beberapa laporan bahwa ini semua bisa ada yang sudah disita, sudah menang di pengadilan. Tapi kenapa harus menunggu kalau kita tahu barang ini misalnya kalau rongsokan.

Kalau tadi Anda tanyakan soal cantrang dan lain-lain, intinya gini. Alat tangkap yang bermasalah, memang dianggap merusak lingkungan kita satukan suara dulu, soalnya sekarang kan terpecah. Ada yang iya, ada yang tidak. Nah kita satukan. Panggil ahli-ahlinya. Tapi setelah selesai ini, pada kesimpulan jangan lagi ada polemik.

Kadang-kadang yang jadi polemik itu bukan aturannya sendiri karena tapi setelah aturan itu dikeluarkan. Kan riak-riak itu muncul karena alat-alat tangkap dilarang terus ada yang merasa, 'gue mau nangkap pakai apa? Apa lu mau kasih makan gue? Kenapa gue dilarang untuk menangkap lobster? Terus gimana nanti gue makan?'

Itulah perlu pendekatan persuasif, komunikasi dua arah. Ketahui keinginan mereka. Kita ini bukan pejabat. Kita ini harus mendengarkan mereka. Saya enggak sendirian. Saya yakin, saya nggak bisa kerja sendirian, saya hanya bisa berjalan kalau didukung oleh eselon 1 saya, eselon 2 saya, didukung oleh tim fungsional saya, semua masyarakat perikanan didukung oleh semua pelaku usaha.

Pelaku usaha kan biasa maunya menang sendiri. Siapa sih yang enggak mau untung? Tapi mereka juga kalau rugi, dia ngeluh sama kita. Kalau dia untung dia diam aja. TIba-tiba kapalnya nambah, banyak yang enggak bilang, sehingga bayar pajaknya juga tidak sesuai.

Kondisi ini baru petikan pertemuan, saya belum keliling jawa maupun ke Indonesia timur, ini harus harus disinergikan. Sekali lagi saya tidak bermaksud untuk menjelekkan menjatuhkan menteri sebelum saya. Saya katakan Ibu Susi menteri yang banyak membuat terobosan dan saya sangat setuju dengan apa yang beliau lakukan itu luar biasa

Tinggal saya sekarang datang untuk membuat lebih baik lagi, saya tidak akan hilangkan yang terbaik yang dia lakukan karena ini menjadi legacy-nya beliau sebagai Menteri dan tidak ada tempat yang terbaik bagi beliau rumah ini terbuka bagi beliau untuk masuk ke sini.

Jadi saya sampaikan ke teman-teman jangan merasa saya menjelekkan, bagi saya urusan kejelekan itu urusan pidananya tapi selama kita bisa bicara dengan baik ke depan kita bisa jalan untuk lebih besar lagi pada akhirnya kan tugas KKP ini bagaimana masyarakat yang ada di bawah pembinaannya hidup tertawa hidup tersenyum-senyum melihat keberhasilan mereka.

Kemudian nilai ekonominya naik, selanjutnya para pengusaha juga bisa tersenyum karena efisiensi usaha lalu bagaimana lagi dengan yang lain teman-teman pemerhati lain merasa idenya dipakai semangatnya dipakai ini semua akhirnya menyatukan kan. Banyak lapangan pekerjaan yang seharusnya bisa dibuka pasti ada jalan saya yakin.

Seperti apa rencana dan arahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tangkap, pembudidaya ikan dan petambak garam?

Pak Presiden tidak memberikan arahan khusus, yang jelas dua hal tadi, tapi soal teknis beliau tidak sampaikan. Mungkin setelah ada hal-hal yang mencuat baru. Tapi sejauh ini kami akan jaga semua ini, akan kita handle.

Misalnya, tentang garam kan kita ini negara banyak laut tapi prosedur tetapi produksi garam kita masih rendah kita masih 1,5 ton sampai 2 juta ton maksimal per tahun. Sementara kebutuhan garam kita 4 juta ton. Ini kan masih perlu peningkatan, apakah kita bikin bisnis sendiri atau tarik investor untuk membuat pabrik atau kita berdayakan petambak kita atau kita undang investor lain atau kita undang investor lain untuk masuk ke sini, kan pilihannya banyak.

Sekarang dari zaman Bu Susi sudah digagas pembangunan pabrik garam di NTT dan ini kita harus lihat kalau ini sudah cukup akan kita dorong atau kita buat di tempat lain selain di NTT, akan kita coba semua.

Garam itu kan sumbernya dari laut. Bikin garam kan tinggal ambil air laut lalu diendapkan beberapa hari dan diperbanyak. Kalau pakai mekanisasi atau mesinisasi, tinggal lihat saja. Menurut saya ini bukan hal yang sulit.

Memang beda kulturnya antara petambak garam, pembudidaya ikan di tambak, pembudidaya rumput laut. Belum lagi yang lain-lainnya. Soal kerapu yang banyak tapi tidak bisa dikirim karena kerapu itu harus dikirim dalam keadaan segar dan harus tetap hidup. Beragam persoalan ini ayo kita diskusikan. Kalau mengambil keputusan untuk kepentingan negara kenapa harus ragu buatkan keputusan itu.

Peningkatan kesejahteraan nelayan dengan memberikan asuransi nelayan, sejauh ini KKP baru memberikan kepada 220 ribu nelayan. Sebenarnya apa kendala terberat sehingga masih sedikit nelayan mendapat manfaat itu?

Soal asuransi itu bagus, ini perlu ditingkatkan jumlahnya masih kecil baru 220 ribu penerimanya. Kan gini, kita targetkan tapi kalau penyerapan dan salah sasaran itu kan enggak ada gunanya, makanya tepat sasaran itu penting. Kita juga kan punya dana BLU yang anggarannya itu bunganya rendah sekali.

Kalau kata presiden itu dulu 3 persen. Dengan 3 persen ini harus kita manfaatkan senjatanya KKP untuk membantu nelayan. Kalau ada nelayan butuh dibantu. Memang jumlahnya belum besar tapi kan BLU tidak pernah habis. Dia kan waktu dikasih pinjaman harus dibalikin, diisi lagi. Tinggal siapa yang akan mendapatkan, banyak itu yang berprestasi jadi budidaya bisa jadi nelayan tangkap.

Bisa nanti ada program menghilangkan sampah laut misalnya sampah laut kita hilangkan. untuk sampah plastik di laut itu. Lewat badan di kita sedang dicari tahu berapa muara sungai yang bermuara di laut. Baru nanti kita bikin jaring sampah atau yang lain nah sampah plastik di laut ini kan penyumbang kedua di dunia.

Pak Luhut dulu sudah menyampaikan akan menurunkan sampah plastik di laut sampai 30 persen. Ini harus kita dukung karena kebijakannya bagus lalu kita kita bantu dengan. Lalu kita minta bantu dengan seluruh eselon Kementerian bahwa sosialisasi buang plastik jangan di sungai dan sebagainya.

Nanti kita bantu alat-alat di kampung nelayan, kita bantu kalau ada yang ngumpulin plastik nanti dikasih alat apa gitu. Nah nanti si plastiknya itu kan bisa diubah jadi biji plastik. Ya semacam itulah kalau sekarang kan di kampung-kampung sudah ada bank sampah cuma kalau bank sampah ini kan sampahnya tidak hanya plastik nah kita ingin yang khusus sampah plastik aja.

Modalnya dari mana yang kita kasih dari BLU baru hasilnya dijual ya tidak harus plastik yang ada di laut, karena kan sampah plastik yang ada di laut. Sumbernya dari rumah tangga juga. Ya kalau kita mau ekstrem bisa saja kita tutup pabrik plastik, tapi kan plastik itu alat utama kita yang paling efisien paling mudah paling simple nah inilah kita harus selesaikan sama-sama.

Memang asuransi ini setahun saja, tidak seumur hidup preminya. Cuma 1 tahun. Kan yang bayar negara, nelayan enggak bayar.

Bagaimana untuk meningkatkan jumlah penerima asuransi ini?

Ya sebenarnya enggak berat, cuma data nelayan itu yang melaut mana, yang enggak melaut kan banyak. Enggak mudah, tidak semua nelayan itu bisa melaut. Kita mau pastikan itu karena ketepatan memberikan data dan kualitas pekerjaan. Jangan sampai salah orang

Program ini kan juga baru 2 tahun tapi sudah ada 220 ribu angka yang besar juga, itu kan sudah sampai dan cepat. Nelayan kita ini kan ada 2,7 juta, setidak-tidaknya. Yang bergerak di bidang KKP akan kita asuransikan

3 dari 4 halaman

Siap Mundur Jika Gagal

Tentang pernyataan Anda yang bilang 'siap mundur kalau gagal', apa maksud dari sikap itu?

Iya dong, kalau tidak sanggup ya mundur, biar kasih kesempatan orang lain, itukan komitmen yang diajarkan Pak Prabowo, seperti ini hidup saya. Ini untuk jadi menteri tidak ada mimpi ataupun cita-cita.

Cita-cita saya ya itu sudah saya lewati pada saat saya jadi anggota DPR RI. Apalagi di DPR sudah 3 periode. Jadi ketua ketua komisi dipersilakan, dikasih kesempatan sama Pak Prabowo lalu dikasih kesempatan jadi Ketua fraksi, dikasih, dipercaya dan selalu diberikan kehormatan untuk itu kemudian jadi menteri dari Partai Gerindra sama Pak Jokowi. Apalagi yang saya cari?

Jadi kalau kehormatan yang diberikan kemudian dibayar dengan kegagalan, Untuk apa saya pasang badan buat negara. Saya harus mengawal itu tapi saya yakin apa yang saya dihadapi itu bukan hal yang luar biasa hebat dan berat karena saya yakin dengan kesabaran dan ketelatenan dan keuletan kita bisa tangani itu.

Kita tidak berpikir rumus kimia atau rumus fisika Einstein yang harus dijabarkan dengan masuk ke dunia masa lalu dan masa depan, kan tidak sampai segitu. Ini kan cukup dengan realita biasa bahwa pertanian atau kelautan dan perikanan rumusnya, yakni bagaimana masyarakat bisa bilang 'Terima kasih kepada Pak Jokowi, bapak tidak salah pilih orang, Terima kasih Pak Jokowi kebijakan bapak membantu kami' Itu yang akan saya lakukan. Ini yang akan saya buktikan kepada Pak Jokowi.

Pak Jokowi programnya diterima masyarakat. Pak Jokowi programnya diterima oleh pengusaha. Tidak bisa dipisahkan antara pengusaha dan negara. Pengusaha itu pilarnya ekonomi. Kalau hanya berjalan masyarakat sendirian, apakah negara itu akan lumpuh? Nanti siapa yang akan menggerakkan modalnya? Bagaimanapun ini juga pengusaha dengan segala kesulitan dan gayanya dia adalah pilar ekonomi yang tidak bisa di singkirkan.

Banyak negara-negara yang gagal gara-gara tidak menganggap pengusaha. Tinggal bagaimana kita meyakinkan pengusaha bahwa kalau kami bantuin akan kita kasih kesempatan yang penting buat mereka adalah keberlanjutan.

Selama sepekan menjabat menteri, pesan seperti apa yang selalu diingatkan Presiden kepada para pembantunya khususnya kepada Anda?

Baru satu kali saat rapat kabinet paripurna arahan dari beliau tidak boleh korupsi, tim work, peningkatan SDM, output golnya. Jangan menghabiskan anggaran yang enggak jelas tapi penyerapan lebih baik anggaran tidak keluar kalau memang tidak ada hasilnya ya ini kan berarti efisiensi keterbukaan fakta hidup saya yakin ini bisa

Dari jabaran itu tadi dari harapan-harapan yang tadi dijabarkan. Bagaimana kita meningkatkan dan meningkatkan kemampuan SDM kita. Kita kan sudah punya sekolah-sekolah, kenapa tidak kita tingkatkan ke sekolah informal mereka datang ke nelayan-nelayan. Sekolah kita kan setiap tahun ada ribuan lulusan D3 S1 dan itu bisa ditingkatkan banyak sekali

Kita tingkatkan dari sisi kualitas di semua sektor. Mau pembudidaya ikan, nelayan tangkap, tambak garam sehingga tercipta lapangan pekerjaan baru yang menambah pendapatan negara. Nelayan tangkap misalnya, kalau kita kasih izin tangkap berapa devisa negara yang bisa didapat dari hasil tangkapan tangkapan ikan. Dari izin-izin kapal, belum lagi hal yang lain, garam ikan dan budi daya lainnya belum lagi reklamasi.

Terkait reklamasi, laporan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menyebut ada 41 reklamasi yang tersebar di nusantara dan prosesnya sedang berlangsung. Bagaimana Anda melihat kondisi ini?

Saya belum dapat laporannya dari KKP. Tetapi, KIARA memang sudah rilis tapi kita juga punya data. Intinya reklamasi juga dilihat untuk masyarakat agar jangan terusir. Apa susahnya hidup bareng. Bikin di satu tempat, seperti cita-citanya Pak Jokowi yang ingin meningkatkan pendapatan nelayan lewat sektor perdagangan. Jangan hanya sekedar ngomong tapi bikin saja dulu dananya kan ada.

Di KKP dananya belum ada cara spesifik untuk kampung nelayan. Nanti akan kita pertajam karena di zaman Bu Susi juga ada. Tinggal kita matangkan, misalnya reklamasi ini mungkin untuk yang eksekutifnya nanti juga kita bikin buat nelayan.

Kalau hanya berdiri di satu kesempatan akan susah. Tapi kalau misalnya istrinya juga berdagang, terus malam dia bisa kumpul ramai di situ kan juga ekonominya terbantu, ini yang juga harus dilihat.

Turis-turis yang datang ke Indonesia kan yang dilihat biasanya mall tapi kita tawarkan yang lain seperti di muara Angke. Tapi kan jangan itu terus, seperti di Luar Batang atau di tempat reklamasi yang sekarang.

Boleh lu (para pengusaha) bikin kelompok mewah, tapi kita bisa minta satu lahan untuk dibuat datar untuk masyarakat yang digusur dari situ. Di bawahnya dikasih tempat kuliner dan di dermaganya tempat bersandar kapal nelayan pribadi. Atau bisa juga kalau mereka punya kapal pesiar di sana ada tempat jual makan ikan bakar. Para pedagang di sana, disusun, dirapikan sehingga ada kampung nelayan yang bisa bersih. Banyak peluang-peluang itu itu saya enggak paham detailnya nya.

Saya mau tanya sama kalian kalau kita ke Ancol apa yang kalian pikirkan? Pasti kita mau naik perahu kan, tapi kalau naik perahunya gitu-gitu saja kan bosen. Kalau sambil makan di perahu atau nongkrong di pinggir pantai sambil makan ikan bakar, yang penting enak dan tidak mahal. Bisa sambil nongkrong, sambil menikmati ombak atau sambil apa pun. Saya pikir itu.

4 dari 4 halaman

Pesan Khusus dari Prabowo

Ketika terpilih sebagai menteri, apa saja pesan dari Prabowo Subianto?

Ikuti apa perintah presiden. Jangan korupsi, jangan bikin malu saya, sudah itu saja. Jalankan dengan loyalitas tanpa batas

Kini Prabowo Subianto juga menjabat menteri pertahanan, bagaimana bila hubungan Anda berdua?

Kita kan punya tugas masing-masing. Tapi kalau beliau panggil saya setiap saat, saya menghadap. Tapi saya suka bercanda, 'Bapak kan masih atasan saya'. Tapi Bapak Prabowo bilang, 'kita kan sudah sejajar jadi enggak ada lagi yang seperti itu'. Kemudian saya tanggapi, 'Oh tidak bisa Pak, saya masih anak Bapak. Saya ini tukang pijit Bapak.' Langsung kami tertawa.

Seperti apa cerita sehingga Anda diberi julukan 'tukang pijit Prabowo'?

Saya itu bisa refleksi Pak Prabowo, saya ahli silat juga saya bisa menyembuhkan orang pas keseleo, yang patah tulang bisa saya sembuhkan patah tulang juga bisa.

Saya juga bisa patahin batako hebel, tapi jangan sampai orang-orang tahu nanti malah orang-orang takut sama saya. (Edhy tertawa). (mdk/ang)

Baca juga:
Menteri Edhy Bakal Evaluasi Kebijakan Larangan Penggunaan Cantrang
Menteri Edhy Masih Kaji Soal Nasib Reklamasi Teluk Benoa
Menteri Edhy Prabowo Mengaku Tak Punya Program 100 Hari
Bukan Penenggelaman, Menteri Edhy Fokus Perketat Pengawasan Cegah Pencurian Ikan
Menteri Jokowi yang Siap Dipecat Jika Tak Becus Kerja
Menteri Edhy Pastikan Bela Kepentingan Nelayan Atas Masalah Pulau Reklamasi Jakarta