Geber Vaksin Biar Kebal

Geber Vaksin Biar Kebal
Tokoh Lintas Agama di Jakarta Utara Terima Vaksinasi Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
KHAS | 19 Maret 2021 09:23 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Setahun lebih Indonesia menghadapi virus corona. Masyarakat dibuat resah. Banyak sektor terdampak. Bukan hanya kesehatan. Perekonomian juga mendapat efek negatif dari penyebaran virus dari Wuhan, China tersebut.

Segala kesedihan terus dihadapi sepanjang tahun 2020. Hingga pada akhir tahun lalu secercah harapan itu datang. Bernama vaksin. Langkah cepat pun segera diambil pemerintah Indonesia.

Vaksin merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus semakin luas. Jutaan vaksin dibeli untuk membuat kekebalan kelompok atau herd immunity. Pasalnya sampai saat ini belum ada obat yang dinyatakan manjur untuk mengobati Covid-19.

infografis geber vaksin

infografis geber vaksin

Terdapat dua jalur untuk menuju herd immunity terhadap Covid-19, melalui vaksin dan infeksi alami (natural infection). Herd immunity dilakukan dengan melindungi orang dari virus, bukan membuat mereka terpapar virus. Vaksin melatih sistem kekebalan manusia untuk menciptakan protein yang melawan penyakit, dikenal sebagai 'antibodi'.

Orang yang divaksinasi akan dilindungi dari penyakit yang dimaksud, agar memutus rantai penularan. Melalui herd immunity, sebagian besar populasi divaksinasi dan menurunkan jumlah keseluruhan virus.

Persentase orang yang membutuhkan antibodi untuk mencapai kekebalan kelompok itu berbeda-beda untuk setiap penyakit. Misal, kekebalan kawanan terhadap campak membutuhkan sekitar 95 persen populasi untuk divaksinasi. Sementara 5 persen akan dilindungi oleh fakta bahwa campak tidak akan menyebar di antara mereka yang divaksinasi. Untuk polio, ambangnya sekitar 80 persen.

Herd immunity juga bisa dicapai ketika sejumlah orang dalam populasi telah pulih dari suatu penyakit. Serta telah mengembangkan antibodi secara alami untuk melawan infeksi di masa depan.

Untuk itu, Presiden Joko Widodo membeli 426 juta dosis vaksin untuk mencapai herd Immunity. Bahkan dia menargetkan vaksinasi ini akan selesai kurang lebih 15 bulan atau pada awal 2022.

Realisasi Program Vaksinasi

Realisasi program vaksinasi Covid-19 pemerintah ini bersifat gratis, tak dipungut biaya. Program yang dimulai sejak 13 Januari 2021, baru menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Ke depan, pemerintah berencana menggunakan vaksin Covid-19 produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer.

Penggunaan enam jenis vaksin Covid-19 tersebut sudah diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Keputusan ini diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12).

infografis geber vaksin

infografis geber vaksin

Setelah vaksin datang, 34 Provinsi di Indonesia gencar melakukan vaksinasi Covid-19. Vaksinasi Covid-19 tak hanya dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan, tapi titik tertentu yang sudah ditetapkan pemerintah daerah.

Hasilnya, Indonesia berhasil meraih posisi atas pada program vaksinasi Covid-19 di Asia Tenggara. Indonesia sedang unggul dalam persentase populasi yang mendapat satu dosis vaksin, serta total pemberian jumlah dosis vaksin.

Berdasarkan data Our World in Data, Senin (8/3), Indonesia berada di peringkat dua dalam persentase populasi yang sudah mendapat vaksin Covid-19. Singapura yang memiliki populasi sedikit berada di peringkat pertama.

Vaksinasi di beberapa Asia, seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang, mengalami 'keterlambatan' karena mereka harus menunggu vaksin Pfizer dari Eropa. Sementara, Indonesia mengimpor Sinovac dari Beijing yang tiba lebih cepat.

Indonesia saat ini berada di posisi pertama pada jumlah vaksin yang telah disuntikkan di Asia Tenggara. Total dosis vaksin yang disuntik di Indonesia sudah lebih dari 3,5 juta. Secara global, Amerika Serikat, China, dan Uni Eropa berada di posisi puncak dalam hal pemberian dosis vaksin Covid-19.

Selain mendatangkan dari luar negeri, pengembangan vaksin di dalam negeri juga tengah berjalan. Vaksi yang dikembangkan dalam negeri adalah Vaksin Nusantara. Vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto telah merampungkan uji klinis fase satu dan menunggu persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melanjutkan ke tahap dua.

Walaupun begitu, pemerintah tidak lantas berdiam diri. Upaya terus menggencarkan vaksinasi terus dilakukan. Ini terlihat dari upaya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menggelar vaksinasi Covid-19 secara massal di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan.

Selain BUMN, ada beberapa titik di daerah yang juga menggelar vaksinasi massal. Salah satunya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Untuk memberikan perlindungan kepada pelayan publik, Gubernur Jawa Barat menggelar vaksinasi di Gedung Sate, Bandung. Program ini mengincar lima ribu aparatur sipil negara untuk disuntik.

Lalu bagaimana dengan masyarakat umum. Berdasarkan tahapan yang disusun Kementerian Kesehatan, masyarakat akan dapat menikmati vaksin Covid-19 mulai April 2021 mendatang. Terkecuali ada perusahaan yang menyelenggarakan vaksinasi gotong royong.

Vaksinasi gotong royong ini merupakan upaya yang dilakukan pihak swasta untuk memberikan vaksin kepada karyawannya atau masyarakat umum. Namun pekerja tidak boleh dibebankan biaya. Selain vaksinasi gotong royong, masyarakat diminta untuk bersabar dan menunggu undangan dari Kementerian Kesehatan. (mdk/ang)

Baca juga:
Satgas: Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Perjalanan Masih Wacana
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Bogor Didampingi Ridwan Kamil dan Bima Arya
Pemprov DKI Sediakan Bus Antar Untuk Lansia Vaksinasi Covid-19
Ma'ruf Amin: Target 1,5 Tahun 181,5 Juta Jiwa Disuntik Vaksin Covid-19
Percepat Vaksinasi, Kabupaten Bogor dapat Tambahan 55 Nakes dari Gubernur Jabar
Kolaborasi Mempercepat Program Vaksinasi Covid-19 di Tangerang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami