Hiruk Pikuk di Rumah Kertanegara

KHAS | 22 April 2019 09:00 Reporter : Angga Yudha Pratomo

Merdeka.com - Rumah Kertanegara nomor 4, Jakarta Selatan, tampak sibuk usia pencoblosan. Rabu, 17 April 2019, hiruk pikuk begitu terasa sejak siang. Satu per satu elit Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdatangan. Berkumpul dan bersiap memantau hasil hitung cepat.

Prabowo tiba di sana sejak pukul 12 siang. Sambil Disambut sorak-sorai para pendukung. Sambil berteriak, "Presiden. Presiden." Terus berulang-ulang. Mereka bak menyambut pemimpin baru.

Sedangkan Sandiaga sudah menunggu kedatangan mantan Danjen Kopassus itu. Dia bahkan sempat bernyanyi bersama dengan anggota BPN di media center. Tampak sehat, tak terlihat lelah. Padahal dia baru saja tiba usai umrah. Melewati 9 jam perjalanan menuju Indonesia.

Tepat pukul 3 sore, seluruh hasil hitung cepat Pilpres 2019 keluar. Angka itu terus bertambah. Tiap menit. Keunggulan pasangan nomor 02 itu terus tertinggal. Membuntuti pasangan nomor 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kegelisahan mulai tampak di sana.

Di depan markas pemenangan itu, tiap wajah massa pendukung 02 tidak ada keceriaan. Mereka tampak cemas. Hasil hitung cepat dari beberapa lembaga jauh dari perkiraan. Perbedaan suara rata-rata beda 10 persen.

Waktu terus berlalu. Hampir dua jam hitungan itu melaju. Di dalam Rumah Kertanegara, elit koalisi berkumpul. Termasuk beberapa ketua umum partai koalisi adil dan makmur. Di antaranya, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Kemudian para sekjen partai dan dewan penasihat koalisi.

Mereka tidak percaya hasil hitung cepat di tiap tayangan televisi Prabowo kalah. Satu per satu laporan di sampaikan. Dugaan kecurangan paling sering disampaikan. Termasuk upaya para lembaga survei membuat opini kubu 02 kalah. Untuk itu menjaga mental para pendukung merupakan kunci agar pengawasan hasil riil di KPU tetap terjaga.

Sementara keadaan Sandiaga sore itu mulai tidak bugar. Wajahnya pucat. Tampak tak bersemangat. Padahal dia harus ikut menyampaikan hasil hitung cepat versi kubunya. Prabowo menghampiri. Sandiaga duduk di atas sofa warna putih. Meminta calon wakil presidennya itu beristirahat sekaligus meminta dokter memeriksa keadaan Sandiaga.

Permintaan itu dituruti. Sandiaga beristirahat di lantai 2. Karena di ruang bawah sangat sesak. Suasana ramai dan berisik. Sandiaga ke atas, didampingi istri dan timnya. Dia meminjam kamar para ajudan Prabowo.

"Padahal AC lagi enggak dingin di kamar. Dia (Sandiaga) bilang ke kita, tidak apa-apa Bro," ujar salah seorang ajudan sambil menirukan Sandiaga kepada kami.

Direktur relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Mursydan Baldan, membenarkan bahwa kondisi Sandiaga sangat drop. Dia tampak kelelahan. Keluhannya seperti orang asam lambung. Sehingga diminta Prabowo untuk istirahat.

"Saya di sebelah Bu Nur Asia (istri Sandiaga). Pak Sandi mungkin sering puasa, seperti naik asam dari perutnya. Butuh istirahat penuh," ujar Ferry.

Sandiaga memang sedang sakit. Namun, di luar itu juga ada kegelisahan atas kekalahan dalam hasil hitung cepat versi lembaga survei. Sumber merdeka.com menyebut kekhawatiran itu tidak dipungkiri dialami Sandi. Sebagai pengusaha, dinamika politik seperti ini tentu mengagetkan. "Ada kekhawatiran dirasakan Pak Sandi," ujar dia.

Sekitar pukul 4.45 sore, Prabowo dan para elit koalisi keluar. Berdiri di atas panggung merah. Tepat di depan Rumah Kertanegara. Tidak tampak kehadiran Sandiaga. Di sana Prabowo berdiri, mengumumkan bahwa dirinya bersama Sandiaga menang dalam hitung cepat versi kubunya.

"Exit poll kita di 5000 TPS (Tempat Pemungutan Suara), menunjukkan kita menang 55,45 persen. Hasil quick count, kita menang 52,25 persen," ujar Prabowo. Ucapannya disambut gegap gempita massa pendukung 02.

Keluarnya Prabowo dirasa memang dibutuhkan. Untuk menjaga mental para pendukung tetap semangat. Sekaligus meyakinkan pendukung ada upaya pembentukan opini bahwa dirinya kalah.

Cara Prabowo bersama koalisi cukup berhasil. Keresahan para pendukung langsung berbalik. Kembali bersemangat. "Ada upaya lembaga-lembaga survei tertentu yang memang sudah bekerja untuk satu pihak, untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," tegas dia.

Prabowo bersama elit koalisi kemudian kembali masuk Rumah Kertanegara. Sementara para pendukung masih berpesta. Bersyukur bahwa jagoannya mengumumkan kemenangan walau hasil hitungan riil KPU belum muncul.

Kembali Sujud Syukur

Tamu terus berdatangan. Makin malam, suasana di dalam Rumah Kertanegara makin ramai. Mereka hilir mudik keluar masuk. Penjagaan di gerbang begitu ketat. Hanya orang tertentu diperbolehkan masuk.

Para elit koalisi adil dan makmur terus memantau hitung cepat. Sambil menunggu laporan tim BPN dari hasil pengumpulan formulir C1. Sekaligus melaporkan dugaan banyaknya kecurangan dari banyak daerah.

Laporan disampaikan kepada Prabowo dan ketum partai koalisi. Rabu malam itu, hitungan riil mulai masuk. Ditambah laporan dari aktivis Alumni ITB 1973. Perolehan suara itu berdasarkan suara diambil dari 320 ribu TPS atau sekitar 40 persen. Hasil itu diyakini. Klaim kemenangan pun dilakukan.

"Saya yakin ini hasil dari ahli statistik dan ini tidak akan berubah banyak," kata Prabowo. Kemudian dia melakukan sujud syukur didampingi Ustaz Sambo dan para elit koalisi.

Usai deklarasi itu para elit koalisi tampak sumringah. Aura kemenangan diyakini di depan mata. Mereka saling berpelukan. Menangis, mengeluarkan air mata bahagia. Teriakan massa pendukung juga makin bergelora. Wajah mereka ceria. Percaya sebentar lagi presiden baru akan tiba.

Prabowo bersama para anggota koalisi kembali masuk ke dalam rumah peninggalan almarhum ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo. Di dalam pesta kemenangan tak kalah ramai. Semua bergembira.

Sujud syukur sengaja dilakukan Prabowo. Salah satu alasannya untuk menunjukkan bahwa dirinya merupakan capres hasil Ijtima Ulama. Sehingga cara dilakukan harus sesuai ajaran syariat Islam.

"Itukan bagus. Menunjukkan bahwa beliau merupakan presiden hasil Ijtima Ulama," kata Slamet Maarif, anggota BPN sekaligus Ketua Persaudaraan Alumni 212.

Ustaz Sambo, sebagai orang dekat sekaligus guru mengaji Prabowo, termasuk ikut melaporkan soal hasil hitungan riil dan dugaan kecurangan. Dia percaya kemenangan Pilpres 2019 dipegang Prabowo-Sandi. Sehingga paling penting sekarang para relawan memastikan data C1 aman dan tidak dimanipulasi.

"Saya kan ahli matematika juga. Termasuk saya yang memberitahu Pak Prabowo," tegas dia kepada merdeka.com.

Berdasarkan situs resmi pemilu2019.kpu.go.id pada Senin (22/4) pukul 00.07 WIB, suara real count yang masuk baru 12,09 persen atau baru memuat 98.343 dari 813.350 total Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dibuat oleh KPU.

Dari data yang terkumpul sementara, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 54,42 persen suara atau 10.186.504 suara. Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi meraih 45,58 persen atau sebanyak 8.530.523 suara.

Untuk masyarakat yang ingin terus melihat hasil atau update informasi real count Pilpres 2019, bisa dapat mengakses di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara.

Baca juga:
Gerindra Minta La Nyalla Tepati Janji soal Potong Leher
Berbeda dengan Bambang Widjojanto, TKN Yakin Pemilu 2019 Akan Jadi yang Terbaik
BPN Tak Akan Bawa Kasus Istri Andre Taulani ke Jalur Hukum, Cukup Minta Maaf
BPN Minta Petugas KPU Salah Input Dipidana, Ini Tanggapan KPU
Sandiaga Blak-blakan Ungkap Cegukan Yang Dialaminya Usai Pilpres

(mdk/ang)