Jaringan Maksiat Rantai Prostitusi Artis

KHAS » MAKASSAR | 4 November 2019 07:03 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Gaya hidup glamor selebritis wanita tidak menjamin kehidupan mereka bahagia. Gengsi menjadi beban utama. Butuh fulus lebih agar penampilan tetap terlihat mulus. Semua harus terlihat sempurna. Membuat banyak di antara mereka tergoda rayuan duit para pria penggoda.

Cap sebagai artis maupun selebritis menjadi jualan paling ampuh. Harga mereka dapat tentu tidak main-main. Puluhan juta sampai tidak terhingga dalam dunia prostitusi. Tergantung kelas dan seberapa besar pamor mereka dalam dunia hiburan.

Demi menjaga nama baik, mereka menolak berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Perlu pihak ketiga sebagai penghubung alias muncikari. Memastikan sang artis selalu tersambung dengan pelanggan pria hidung belang sampai atas ranjang.

Pola muncikari prostitusi artis dikenal berjejaring. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) paham betul permainan para mucikari prostitusi artis ini. Sudah dua kali mereka menangani kasus berbau transaksi seksual melibatkan orang terkenal tersebut.

Seorang penyidik Polda Jatim menjelaskan, beberapa muncikari merupakan orang dekat sang artis. Mereka biasanya berkecimpung dengan lingkungan kerja yang sama. Tidak jarang pula para muncikari merupakan manajemen artis.

Pertemanan antara muncikari dengan artis merupakan pintu masuk lain terjadinya prostitusi artis. Keduanya biasanya sudah kenal cukup lama. Bahkan sering pesta bersama. Dengan cara itu para muncikari bisa mendalami karakter para artis maupun selebritis itu.

"Para muncikari ini biasanya sudah tahu, mana artis yang memang menjajakan diri," ujar penyidik yang enggan disebut namanya bercerita kepada kami.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim Kombes Gideon Arif Setyawan membenarkan adanya hubungan dekat antara muncikari dengan sang artis. Kondisi itu seperti dalam kasus prostitusi artis melibatkan mantan Putri Pariwisata berinisial PA. Perempuan itu merupakan anak asuh Soni, seorang muncikari.

Dalam kasus masih penanganan Polda Jatim itu, peran Soni juga sebagai manajemen artis. Hubungan dengan PA memang terjalin lama. "Mereka dekat. Karena dia (Soni) sebagai manajemen artis," kata Gideon pada Jumat pekan lalu.

Penulis buku Jakarta Undercover, Moamar Emka, mengaku biasanya muncikari dikenal dengan sebuah Mama-san atau Papa-san. Mereka yang mendapat julukan ini biasanya memang mengelola bisnis prostitusi dan memiliki banyak anak buah.

Anak buah Mama-san atau Papa-san bekerja diberbagai tempat. Masing-masing anak buah ini memiliki koordinator di tiap tempat penugasan. Sehingga mereka sebenarnya jarang bersentuhan langsung.

Secara tugas dan fungsi muncikari di Indonesia terbagi dua. Ini berlaku terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Makassar. Pertama muncikari menetap di suatu tempat, seperti lokasi hiburan malam, karaoke hingga spa. Pada kategori ini, muncikari memiliki pekerja seks dalam jumlah tertentu. Pekerja seks ini biasanya difasilitasi mulai dari tempat tinggal, perawatan tubuh sampai dibekali uang saku.

Kedua, muncikari yang sifatnya kontak agen atau broker. Mereka ini biasanya tidak punya anak buah. Cara kerja mereka sebagai penghubung antara pelaku seks dengan pemesan. Begitu juga dengan pekerja seks. Mereka ada yang menetap di suatu tempat (mangkal) dan tergantung panggilan. Pekerja seks tipe kedua ini bisa menjadi muncikari untuk dirinya sendiri.

Emka menyebut di kalangan artis tidak ada namanya muncikari. Sosoknya muncikari memang ada, tetapi hanya sebagai penghubung. Beberapa kasus di masa lalu, seorang broker terbiasa saling berkomunikasi untuk mengajak artis yang diminta pelanggan dengan sesama broker. "Secara tugas modus operandinya (penghubung) yang menjembatani sampai terjadinya transaksi," kata Emka kepada merdeka.com, pekan lalu.

Kehadiran penghubung dalam kasus prostitusi artis terlihat saat kepolisian menangkap artis berinisial VA pada Januari 2019 lalu. Seorang penyidik Polda Jatim yang menangani kasus ini bercerita, kedekatan dan jalinan komunikasi para penghubung ini menjadi kunci utama bagi para artis untuk menyalurkan keinginannya.

Menurut dia, mereka tidak akan mau sembarangan menerima 'pekerjaan' pada sang muncikari jika tidak benar-benar kenal. "Pertaruhannya kredibilitas. Mereka (artis) sendiri pasti akan lebih berhati-hati," ungkap penyidik itu.

Untuk bisa mendapatkan layanan seksual artis berinisial VA itu, pelanggan pria hidung belang tidak bisa berkomunikasi langsung dengan sang artis. Harus melewati beberapa orang penghubung hingga pesannya baru bisa tersampaikan.

Pada saat itu, sang pria hidung belang harus melewati setidaknya lima orang penghubung agar bisa mendekati sang artis. Akibatnya, kocek yang dirogoh si pelanggan menjadi sangat tinggi. Ketika itu kasus VA dihebohkan bertarif Rp80 juta sekali kencan. Meski pada akhirnya, uang diterima langsung sang artis tidak lebih dari separuhnya saja.

Dalam kasus prostitusi online artis VA, menjerat tiga terdakwa muncikari. Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis 5 bulan penjara pada ketiga muncikari tersebut.

Mereka dijatuhi vonis 5 bulan penjara dan denda Rp5 juta, subsider 1 bulan kurungan. Para majelis hakim sepakat jika ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan pertama, yakni pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Sedangkan kasus dugaan prostitusi menyeret publik figur inisial PA, polisi juga mengamankan penghubung berinisial JL. Dia ikut dibekuk saat menemani PA di Kota Batu, Malang. JL juga mengenal Soni sebagai muncikari utama.

Pemeriksaan digital forensik alat komunikasi Soni, polisi menemukan sejumlah data berupa nama publik figur lain. Bahkan informasi itu lengkap dari ukuran tubuh sampai tarif publik figur yang menjadi anak asuhnya.

"Ada biaya dari Rp16 juta sampai Rp30 (juta) bahkan ada yang Rp100 juta," ujar Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan.

Besaran tarif publik figur ini tergantung nama besar. Moamar Emka membagi tiga kelas berdasarkan tarifnya. Pertama, publik figur kelas bawah dengan tarif di bawah Rp10 juta. Kedua, kelas menengah tarif Rp25 sampai 100 juta. Terakhir, kelas atas bertarif kencan Rp200 juta sampai tak terhingga.

Publik figur kelas atas ini mendapatkan fasilitas lengkap dari muncikari. Mulai mobil mewah sampai dilengkapi fasilitas lengkap. Namun, kerja mereka juga tidak mudah. Sebab mereka harus menyetor uang kepada muncikari lebih besar.

Baca juga:
Prostitusi Artis Berbalut Simpanan Gadun
Muncikari Soni Dewangga Tergabung di Salah Satu Manajemen Artis
Tarif Publik Figur Anak Asuh Soni Dewangga, Dari Rp16 Juta hingga Rp100 Juta
Soni Dewangga Tampung 42 Publik Figur Bekas Muncikari dari Vanessa Angel
Pekan Depan, Dua Publik Figure Diperiksa Terkait Prostitusi Online

(mdk/ang)