Kami bertujuan merevolusi transportasi di Asia Tenggara

KHAS | 4 September 2015 07:07 Reporter : Arbi Sumandoyo

Merdeka.com - Kehadiran layanan transportasi berbasis teknologi di Indonesia, khususnya di Jakarta memang mulai hangat setahun belakangan ini. Masyarakat Jakarta dimanjakan dengan layanan ini lantaran sangat membantu menjalani aktivitas di tengah kemacetan. Di jalanan Jakarta misalnya, kini warga mulai mahfum dengan keberadaan jaket hijau hitam berseliweran.

Namun tak sedikit juga yang menilai keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi ini mengusik keberadaan sebagian moda transportasi yang ada. Layanan ini dianggap mengganggu penghasilan karena konsumen justru saat ini kebanyakan menggunakan layanan aplikasi.

Anthony Tan, co-founder dan CEO GrabTaki sekaligus Grabike punya alasan sendiri di tengah persaingan menyedot konsumennya di Indonesia. Kepada merdeka.com, Anthony mengatakan jika kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi seperti GrabTaki dan GrabBike merupakan terobosan untuk merevolusi keberadaan transportasi di Jakarta.

"GrabTaxi dengan layanan tambahan GrabBike dan GrabCar bertujuan untuk merevolusi sistem transportasi di kawasan Asia Tenggara," ujar Anthony melalui pesan elektronik.

Lalu bagaimana Ihwal bisnis Anthony terjun dalam penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi dan melihat peluang pasar di Indonesia. Berikut penuturan Anthony Tan kepada Arbi Sumandoyo dari merdeka.com melalui pesan elektronik.

Bisa diceritakan kenapa akhirnya GrabBike ikut menjadi penyedia aplikasi layanan transportasi ojek di Indonesia ?

Sebelum kami luncurkan GrabBike di Indonesia pada bulan Juli 2015 lalu, kami telah meluncurkannya di Vietnam sejak tahun 2014. Setelah GrabBike sukses di Vietnam, kami memandang Indonesia memiliki kemiripan kondisi dengan Vietnam di mana sepeda motor menjadi kendaraan transportasi yang cukup penting. Apalagi khususnya di Jakarta, di mana kemacetan lalu lintasnya sangat padat, masyarakat di sini membutuhkan sepeda motor sebagai solusi transportasi yang dapat menembus kemacetan. Bukan saja sekedar untuk mengantar anak ke sekolah atau ibu ke pasar, akan tetapi juga untuk menunjang aktivitas kantoran dan bisnis.

Bagaimana anda melihat potensi bisnis transportasi di Jakarta ?

GrabTaxi dengan layanan tambahan GrabBike dan GrabCar bertujuan untuk merevolusi sistem transportasi di kawasan Asia Tenggara. Penyedia armada dan partner pengemudi harus memenuhi standar yang kami tentukan yang bertujuan agar penumpang merasa aman dan nyaman sekaligus efisien. Penumpang melalui aplikasi diberikan kemudahan untuk mendapatkan alat transportasi yang memiliki standar yang baik dari sisi keamanan, kenyamanan dan efisiensi. Partner pengemudi kemudian diuntungkan dengan lebih banyaknya pemesanan dibanding sebelum bergabung dengan GrabTaxi. Ekosistem ini kami jaga dengan baik agar sistem transportasi yang lebih baik dapat dinikmati masyarakat.

Berapa besar anda melihat peluang itu ?

Peluang di setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia dengan populasi 250 juta tentu merupakan potensi pasar yang sangat besar.

Untuk harga, Grabike jauh lebih murah, bagaimana anda bisa meraup untung ?

Saat ini kami masih dalam tahap pengenalan agar masyarakat terbiasa memesan alat transportasi melalui aplikasi GrabTaxi. Untuk menunjang hal ini kami memberikan masa promosi dengan penawaran biaya yang lebih efisien. Kami yakin dalam jangka panjang setelah masyarakat lebih banyak yang memanfaatkan aplikasi kami, keuntungan akan datang dengan sendirinya.

Berapa jumlah armada Grabike yang ada saat ini ?

Maaf untuk jumlah armada kami belum dapat memberikan angkanya. Namun angkanya terus merambat naik. Baru-baru ini kami mengadakan perekrutan massal untuk GrabBike di kawasan Stadion Utama Senayan dengan nama GrabBike Kingdom, animonya luar biasa, lebih dari 8000 pelamar datang.

Bagaimana sistem pembagian hasil dengan armada Grabike ?

Bagi hasil dengan pengemudi GrabBike adalah 90% untuk pengemudi dan 10% untuk kami.

(mdk/mtf)