Wawancara Khusus

Kemendag: Banyak Pelabuhan-Pelabuhan Tikus Lolos dari Pengawasan Kami

Kemendag: Banyak Pelabuhan-Pelabuhan Tikus Lolos dari Pengawasan Kami
Kosmetik ilegal. ©2020 Merdeka.com/Liputan6.com/Humas BPOM
KHAS | 26 Februari 2020 07:03 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Indonesia menjadi tempat menggiurkan bagi pasar kosmetik. Banyak produk masuk dan diminati masyarakat. Kondisi ini semakin diperkuat dengan dukungan melalui promosi dilakukan para pesohor media sosial.

Padahal dari sekian produk kosmetik tersebut masih banyak belum memiliki izin resmi. Sehingga belum diketahui apa saja efek samping bagi kulit. Itu dikarenakan produk kosmetik ilegal tidak diberi keterangan daftar zat dipakai.

Upaya pencegahan dan penindakan terus dilakukan berbagai sinergi lembaga pemerintah. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadi pihak paling berwenang. Mereka memiliki peran penting untuk mengendalikan peredaran barang ilegal.

Kewenangan itu ternyata masih banyak mengalami kendala. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) Kemendag, Very Anggriono Sutiarto, mengaku kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan tindakan lebih maksimal.

Berikut wawancara Very Anggriono Sutiarto dengan jurnalis merdeka.com Rifa Yusya Adilah pada Jumat, 21 Februari 2020 lalu:

Baca Selanjutnya: Mengapa masih banyak kosmetik ilegal...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami