Wawancara Khusus

Kemenkes: Waspada DBD di Masa Pandemi Covid-19

Kemenkes: Waspada DBD di Masa Pandemi Covid-19
ilustrasi demam berdarah. ©2016 Merdeka.com
KHAS | 23 Juli 2020 09:57 Reporter : Angga Yudha Pratomo

Merdeka.com - Demam berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit rutin yang terjadi setia tahun. Biasanya setelah musim hujan berakhir. Ketika itu virus yang disebarkan melalui nyamuk Aides mulai menyerang.

Penyakit DBD tentu tidak bisa dianggap remeh. Apalagi di tengah pandemi Covid seperti ini. Harus waspada jangan sampai sakit. Karena tidak menutup kemungkinan bisa membuat keadaan semakin parah.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, menegaskan bahwa DBD dan Covid-19 sama-sama menyerang kekebalan tubuh. Meski begitu ada beberapa perbedaan.

Berikut petikan wawancara dr Siti Nadia Tarmizi dengan jurnalis merdeka.com Angga Yudha Pratomo pada Jumat pekan lalu:

Baca Selanjutnya: Seperti apa kondisi virus DBD...

Halaman

(mdk/ang)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami